Kuliner Inggris untuk Traveler Indonesia: Lemak Hewani yang Tersembunyi
Dapur Inggris dibangun di atas lemak hewani, jadi menu tanpa daging belum tentu aman untukmu. Ini peta rasanya, jam makannya, cara memesan di pub, dan pertanyaan yang perlu kamu ajukan.

Foto oleh Mitchell Luo di Unsplash
Kalau kamu membayangkan makanan Inggris sebagai sesuatu yang hambar dan membosankan, kenyataannya lebih rumit dan jauh lebih menarik. Dapur Inggris punya logika sendiri yang terbangun dari iklim dingin dan tradisi memanggang: rasanya gurih, teksturnya padat, dan hampir semua hidangannya berdiri di atas satu bahan yang sama. Bahan itu yang membuat perjalanan makan di Inggris menyenangkan, sekaligus menuntut kehati-hatian yang berbeda kalau kamu menjaga kehalalan.
Satu bahan yang menjelaskan hampir seluruh dapur Inggris
Lemak hewani adalah bumbu dasar masakan Inggris. Bukan minyak sayur, bukan santan, bukan kecap. Lemak sapi padat dipakai untuk menggoreng, cairan panggangan dipakai untuk melumuri sayur dan membuat kuah daging, dan lemak padat hewani dipakai sebagai pengembang di kue kukus tradisional. Begitu kamu memahami ini, dua hal langsung terjelaskan sekaligus: mengapa makanan Inggris terasa segurih itu, dan mengapa menu yang kelihatannya tidak berdaging sama sekali belum tentu aman untukmu.
Di sinilah Inggris berbeda dari banyak negara lain. Di banyak tempat, tantangannya adalah menemukan daging yang disembelih secara halal, dan begitu ketemu, urusan selesai. Di Inggris persoalannya lebih licin, karena justru ada di hidangan yang tidak kamu curigai: kentang goreng, sup sayur, puding, bahkan permen di dekat kasir.
Peta rasa Inggris yang sebenarnya
Sebelum masuk ke urusan bahan, kenali dulu hidangan yang akan kamu temui di mana-mana. Semuanya turunan dari gagasan yang sama, yaitu lemak dan panggangan sebagai pusat rasa.
- Sarapan lengkap: telur, sosis, jamur, tomat panggang, dan kacang berkuah tomat dalam satu piring besar. Porsinya dirancang menahan lapar sampai siang, dan hampir semua komponennya melewati lemak yang sama.
- Pai gurih: isian daging cincang atau potongan daging berkuah kental di dalam kulit tebal. Kulitnya sendiri sering dibuat dengan lemak padat hewani, jadi pai berisi sayur pun tetap perlu ditanyakan.
- Panggangan hari Minggu: sepotong daging panggang besar dengan kentang panggang, sayur, dan kuah daging. Ini acara keluarga, bukan sekadar menu, dan biasanya disajikan dari tengah hari sampai sore.
- Ikan goreng tepung dengan kentang goreng: hidangan paling terkenal sekaligus paling sering salah dinilai aman, karena kentangnya bisa digoreng dengan lemak sapi.
- Kari: lewat gelombang panjang kedatangan orang Asia Selatan, kari sudah jadi masakan nasional, dan di lajur inilah kamu paling mudah menemukan dapur bersertifikat halal.
- Teh sore: teh susu dengan kue-kue kecil, krim kental, dan selai. Ringan, manis, dan justru tempat agar-agar hewani paling sering bersembunyi.
Kalau izin masuknya belum kamu urus, selesaikan dulu bagian itu lewat syarat dan dokumen visa turis Inggris untuk WNI supaya rencana makanmu tidak berhenti di meja pengecekan.
Jam makan yang lebih awal daripada kebiasaan di Indonesia
Hal yang paling cepat membuat traveler Indonesia kelaparan di Inggris bukan soal halal, tapi soal jam. Makan siang datang lebih awal daripada kebiasaanmu, dan makan malam juga bergeser maju. Banyak dapur berhenti melayani jauh sebelum kamu merasa waktunya makan malam.
- Makan siang terkonsentrasi di sekitar tengah hari, dan sesudah jendela itu dapur bisa berhenti melayani sampai menjelang sore.
- Makan malam dimulai lebih awal, jadi kalau kamu baru keluar penginapan setelah salat Isya di musim panas, pilihanmu menyusut drastis.
- Teh sore mengisi celah di antara keduanya, dan di hari yang padat jalan-jalan ini penyelamat yang nyata.
- Minum teh pagi dan sore bukan sekadar basa-basi sosial, tapi juga cara setempat menambal jarak antarwaktu makan.
Pergeseran jam makan seperti ini tidak khas Inggris saja, dan pembahasan yang lebih luas ada di jam makan dan kebiasaan bersantap yang berbeda dari Indonesia kalau perjalananmu menyambung ke negara lain.
Cara memesan di pub, karena pelayan jarang datang ke meja
Pub adalah tempat makan paling umum di Inggris, dan aturan mainnya berbeda dari rumah makan yang kamu kenal. Di banyak pub tidak ada siapa pun yang akan datang mencatat pesananmu. Kalau kamu duduk menunggu dicatat, kamu bisa menunggu sangat lama.
- Masuk, cari meja kosong, lalu ingat nomor mejanya kalau ada.
- Jalan ke bar, lalu sebelum menyebutkan pesanan tanyakan dua hal sekaligus: dengan apa menggorengnya dan dari apa kuahnya dibuat.
- Sesudah jawabannya jelas, sebutkan pesanan dan nomor meja, lalu bayar di tempat itu juga.
- Kembali ke meja dan tunggu. Makanan diantar ke tempatmu, dan kamu tidak perlu menunggu tagihan di akhir.
- Mau menambah minum, kembali lagi ke bar. Tidak ada kebiasaan memanggil pelayan dari meja.
Di Inggris, pertanyaan yang paling berguna bukan apakah ada daging di dalamnya, melainkan dengan apa ini digoreng dan dari apa kuahnya dibuat.
Hidangan yang paling sering mengejutkan
Daftar berikut bukan daftar larangan, melainkan daftar yang perlu kamu tanyakan dulu. Hampir semuanya punya versi yang memakai minyak sayur, dan dapur yang terbiasa menerima tamu dari mana-mana biasanya tahu jawabannya.
- Kentang goreng di kedai ikan goreng tradisional. Sebagian kedai memakai lemak sapi padat karena dianggap memberi rasa yang lebih baik, dan ini jarang ditulis di menu.
- Kuah daging yang dituang ke atas kentang, sayur, atau pai. Dasarnya cairan panggangan daging, jadi sepiring sayur bisa berubah status hanya karena kuahnya.
- Sup sayur dan sup krim. Rasa dalamnya sering datang dari kaldu daging, bukan dari sayurnya.
- Puding kukus tradisional dan pai manis berisi buah kering. Pengembang teksturnya sering lemak padat hewani.
- Hidangan penutup yang kenyal, busa manis, dan permen kunyah. Agar-agar hewani ada di banyak di antaranya, termasuk permen yang dijual di dekat kasir.
- Keripik kemasan dengan rasa gurih. Sebagian perisanya berasal dari bahan hewani meski kemasannya bergambar sayur.
Pola ini sama saja di dapur desa maupun di dapur kota, jadi pertanyaanmu tidak perlu berubah saat kamu menjalani rute Inggris selatan dari London sampai desa Cotswolds dan berpindah dari satu kedai ke kedai berikutnya.
Yang perlu ditanyakan dan kata yang perlu dikenali
Dua keterampilan kecil akan menyelesaikan sebagian besar urusan: satu pertanyaan yang tepat di bar atau konter, dan kemampuan mengenali beberapa kata di daftar bahan kemasan.
- Tanyakan media penggorengannya, bukan hanya apakah ada daging. Pertanyaan yang spesifik menghasilkan jawaban yang spesifik.
- Tanyakan dasar kuah dan sausnya, termasuk untuk hidangan sayur dan kentang, karena di sinilah kejutan paling sering terjadi.
- Di daftar bahan kemasan, istilahnya berbahasa Inggris dan jumlahnya sedikit, jadi layak dihafal: tallow dan beef dripping untuk lemak sapi, lard untuk lemak babi, suet untuk lemak padat hewani, gelatine untuk agar-agar hewani, serta beef atau chicken stock untuk kaldu daging. Sekali kata-kata itu melekat, memeriksa kemasan jadi urusan beberapa detik.
- Minta kuahnya dipisah atau tidak dituang kalau kamu belum yakin. Ini permintaan yang biasa dan jarang ditolak.
- Dapur kari bersertifikat dan rumah makan Asia Selatan adalah jaring pengaman yang paling bisa diandalkan, dan menunya jauh lebih luas daripada yang kamu bayangkan.
Sudut memeriksa bahan pernah dibahas untuk negara dengan tantangan yang sangat berbeda, dan perbandingannya berguna di kuliner halal di Jepang dan cara bertanya ke pelayan sebelum kamu menyusun daftar pertanyaanmu sendiri.
Menikmati Inggris tanpa curiga sepanjang waktu
Yang perlu kamu bawa dari sini bukan rasa waswas, melainkan satu kebiasaan: tanya sebelum pesan, dan tanya soal lemak serta kuah, bukan cuma soal daging. Setelah itu hampir semua pintu terbuka. Sarapan lengkap bisa diminta tanpa sosis, panggangan hari Minggu punya versi ikan, kari bisa dipesan di dapur bersertifikat, dan teh sore tetap jadi jeda yang menyenangkan selama kamu memastikan kue dan pudingnya.
Satu lagi yang sering terlewat saat orang sibuk menyusun daftar makanan: pastikan paspormu masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat. Urusan dapur jauh lebih mudah dibereskan di tempat daripada urusan tanggal.