Makanan Halal di Belgia: Dua Bahasa Menu yang Perlu Kamu Kenali
Belgia memakai lebih dari satu bahasa resmi, jadi label menu dan label kemasan berganti bahasa saat kamu pindah kawasan. Ini dua daftar kata yang perlu kamu kenali, plus jebakan nama hidangan yang sama tapi isinya beda.

Foto oleh Croissant di Unsplash
Belgia adalah satu negara kecil dengan lebih dari satu bahasa resmi. Untuk urusan mencari makanan halal, itu bukan sekadar trivia. Artinya label menu dan label kemasan yang kamu baca berganti bahasa begitu kamu pindah kawasan, padahal hidangan yang disajikan bisa persis sama. Kamu butuh dua kosakata, bukan satu, dan kata untuk bahan yang paling perlu kamu hindari justru tidak mirip di kedua bahasa itu.
Kenapa satu kosakata saja tidak cukup
Di banyak negara Eropa, kamu bisa modal satu daftar kata. Hafal kata lokal untuk daging babi, lemak babi, dan gelatin, lalu kamu relatif aman membaca menu di seluruh negara itu. Belgia tidak bekerja seperti itu. Bahasa Belanda dipakai di utara, bahasa Prancis di selatan, bahasa Jerman di kantong kecil di timur, dan di ibu kota keduanya muncul berdampingan.
Yang menjebak bukan kata yang mirip. Gelatine dan bier masih bisa kamu kenali walau ejaannya sedikit berbeda di kawasan lain. Yang menjebak adalah pasangan kata yang sama sekali tidak berkerabat, dan jumlahnya tidak sedikit.
Satu hal lagi yang khas Belgia: banyak masakannya dimasak dengan bir. Jadi bahan yang kamu hindari sering tidak kelihatan di nama hidangan maupun di potongan dagingnya, melainkan larut di dalam kuahnya. Dua kosakata itu perlu memuat kata untuk bir dan anggur, bukan cuma kata untuk babi.
Kawasan mana memakai bahasa mana
- Kawasan utara, yang disebut Flanders dan mencakup kota yang sering masuk itinerary seperti Bruges, Ghent, dan Antwerp, memakai bahasa Belanda. Menu dan daftar bahan di toko berbahasa Belanda lebih dulu.
- Kawasan selatan, yang disebut Wallonia, memakai bahasa Prancis. Kota sungai dan kawasan berbentengnya ada di sini.
- Brussels sebagai ibu kota memakai dua bahasa sekaligus, jadi menunya sering dicetak dua lajur. Ini kawasan paling ramah untuk belajar.
- Kantong kecil di timur memakai bahasa Jerman. Kalau rutemu lewat, cukup kenali Schwein untuk babi dan Speck untuk lemak asapnya.
Kalau rutemu turun ke selatan dan kamu belum tahu kota apa saja yang masuk kawasan berbahasa Prancis, panduan rute Wallonia bisa kamu pakai untuk memetakan dulu mana yang akan kamu lewati.
Daftar kata berbahasa Belanda yang perlu kamu kenali
- varkensvlees, varken, zwijn untuk daging babi
- spek dan spekjes untuk lemak asap yang dipotong kecil, sering ditabur di salad, sup, dan tumisan sayur
- ham dan hespe untuk daging asap olahan
- reuzel untuk lemak babi yang dipakai menggoreng
- gelatine untuk gelatin, biasanya di penutup manis dan permen
- bier, witbier, dan abdijbier untuk bir, termasuk kalau dipakai memasak
- wijn dan witte wijn untuk anggur dan anggur putih
- jenever dan likeur untuk minuman keras yang kadang masuk saus
Dua kata yang paling mudah terlewat adalah spek dan reuzel. Keduanya jarang muncul di nama hidangan, tapi sering tertulis di baris kecil penjelasan di bawah nama itu.
Daftar kata berbahasa Prancis yang perlu kamu kenali
Begitu kamu pindah ke selatan, daftar di atas hampir tidak berguna.
- porc dan cochon untuk daging babi
- lard dan lardons untuk lemak asap yang dipotong kecil, padanan dari spek
- jambon untuk daging asap olahan
- saindoux untuk lemak babi yang dipakai menggoreng
- gelatine untuk gelatin
- biere untuk bir, dan a la biere kalau hidangannya dimasak dengan bir
- vin dan vin blanc untuk anggur dan anggur putih
- alcool dan liqueur untuk kandungan alkohol lain
Perhatikan pasangannya. spek dan lardons tidak terdengar mirip sedikit pun. Begitu juga reuzel dan saindoux, atau varkensvlees dan porc. Inilah alasan satu daftar saja tidak cukup untuk keliling Belgia.
Kalau kamu ingin lebih dulu tahu hidangan apa saja yang akan kamu temui di menu itu, kuliner khas Belgia membahas hidangannya satu per satu, sementara artikel ini fokus pada cara membaca labelnya.
Jebakan utama: nama yang sama, isi yang berbeda
Setelah dua kosakata itu aman, jebakan berikutnya menunggu. Ada hidangan yang namanya sama di dua rumah makan tapi bahannya tidak sama, karena tiap dapur punya resep sendiri dan nama di menu tidak memberi tahu apa pun soal itu.
- Bola daging, yang di utara ditulis ballekes dan di selatan boulets, bisa murni daging sapi di satu dapur dan campuran sapi dengan babi di dapur sebelah.
- Hidangan ayam berkuah krim bisa dimasak tanpa alkohol, tapi banyak dapur menambahkan anggur putih tanpa menuliskannya di menu.
- Hidangan panggang dengan sayur pahit khas Belgia hampir selalu dibungkus daging asap. Di utara namanya memuat kata ham, di selatan memuat kata gratin, isinya sama saja.
- Kentang goreng digoreng dengan minyak sayur di sebagian kedai dan dengan lemak sapi di sebagian lain, sementara papan namanya identik.
Di Belgia, bahan yang perlu kamu hindari lebih sering bersembunyi di dalam kuah daripada di atas piring.
Kebalikannya juga ada: hidangan yang namanya berbeda di dua kawasan padahal barangnya sama. Semur daging berkuah bir ditulis stoofvlees atau stoverij di utara dan carbonade di selatan. Kalau kamu menolak yang satu, tolak juga yang lain.
Bir yang bersembunyi di dalam kuah
Masak dengan bir di sini adalah kebiasaan dapur, bukan pilihan gaya. Jadi bir bisa muncul di kuah semur, di saus yang disiram ke kentang goreng, di kuah kerang, bahkan di mustar dan keju.
Yang paling sering mengecoh adalah saus pendamping kentang goreng. Sebagian kedai menawarkan saus yang dibuat dari kuah semur bir tadi, jadi kamu bisa memesan menu tanpa daging babi dan tetap mendapat alkohol di piringmu. Kalau ragu, pilih saus berbasis mayones atau tomat.
Perlu dicatat juga, label vegetarisch atau vegetarien hanya menjamin tidak ada dagingnya, dan sama sekali tidak menjamin masakannya bebas bir atau anggur. Dua hal ini sering dianggap satu paket oleh traveler yang baru pertama kali ke Eropa.
Cara bertanya, dan cara memakai kemasan sebagai kamus
- Simpan dua daftar kata di atas sebagai catatan di handphone, pisah per bahasa, lalu buka yang sesuai kawasan tempat kamu berada.
- Tanyakan bahannya dengan menyebut bahan, bukan menyebut konsep halal. Sebut varkensvlees dan bier di utara, porc dan biere di selatan.
- Tambahkan satu pertanyaan tentang cara memasaknya, bukan hanya tentang dagingnya. Ini langkah yang paling sering dilewatkan.
- Di ibu kota, manfaatkan menu dua bahasa untuk mencocokkan kata yang belum kamu kenal.
Untuk belanja di toko, ada kemudahan yang tidak dimiliki negara lain. Kemasan makanan di Belgia sering mencantumkan daftar bahan dalam dua bahasa sekaligus, jadi kemasan itu sendiri bisa jadi kamus berjalan: temukan kata yang kamu kenal di satu lajur, lihat posisi yang sama di lajur lain, dan kamu baru menambah satu kata tanpa perlu online.
Kebiasaan membaca papan dan label dalam beberapa bahasa sekaligus juga berguna di negara tetangganya, dan cara membaca rambu dan menu di Luksemburg memakai logika yang mirip kalau rutemu menyambung ke sana.
Catatan jujur untuk pembaca Muslim
- Kemampuan membaca label membantumu menghindari bahan yang jelas, tapi tidak memberi tahu asal daging dan cara penyembelihannya. Itu dua pertanyaan berbeda.
- Dapur yang sama bisa memakai satu wajan untuk semua hidangan. Kalau ini penting bagimu, soalnya bukan bahan lagi, melainkan dapurnya.
- Di kawasan selatan, bahasa Inggris pelayan tidak selalu sebaik di utara. Menghafal kata bahan dalam bahasa Prancis bukan kemewahan di sana.
- Semakin jauh dari kota besar, semakin sedikit pilihan yang bisa kamu konfirmasi. Kunci satu makan utama yang pasti setiap hari.
Prinsip umum menyiapkan bekal dan mengatur jadwal makan di perjalanan luar negeri sudah dibahas di panduan makanan halal saat liburan dan bisa kamu pakai sebagai lapisan dasar sebelum masuk ke kekhususan Belgia.
Belgia sebenarnya menyenangkan untuk urusan makan kalau kamu datang dengan perlengkapan yang benar. Perlengkapan itu bukan aplikasi dan bukan daftar rumah makan, tapi dua daftar kata pendek dan satu kebiasaan bertanya tentang kuahnya.