Schengen

Rute Wallonia Belgia Selatan untuk WNI: Kota Sungai dan Benteng

Wisatawan Indonesia hampir selalu berhenti di Brussels, Bruges, dan Ghent, lalu melewatkan separuh Belgia yang ada di selatan. Ini rutenya, lengkap dengan berapa malam yang wajar dan bagian mana yang menuntut mobil sewaan.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Rute Wallonia Belgia Selatan untuk WNI: Kota Sungai dan Benteng

Foto oleh Aishwarya MV di Unsplash

Rencana perjalanan ke Belgia hampir selalu berhenti di tiga nama yang sama. Brussels, Bruges, dan Ghent memang pantas dikunjungi, dan banyak wisatawan Indonesia pulang dengan perasaan sudah tuntas dengan negara ini. Padahal ada separuh Belgia lagi di selatan, berbahasa Prancis, yang nyaris tidak pernah masuk itinerary. Di sana kota tumbuh menempel di tepi sungai, benteng berdiri di atas tebing, dan di ujung timur terbentang kawasan hutan berbukit dengan ritme yang sama sekali berbeda dari kota-kota utara.

Kawasan itu disebut Wallonia. Panduan ini bukan untuk kunjungan pertamamu ke Belgia, melainkan untuk kamu yang punya waktu lebih atau sudah pernah menjelajah bagian utara dan ingin melihat sisi lain negara yang sama.

Kenapa separuh Belgia ini sering terlewat

Alasannya bukan karena Wallonia kurang menarik, tapi karena cara orang menyusun rute. Belgia biasanya masuk itinerary sebagai sisipan di antara Amsterdam dan Paris, dan sisipan itu menempel pada jalur kereta cepat yang melintas di utara. Begitu kamu keluar dari jalur itu, segalanya jadi lebih lambat dan lebih sepi, dan justru itulah intinya.

  • Jaringan kereta di selatan tidak sepadat di utara, jadi tidak semua tempat bisa dicapai dengan satu kali duduk
  • Kota-kotanya lebih kecil dan lebih jarang muncul di daftar rekomendasi berbahasa Inggris
  • Banyak daya tariknya berupa lanskap, bukan deretan bangunan tua yang selesai dalam satu kali jalan kaki
  • Bahasa Inggris lebih jarang terdengar, sehingga kesan sulitnya bertambah padahal sebenarnya bisa disiapkan

Kalau kamu belum pernah menyentuh bagian utaranya, selesaikan dulu jalur itu lewat rute Belgia tujuh hari lewat Brussels, Bruges, dan Ghent lalu pakai artikel ini sebagai lanjutannya di kunjungan berikutnya atau sebagai tambahan di ekor perjalanan.

Berapa malam yang wajar untuk Wallonia

Wallonia tidak menuntut perjalanan panjang, hanya cukup malam supaya kamu tidak selalu sedang berpindah. Tiga malam sudah terasa layak, empat sampai lima malam membuat kawasan hutannya bisa dinikmati tanpa tergesa, dan lebih dari seminggu masuk akal hanya kalau kamu ingin berdiam lama di satu tempat.

  1. Dua malam di satu kota tepi sungai sebagai basis, karena di sini kereta masih memadai dan kamu belum perlu menyetir
  2. Dua malam di kawasan hutan berbukit, dan di bagian inilah mobil sewaan mulai sangat membantu
  3. Satu malam opsional di kota barat yang lebih besar sebelum kembali ke jalur utara atau melanjutkan ke negara berikutnya

Pindah penginapan tiap malam di kawasan yang transportasinya renggang adalah cara tercepat membuat perjalanan terasa melelahkan.

Kota di tepi sungai dan benteng di atas batu

Ciri paling khas Wallonia adalah hubungan kota dengan sungainya. Permukiman di sini tidak menghadap kanal buatan seperti di utara, tapi menempel pada sungai sungguhan yang memotong lembah, dengan tebing di salah satu sisinya. Namur berdiri tepat di titik dua sungai bertemu, diawasi bangunan pertahanan di atas bukit. Dinant lebih dramatis lagi karena rumahnya berjejal di antara air dan dinding batu.

Liege di timur punya watak lain, lebih ramai dan lebih berwajah kota kerja, cocok sebagai gerbang masuk kalau kamu datang dari arah Jerman. Di barat, Tournai dan Mons menyimpan pusat kota lapang yang nyaman dijalani tanpa rencana apa pun.

Di Wallonia hampir setiap kota punya satu titik tinggi, dan pemandangan dari titik itu biasanya langsung menjelaskan kenapa kotanya dibangun di situ.

Bagian mana yang benar-benar butuh mobil sewaan

Ini bagian yang paling perlu jujur. Kota tepi sungai dan kota besar di barat masih terhubung kereta dengan jadwal yang bisa diandalkan, jadi di bagian itu kamu tidak perlu menyetir sama sekali. Yang berubah adalah begitu kamu masuk kawasan hutan berbukit di timur dan selatan.

  • Desa kecil di dalam kawasan hutan sering dilayani bus lokal dengan jadwal yang jauh lebih jarang, terutama di akhir pekan
  • Titik pandang, mulut gua, dan awal jalur jalan kaki umumnya berada di luar pusat desa
  • Rencana mengunjungi dua desa dalam satu hari hampir selalu gagal kalau mengandalkan angkutan umum
  • Dengan mobil, kawasan ini berubah dari rumit menjadi bagian paling menyenangkan dari rutenya

Jalannya umumnya mulus dan lalu lintasnya tidak padat, tapi jalur di dalam kawasan hutan banyak berkelok dan menanjak, dan penanda arahnya sepenuhnya dalam bahasa Prancis. Siapkan peta offline di gadget sebelum masuk, karena sinyal di sela lembah bisa hilang begitu saja.

Kalau ini kali pertama kamu menyetir di Eropa, baca dulu hal-hal yang sering bikin kaget saat menyewa mobil di luar negeri supaya urusan deposit, asuransi, dan jenis transmisi tidak jadi kejutan di loket penyewaan.

Perbedaan bahasa yang di sini terasa nyata

Di Brussels kamu bisa melewatkan satu minggu tanpa benar-benar sadar ada dua bahasa resmi. Di Wallonia hal itu tidak mungkin. Bahasa Prancis dipakai di hampir semua hal, dan bahasa Inggris jauh lebih jarang dibanding bagian utara, khususnya di luar pusat kota dan di penginapan yang dikelola keluarga.

Ini bukan masalah besar, hanya perlu disiapkan lebih awal.

  • Simpan aplikasi penerjemah yang bisa dipakai offline dan sudah kamu download bahasa Prancisnya sebelum berangkat
  • Hafalkan segelintir sapaan dan kata kunci, karena usaha kecil ini sangat mengubah cara orang merespons
  • Untuk urusan penting seperti booking penginapan atau penjemputan, pakai pesan tertulis, bukan telepon
  • Catat nama tempat tujuanmu dalam ejaan lokal, bukan versi Inggrisnya, supaya mudah ditunjukkan ke orang

Tipsnya bisa dipakai lebih luas, dan sebagian sudah dibahas dalam panduan bertahan di negara yang warganya tidak berbahasa Inggris yang berguna juga di kawasan pedesaan negara Eropa lainnya.

Musim dan apa yang berubah di tiap musim

Karena daya tarik utamanya lanskap, musim lebih menentukan di sini dibanding di kota utara. Musim panas kira-kira Juni sampai Agustus memberi hari yang panjang dan membuat jalur jalan kaki serta penyewaan kayak di sungai beroperasi, meski desa terkenal bisa penuh di akhir pekan.

  • Musim gugur kira-kira September sampai November adalah waktu kawasan hutan terlihat paling bagus dan paling tenang
  • Musim dingin kira-kira Desember sampai Februari membuat hari jadi pendek dan sebagian tempat di luar kota mengurangi jadwal
  • Musim semi kira-kira Maret sampai Mei jadi kompromi yang nyaman, ramai hanya di sekitar hari libur panjang
  • Apa pun bulannya, siapkan lapisan pakaian dan jaket tahan air, karena hujan di kawasan berbukit datang tanpa pengumuman

Hal praktis yang perlu disiapkan dari Indonesia

Wallonia bukan tujuan yang rumit. Kawasan ini bagian dari Belgia dan berada di wilayah Schengen, jadi tidak ada perbatasan tambahan begitu kamu masuk. Sisanya sama seperti perjalanan Eropa lain, dan diselesaikan sebelum kamu terbang dari Jakarta.

  • Paspor Indonesia harus berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulangmu, bukan dari tanggal keberangkatan
  • Aturan 90 hari dalam 180 hari berlaku untuk seluruh wilayah Schengen, jadi hitung total harimu, bukan hari di Belgia saja
  • Asuransi perjalanan dengan pertanggungan EUR 30.000 tetap jadi syarat yang harus kamu siapkan
  • Simpan bukti booking penginapan di kota kecil dengan rapi, karena nama desa yang tidak populer kadang perlu kamu jelaskan sendiri

Urutan berkas dan persiapan pengajuannya ada di syarat dan dokumen visa Belgia untuk WNI dan sebaiknya kamu baca sebelum mulai mengunci tanggal serta booking penginapan.

Cara memasang Wallonia ke dalam rencanamu

Ada tiga cara memasukkannya tanpa merombak itinerary. Pertama, sebagai ekor perjalanan utara, turun ke selatan lalu keluar lewat arah Prancis atau Jerman. Kedua, sebagai sisipan di tengah rute lintas negara, karena posisinya memang di antara beberapa negara tetangga. Ketiga, sebagai perjalanan tersendiri yang pelan dengan dua basis saja.

Dua hal yang menentukan nyaman atau tidaknya: jumlah malam yang cukup supaya kamu tidak selalu dalam perjalanan, dan keputusan jujur soal bagian mana yang ditempuh dengan kereta dan bagian mana yang kamu setir sendiri. Begitu itu beres, Wallonia jadi bagian Belgia yang paling kamu ingat.