Schengen

Kuliner Khas Belgia untuk WNI: Frites, Wafel, dan Panci Kerang

Di Belgia makanan jalanan punya kedudukan setara makanan restoran, jadi kamu bisa makan enak tanpa masuk rumah makan sama sekali. Panduan frites, wafel, kerang rebus, dan cokelat, lengkap dengan catatan jujur untuk pembaca Muslim.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Kuliner Khas Belgia untuk WNI: Frites, Wafel, dan Panci Kerang

Foto oleh Khurshed Bhuiyan di Unsplash

Di Belgia kamu bisa makan enak sepanjang hari tanpa sekali pun duduk di rumah makan. Itu bukan karena rumah makannya buruk, justru sebaliknya. Yang khas dari negara ini adalah makanan jalanannya punya kedudukan setara, kadang lebih dihormati, daripada makanan di meja berlapis kain. Kios kentang goreng punya nama, punya pelanggan tetap, dan punya pendapat keras soal cara menggoreng. Bagi wisatawan Indonesia yang menjaga anggaran sekaligus menjaga isi perut, kenyataan itu berguna.

Artikel ini menyusun kuliner Belgia dari sudut tersebut: apa yang bisa kamu makan dari jendela kios, dan di mana batasnya bagi pembaca Muslim.

Kenapa makanan jalanan di Belgia tidak dianggap kelas dua

Di banyak negara, makan di kios berarti kompromi: kamu makan di sana karena buru-buru atau berhemat, dan kamu tahu versi yang lebih baik ada di dalam gedung. Belgia tidak begitu. Kios kentang goreng di sini bukan cabang kecil dari dapur besar, melainkan usaha tersendiri yang berdiri lama di sudut yang sama.

Akibatnya, standarnya tinggi. Orang akan ribut soal apakah kentangnya digoreng dua kali dan apakah minyaknya diganti cukup sering. Perdebatan semacam itu biasanya hanya muncul di dunia restoran. Di Belgia ia terjadi di trotoar.

Yang membedakan Belgia bukan menunya, tapi fakta bahwa makanan terbaiknya tidak selalu punya pintu.

Untuk kamu, artinya sederhana. Kamu tidak perlu memilih antara makan hemat dan makan benar.

Frites, dan kios yang punya harga diri

Kentang goreng adalah pusat gravitasi kuliner Belgia. Yang dijual di kios bukan kentang tipis renyah seperti di gerai cepat saji, melainkan potongan tebal yang bagian dalamnya masih lembut. Digoreng dua tahap, didiamkan, lalu digoreng lagi. Karena itu kamu kadang menunggu lebih lama dari dugaan, dan itu justru tanda baik.

Bagian yang paling mengejutkan pendatang adalah daftar sausnya. Mayones memang pilihan baku, tapi papan di atas jendela kios biasanya memuat banyak nama lain yang tidak pernah kamu dengar:

  • Saus dasar mayones dengan tambahan rempah, bawang, atau acar cincang
  • Saus tomat yang lebih manis dan ramah bagi lidah pendatang
  • Saus kari yang sama sekali bukan kari Asia, lebih mirip tomat berbumbu
  • Saus pedas yang pedasnya jauh di bawah sambal, jadi jangan berharap banyak
  • Saus krim atau keju yang kental dan cepat membuat kenyang

Satu porsi dengan satu saus sering sudah cukup jadi makan siang. Pola makan begini juga menolong anggaran, karena kios tidak memungut biaya layanan dan kamu tidak terdorong memesan minuman.

Taktik makan dari kios begini berlaku di banyak kota Eropa yang mahal, dan dibahas lebih luas di panduan makan hemat di kota mahal kalau kamu sedang menyusun budget harian.

Wafel yang bentuknya berubah tiap kota

Wafel Belgia bukan satu benda. Ada dua bentuk utama yang dimakan dengan cara berbeda. Yang satu lebih berat dan lebih manis, bentuknya tidak rapi karena adonannya dibiarkan meluber di cetakan, dan ada butiran gula yang mengeras jadi karamel di permukaannya. Ini wafel yang dimakan begitu saja pakai tangan. Yang satu lagi lebih besar, lebih ringan, kotak rapi dengan lubang dalam, dan inilah yang biasa kamu lihat di foto bertumpuk stroberi dan krim.

Masalahnya, versi bertumpuk itu yang paling banyak dijual di jalur wisata, dan sering justru yang kurang enak. Beberapa cara memilih:

  • Cari kios yang mencetak wafel saat kamu pesan, bukan yang menumpuknya di bawah lampu
  • Kalau antreannya orang lokal dan bukan orang berkamera, biasanya aman
  • Versi tanpa topping lebih jujur rasanya dan lebih mudah dimakan sambil jalan
  • Satu wafel cukup untuk dua orang kalau kamu baru menghabiskan sekerucut kentang

Moule, kerang rebus yang naik jadi hidangan utama

Di Indonesia kerang biasanya jadi pelengkap atau lauk kecil. Di Belgia, kerang hitam direbus dalam panci besar lalu dibawa ke meja masih di dalam pancinya, dan itulah hidangan utamanya. Kamu dapat panci beruap, mangkuk kosong untuk kulit, dan sekerucut kentang goreng di sampingnya. Cara makannya pakai satu kulit kerang sebagai penjepit.

Ini satu-satunya hidangan di artikel ini yang menuntut kamu duduk. Kuah rebusannya bervariasi, dan di sinilah pembaca Muslim perlu bertanya lebih dulu, karena banyak versi memakai anggur putih atau bir sebagai cairan perebus. Kerang juga hidangan musiman, jadi ketersediaan dan mutunya ikut bergantung pada musim panen, dan di luar puncak musim pilihannya bisa lebih sedikit. Tanya saja ke rumah makannya apakah sedang musim.

Kalau rutemu juga lewat negara tetangga, cara membaca menu ikan dan kerangnya mirip, dan sudah dibahas di catatan kuliner khas Belanda yang enak dibaca berbarengan.

Cokelat, yang di sini bukan oleh-oleh biasa

Cokelat di Belgia diperlakukan seperti industri serius, bukan sekadar suvenir bandara. Tokonya punya pendingin kaca, pegawai yang menjelaskan isi tiap butir, dan menjual dalam hitungan butir supaya kamu bisa mencoba beberapa jenis tanpa membeli satu kotak penuh. Itu kebiasaan yang cocok untuk wisatawan yang cuma lewat. Beberapa hal praktis:

  • Butir isi krim segar tidak tahan perjalanan jauh, jadi makan di tempat
  • Cokelat batang padat jauh lebih aman dibawa pulang ke Indonesia
  • Kabin dan bagasi yang hangat bisa membuat permukaannya memutih, rasanya tetap aman tapi tampilannya rusak
  • Tanya isi tiap butir, karena sebagian memakai alkohol sebagai pengisi, bukan cuma aroma

Catatan jujur untuk pembaca Muslim

Kuliner Belgia punya sisi yang perlu disebut terang-terangan. Bir di sini bukan cuma minuman, tapi juga bahan masak, dan ia masuk ke kuah daging, kuah kerang, bahkan beberapa saus. Daging babi juga lazim, terutama sebagai sosis dan isian roti. Jadi makan tanpa bertanya bukan pilihan yang nyaman.

Yang membuatnya lebih mudah daripada beberapa negara Eropa lain: kota besar Belgia punya komunitas Muslim yang mapan, dan di sekitar permukimannya ada rumah makan Turki, Maroko, dan Timur Tengah yang terang-terangan menyebut status dagingnya. Ini alasan lain jalur makanan jalanan menguntungkan kamu:

  • Banyak kios memakai minyak sayur, tapi tetap tanya karena sebagian memakai lemak hewani
  • Saus kemasan lebih mudah dibaca daripada kuah masakan, jadi tanyakan yang mana saus pabrikan
  • Wafel pada dasarnya telur, tepung, mentega, dan gula, relatif aman selama tidak dituangi topping beralkohol
  • Cokelat perlu dicek isinya, bukan kulitnya
  • Hindari kuah rebusan dan kuah daging kalau cairannya tidak bisa dipastikan

Cara bertanya yang efektif dan tanda-tanda yang bisa dipercaya sudah dirangkum di panduan mencari makanan halal saat liburan dan sebaiknya kamu baca sebelum berangkat.

Menyusun satu hari makan tanpa masuk rumah makan

Kalau kamu ingin menguji gagasan utama artikel ini, coba satu hari penuh begini:

  1. Pagi, beli wafel tanpa topping dari kios dekat stasiun, makan sambil jalan
  2. Siang, satu porsi kentang goreng tebal dengan satu saus, dimakan berdiri
  3. Sore, masuk toko cokelat, beli beberapa butir, habiskan di bangku taman
  4. Malam, belanja roti, keju, dan buah di supermarket, makan di penginapan
  5. Sisakan satu malam untuk duduk makan panci kerang, sebagai pengeluaran yang kamu rencanakan

Pola ini menjaga anggaran, menjaga waktu, dan yang paling penting menjaga kendali atas apa yang kamu makan, karena makananmu dibuat di depan mata.

Yang perlu diurus sebelum semua ini

Belgia termasuk wilayah Schengen, jadi kamu butuh visa Schengen, dan itu perlu beres jauh sebelum kamu memikirkan saus mana yang mau dicoba. Pastikan paspormu berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulangmu, bukan dari tanggal berangkat. Siapkan juga asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal EUR 30.000, dan ingat batas tinggal 90 hari dalam 180 hari berlaku untuk seluruh wilayah, bukan per negara. Catatan ini hanya untuk perjalanan wisata singkat.

Urutan berkas dan hal yang sering jadi penghambat di loket sudah dirinci di panduan syarat dan dokumen visa Belgia supaya pengajuanmu tidak bolak-balik.

Satu hal terakhir. Jangan menjadwalkan Belgia terlalu rapat. Kotanya berdekatan, jadi godaannya besar untuk mengejar tiga kota dalam sehari. Padahal nilai utamanya ada pada hal yang butuh waktu: berdiri di depan kios dan memutuskan saus mana yang mau kamu coba besok.