Musim Terbaik ke Malta untuk WNI: Panas Kering atau Angin Laut
Malta praktis tidak punya empat musim, hanya dua keadaan yang saling bertolak belakang. Panduan memilih di antara keduanya, lengkap dengan konsekuensi tiap pilihan.

Foto oleh Arlind Photography di Unsplash
Malta tidak memberi kamu empat pilihan. Negara kepulauan kecil di tengah Laut Tengah ini praktis tidak mengenal empat musim seperti Eropa daratan. Yang ada hanya dua keadaan yang bergantian: musim panas yang sangat terik dengan laut hangat, dan musim sejuk yang basah serta berangin. Jadi menentukan tanggal keberangkatan ke Malta bukan soal memilih satu di antara empat, melainkan soal memilih satu di antara dua, lalu menerima konsekuensi yang menempel pada pilihan itu.
Untuk wisatawan Indonesia, cara pandang ini sebenarnya melegakan. Kamu tidak perlu menghafal kalender musim berlapis seperti waktu merencanakan perjalanan ke negara empat musim. Yang perlu kamu putuskan cuma satu hal: kamu datang untuk lautnya, atau untuk berjalan kaki menyusuri kotanya. Dua jawaban itu mengarah ke bulan keberangkatan yang berbeda.
Dua keadaan, bukan empat musim
Musim panas Malta berlangsung kira-kira dari Juni sampai September, dan karakternya konsisten: langit kering, matahari keras, laut yang terasa nyaman untuk berenang. Musim sejuk kira-kira dari November sampai Maret, dan karakternya juga konsisten: hujan yang datang dalam gelombang pendek, angin laut yang kencang, dan hari yang terasa lebih singkat daripada di Indonesia. Di antara keduanya ada celah peralihan yang sempit, kira-kira sekitar April sampai Mei dan sepanjang Oktober.
Yang perlu kamu pahami, dua keadaan itu bukan sekadar soal nyaman atau tidak nyaman. Keduanya mengubah hal yang jauh lebih mendasar, yaitu apa yang bisa kamu lakukan dan apa yang terpaksa kamu lewatkan.
- Musim panas membuka lautnya, tetapi menutup kemungkinan berjalan santai di tengah hari.
- Musim sejuk membuka kotanya untuk dijelajahi dengan kaki, tetapi menutup sebagian akses antarpulau.
- Celah peralihan memberi cuaca paling ramah, tetapi tidak menjamin salah satunya secara penuh.
Kalau kamu memilih musim panas
Ini pilihan paling populer, dan alasannya jelas. Laut Tengah pada bulan-bulan ini terasa hangat, airnya jernih, dan hampir semua aktivitas berbasis air berjalan normal. Kalau kamu membayangkan Malta sebagai liburan laut, inilah satu-satunya jendela yang benar-benar memberikannya.
Tetapi harganya nyata. Matahari di tengah hari membuat jalan kaki jadi pekerjaan berat, dan kota-kota tua di Malta hampir seluruhnya dibangun dari batu terang yang memantulkan panas. Jalanan sempit berundak yang terlihat manis di foto berubah jadi tanjakan yang menyiksa saat matahari tinggi. Tempat wisata utama juga ramai, karena bulan yang sama adalah bulan libur panjang di Eropa.
- Geser jadwal jalan kaki ke pagi sangat awal atau menjelang matahari turun.
- Simpan jam tengah hari untuk laut, tempat tertutup, atau istirahat di penginapan.
- Lakukan booking penginapan dan atraksi lebih awal daripada kebiasaanmu, karena permintaan menumpuk.
- Siapkan rencana cadangan untuk hari ketika antrean masuk terlalu panjang.
Kalau ini keberangkatan pertamamu ke wilayah yang jauh lebih terik daripada Jakarta, cara menyusun harinya bisa kamu pelajari dari panduan liburan saat cuaca panas ekstrem supaya jadwalmu tidak runtuh di hari kedua.
Kalau kamu memilih musim sejuk
Musim sejuk Malta punya daya tarik yang jarang dibicarakan. Kota-kotanya jadi jauh lebih lapang, kamu bisa berjalan berjam-jam tanpa merasa dikejar matahari, dan harga penginapan umumnya lebih bersahabat untuk anggaran rupiah. Bagi wisatawan yang datang untuk arsitektur, sejarah, dan suasana kota tua, keadaan ini justru lebih ideal.
Masalahnya ada di angin. Malta bukan satu pulau, dan perjalanan antarpulau bergantung pada penyeberangan laut. Saat angin kencang datang, penyeberangan bisa dibatalkan atau jadwalnya dipangkas tanpa pemberitahuan panjang. Artinya rencana satu hari ke pulau sebelah bisa gugur begitu saja. Selain itu sebagian tempat wisata, restoran pesisir, dan operator aktivitas air mengurangi jam buka atau tutup sementara di luar musim ramai.
Karena rencanamu bisa bergantung pada penyeberangan yang dibatalkan, sebaiknya kamu baca dulu cara kerja transportasi dan feri Gozo di Malta sebelum memasukkan pulau lain ke dalam itinerary musim sejuk.
- Jangan menaruh perjalanan antarpulau di hari terakhir sebelum penerbangan pulang.
- Pastikan ada rencana pengganti berbasis darat untuk setiap hari yang bergantung pada laut.
- Periksa jam buka tempat tujuan mendekati tanggal keberangkatan, bukan jauh sebelumnya.
Negaranya terlalu kecil untuk punya cuaca cadangan
Inilah pembeda Malta yang paling sering diabaikan. Di negara yang luas, cuaca buruk bisa kamu hindari dengan berpindah kawasan. Di Spanyol kamu bisa turun ke selatan, di Australia kamu bisa pindah ke pesisir lain, di Jepang kamu bisa naik kereta ke wilayah yang polanya berbeda. Di Malta, pilihan itu tidak ada.
Seluruh negara ini bisa kamu lintasi dalam waktu yang sangat singkat, dan semua pulaunya berada di bawah langit yang sama. Kalau hari itu berangin, seluruh negara berangin. Kalau hari itu terik, tidak ada dataran tinggi sejuk untuk dijadikan pelarian. Jadi keputusan bulan keberangkatan memegang porsi jauh lebih besar di sini.
Di negara sekecil Malta, cuaca bukan variabel yang bisa kamu hindari dengan berpindah kota.
Celah sempit di antara dua keadaan
Kalau kamu ingin kompromi, celahnya ada tetapi tipis. Sekitar April sampai Mei dan sepanjang Oktober, keadaannya belum sepenuhnya jatuh ke salah satu kutub. Jalan kaki masih nyaman, keramaian belum memuncak atau sudah mulai mereda, dan angin belum sekencang puncak musim sejuk.
Tetapi jangan berharap mendapat dua hal sekaligus. Pada celah ini laut bisa terasa belum atau sudah tidak lagi nyaman untuk berenang lama. Celah ini cocok untuk kamu yang menempatkan laut sebagai bonus, bukan alasan utama datang.
- Tentukan dulu satu alasan utama perjalanan, laut atau kota.
- Kalau jawabannya laut, pilih puncak musim panas dan terima keramaiannya.
- Kalau jawabannya kota, pilih musim sejuk dan siapkan rencana pengganti untuk hari berangin.
- Kalau jawabannya keduanya setengah-setengah, ambil celah peralihan dan turunkan harapan soal laut.
Menyusun hari supaya cuaca tidak menentukan segalanya
Apa pun pilihanmu, kerangka harian yang baik bisa mengurangi dampak keadaan cuaca. Kuncinya memisahkan kegiatan yang bergantung pada cuaca dari kegiatan yang tidak. Museum, gereja tua, galeri, dan kawasan dalam kota bisa kamu kerjakan hampir kapan saja. Laut, penyeberangan antarpulau, dan jalur pesisir hanya bisa kamu kerjakan saat keadaan mengizinkan.
Susun daftar dua kolom sebelum berangkat, lalu geser isinya tiap pagi sesuai keadaan hari itu. Kamu jadi tidak kehilangan satu hari penuh hanya karena satu rencana gagal, dan itu penting karena penerbangan dari Jakarta ke Malta hampir selalu memakai transit.
Untuk gambaran urutan tempat yang masuk akal dalam beberapa hari, kamu bisa mulai dari itinerary Malta lintas Valletta dan Mdina lalu menyesuaikan urutannya dengan musim yang kamu pilih.
Tanggal yang kamu pilih ikut menentukan urusan berkas
Begitu bulan keberangkatan sudah kamu kunci, urusan berikutnya menyusul. Malta berada di wilayah Schengen, jadi kamu mengikuti aturan yang sama dengan negara Schengen lain: paspor berlaku minimal 6 bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, asuransi perjalanan dengan pertanggungan EUR 30.000, serta aturan 90 hari dalam 180 hari untuk lama tinggal.
Satu hal yang sering terlewat, bulan ramai berkunjung juga bulan ramai mengajukan. Kalau kamu menyasar puncak musim panas, jadwal appointment bisa lebih sulit didapat dan proses bisa memakan waktu lebih lama daripada di bulan sepi. Jadi mulai menyiapkan berkas lebih awal kalau tanggalmu jatuh di musim puncak, dan jangan menunggu tiket sudah dibeli.
Daftar berkas yang perlu kamu kumpulkan untuk perjalanan kepulauan ini sudah dirinci di syarat visa turis Malta untuk WNI termasuk hal yang berbeda dari negara Schengen lainnya.
Menutup pilihan dengan satu pertanyaan
Kalau kamu masih bingung, jangan kembali ke tabel cuaca. Tanyakan satu hal pada diri sendiri: kalau seluruh rencana lautmu dibatalkan, apakah perjalanan ini masih terasa berharga? Jawaban ya berarti musim sejuk atau celah peralihan cocok untukmu. Jawaban tidak berarti kamu sebaiknya mengambil puncak musim panas, lengkap dengan panas tengah hari dan keramaiannya.
Malta memberi dua keadaan dan meminta kamu memilih dengan jujur. Begitu kamu memilih berdasarkan alasan utama perjalanan, bukan harapan mendapat segalanya, negara kecil ini justru jadi tujuan Eropa yang paling mudah direncanakan.