Schengen

Transportasi di Malta untuk WNI: Bus, Feri Gozo, dan Jalur Kiri

Malta tidak punya kereta, jadi bus dan feri adalah tulang punggung perjalananmu di sana. Panduan ini merangkum kartu perjalanan, penyeberangan ke pulau sebelah, dan kebiasaan setempat yang sering mengejutkan pendatang.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Transportasi di Malta untuk WNI: Bus, Feri Gozo, dan Jalur Kiri

Foto oleh Zoshua Colah di Unsplash

Malta tidak punya kereta. Satu kenyataan itu mengubah cara kamu menyusun rencana harian di sana. Seluruh kepulauan ini bergerak dengan bus, feri, dan taksi, tanpa jalur rel yang bisa dijadikan patokan seperti di Eropa daratan. Kabar baiknya, negaranya kecil, jadi kamu benar-benar bisa keliling tanpa menyewa mobil asalkan tahu ritmenya.

Tulisan ini soal cara berpindah tempat di Malta sebagai turis pemegang paspor Indonesia yang baru pertama kali datang, dan soal hal sepele yang paling sering bikin hari pertama kacau: bus yang tidak mau berhenti, salah pelabuhan, dan refleks menyeberang jalan yang keliru arah.

Bus adalah tulang punggung, bukan pelengkap

Di banyak negara Eropa, bus hanya pengisi celah di antara jalur kereta. Di Malta, bus adalah jaringan utamanya. Hampir semua rute bertemu di satu titik pusat dekat ibu kota, lalu menyebar seperti jari-jari roda ke kota pantai, desa pedalaman, bandara, dan pelabuhan feri. Akibatnya, perjalanan antara dua kota yang sama-sama di pinggir sering justru lebih masuk akal kalau kamu memutar lewat titik pusat itu. Dan kalau kamu salah memilih arah rute, bus di arah yang kamu butuhkan belum tentu datang dalam waktu dekat.

  • Cek nomor rute dan arahnya, bukan hanya nama kota tujuan, karena satu kota bisa dilewati beberapa rute dengan jalur berbeda.
  • Simpan peta yang bisa dipakai offline, supaya posisi perhentian tetap terlihat saat sinyal tipis di jalan pedalaman.
  • Pakai rute bandara sebagai patokan hari kedatangan dan hari kepulangan, karena jalur itu yang paling mudah ditebak.

Pola jaringan dan kartu seperti ini mirip di banyak negara, dan rangkuman umumnya ada di panduan transportasi umum dan kartu transit, jadi kamu bisa membandingkan kebiasaannya dengan negara lain yang pernah kamu kunjungi.

Kartu perjalanan isi ulang dan cara membayar

Malta memakai pola yang sudah lazim: ada kartu perjalanan isi ulang untuk turis, dan ada opsi membayar langsung di dalam bus. Kartu biasanya dijual di loket bandara, titik pusat bus, dan beberapa toko resmi. Yang perlu kamu pahami bukan nominalnya, tetapi mekanismenya: membayar di bus umumnya lebih mahal per perjalanan dan memperlambat antrean masuk. Kalau rencanamu banyak berpindah, kartu hampir selalu pilihan yang lebih tenang.

  1. Ambil kartunya di titik resmi segera setelah mendarat, sebelum naik bus pertama.
  2. Isi saldo secukupnya untuk beberapa hari, lalu tambah lagi kalau ternyata kamu lebih sering naik bus daripada rencana awal.
  3. Simpan kartu di kantong luar, bukan di dasar tas, karena pintu bus sering penuh dan kamu tidak punya waktu untuk mengobrak-obrak isi tas.
  4. Pastikan tiap orang di rombonganmu punya kartunya sendiri.

Bus penuh yang melewati perhentianmu

Ini kebiasaan setempat yang paling mengejutkan pendatang. Saat musim ramai, bus yang sudah penuh akan melewati perhentian tanpa berhenti. Bukan karena pengemudinya tidak melihat kamu, tetapi karena memang tidak ada ruang lagi. Kamu bisa berdiri di perhentian, melihat bus yang kamu tunggu melaju lewat, lalu menunggu yang berikutnya.

Jadi jangan menyusun hari dengan asumsi bus pertama yang datang pasti bisa kamu naiki. Kalau ada hal yang tidak boleh terlewat, misalnya penerbangan pulang atau feri terakhir dari pulau sebelah, berangkatlah jauh lebih awal daripada yang terasa wajar.

Di kepulauan kecil, cadangan waktu lebih berguna daripada rute tercepat.
  • Naik dari perhentian yang dekat ke titik awal rute kalau memungkinkan, karena di sana bus masih kosong.
  • Hindari jam pulang kerja dan jam berangkat ke pantai di akhir pekan kalau kamu membawa barang besar.
  • Siapkan rencana kedua berupa taksi aplikasi untuk perjalanan yang tidak bisa ditunda.

Kalau kamu berpindah tempat menginap sambil membawa koper besar, baca dulu strategi membawa koper di transportasi umum, karena naik bus penuh dengan koper adalah ujian kesabaran tersendiri.

Feri pelabuhan dan penyeberangan ke pulau sebelah

Feri di Malta ada dua jenis dengan fungsi berbeda, dan keduanya sering tertukar di kepala orang yang baru datang. Yang pertama adalah feri penumpang di dalam area pelabuhan, yang menyambungkan ibu kota dengan kota-kota di seberang teluk. Penyeberangan ini pendek dan jadi jalan pintas yang jauh lebih menyenangkan daripada mengitari teluk dengan bus.

Yang kedua adalah penyeberangan ke Gozo, pulau sebelah yang lebih hijau dan lebih sepi. Feri ini berangkat dari pelabuhan di ujung utara, bukan dari ibu kota, jadi kamu masih butuh bus atau taksi untuk sampai ke dermaganya. Banyak orang mengira Gozo bisa dicapai langsung dari pusat kota.

  • Pastikan pelabuhan mana yang dipakai rutemu sebelum memesan taksi, karena nama pelabuhan di Malta mirip-mirip dan mudah tertukar.
  • Untuk perjalanan sehari ke Gozo, pilih penyeberangan pagi dan jangan menargetkan kapal terakhir untuk pulang.
  • Bawa lapisan penahan angin, karena udara di dek terbuka terasa berbeda dari di darat.

Lalu lintas berjalan di jalur kiri

Malta lama berada di bawah pemerintahan Inggris, dan salah satu warisannya terasa setiap kali kamu mau menyeberang: lalu lintas berjalan di jalur kiri. Untuk pembaca dari Indonesia ini sebenarnya kabar baik, karena arahnya sama dengan di rumah. Masalah muncul kalau Malta bukan satu-satunya negara dalam perjalananmu. Begitu kamu datang dari negara Eropa daratan yang memakai jalur kanan, refleks menyeberangmu sudah ikut berubah selama beberapa hari terakhir, dan di titik itulah orang paling mudah salah lihat arah.

  • Saat turun dari bus, berhenti dulu di tepi jalan, jangan langsung melipir ke depan bus.
  • Hati-hati saat keluar dari taksi, karena pintu yang kamu pakai berada di sisi yang berbeda dari kebiasaanmu di kota lain.

Jalan desa sempit dan kenapa menyewa mobil bukan jalan pintas

Banyak orang berpikir jawaban untuk semua hal di atas adalah menyewa mobil. Di Malta, itu belum tentu mempermudah. Jalan di desa-desa tua dibangun jauh sebelum mobil ada, jadi lebarnya kadang hanya cukup untuk satu kendaraan, dengan dinding batu di kedua sisi dan tanpa tempat berputar. Di kota pantai, mencari parkir saat musim ramai bisa lebih lama daripada perjalanannya sendiri. Kalau tujuanmu kebanyakan di kota dan sepanjang jalur bus utama, kombinasi bus, feri, dan taksi aplikasi biasanya sudah cukup.

Kalau kamu tetap memutuskan menyewa mobil, pahami dulu urusan asuransi dan deposit lewat panduan menyewa mobil di luar negeri, karena bagian itulah yang paling sering bikin kaget di loket.

Taksi aplikasi dan taksi resmi

Taksi aplikasi ada di Malta dan jadi penyelamat untuk tiga situasi: pergi atau tiba dari bandara dengan koper, pulang malam setelah bus terakhir, dan hari ketika bus terus melintas dalam keadaan penuh. Download aplikasinya dan siapkan metode pembayaran sebelum berangkat, supaya kamu tidak mengurus itu di pinggir jalan. Taksi resmi berpelat khusus juga tersedia, terutama di bandara dan pelabuhan. Pastikan cara menghitungnya jelas sejak awal, bukan setelah kamu sampai.

Ritme harian dan satu catatan sebelum berangkat

Pola paling nyaman di Malta bukan mengejar banyak tempat dalam satu hari, tetapi memilih satu kawasan per hari lalu menjelajahinya dengan jalan kaki setelah satu kali perjalanan bus. Pola ini mengurangi risiko terjebak menunggu bus penuh. Hari penyeberangan ke pulau sebelah sebaiknya jadi satu-satunya agenda besar. Satu catatan pembatas: semua saran di sini untuk perjalanan wisata, bukan untuk rencana tinggal jangka panjang.

Sebelum rencana transportasi ini berarti, satu hal administratif tetap harus beres. Paspormu wajib berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat. Malta bagian dari wilayah Schengen, jadi aturan 90 hari dalam 180 hari juga berlaku untuk perjalananmu. Bawa juga uang tunai secukupnya, karena warung kecil di desa belum tentu menerima kartu.

Berkas yang perlu kamu siapkan ada rinciannya di panduan syarat visa turis Malta untuk WNI, dan sebaiknya bagian itu kamu beresi dulu sebelum sibuk menghafal nomor rute bus.

Begitu kamu menerima bahwa Malta bergerak dengan bus dan feri, bukan dengan kereta, sisanya jadi mudah. Berangkat lebih awal, jangan menargetkan kapal atau bus terakhir, dan biarkan satu kawasan per hari jadi patokan. Dengan ritme itu, tidak menyewa mobil justru terasa seperti keputusan yang paling santai.