Schengen

Itinerary Malta untuk WNI: Valletta, Mdina, dan Tiga Kota dalam Satu Rute

Malta kecil, tapi tempo perjalanannya diatur jadwal bus dan feri pelabuhan, bukan jarak. Ini urutan hari yang masuk akal untuk Valletta, Mdina dan Rabat, serta Tiga Kota dari satu basis di pesisir.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Itinerary Malta untuk WNI: Valletta, Mdina, dan Tiga Kota dalam Satu Rute

Foto oleh Rhamely di Unsplash

Malta itu negara kepulauan kecil, tapi jangan tertipu peta. Jaraknya memang pendek, namun tempomu di sana ditentukan jadwal bus dan feri pelabuhan, bukan jarak. Rute Valletta, Mdina, dan Tiga Kota bisa terasa santai kalau urutannya benar, atau penuh menunggu kalau kamu menyusunnya seperti perjalanan antarkota di benua Eropa.

Kenapa rute Malta tidak bisa disusun seperti rute lintas negara

Di rute Eropa daratan, kamu berpindah dengan kereta antarnegara yang berangkat sering dan punya jam pasti, dan setiap kota berarti hotel baru. Malta bekerja dengan logika lain. Semua titik utama ada di satu pulau yang bisa kamu lintasi dalam hitungan jam, jadi kamu tidak perlu berpindah penginapan sama sekali. Yang menggantikan kereta adalah jaringan bus yang hampir semuanya bertemu di terminal depan gerbang Valletta, ditambah feri penyeberangan pelabuhan.

Akibatnya, yang kamu hitung bukan lagi lama tempuh, melainkan jeda antarkeberangkatan. Titik yang sebenarnya dekat bisa menelan waktu panjang kalau rutenya menuntut ganti bus, sementara titik yang tampak terpisah air justru paling cepat dijangkau.

Kalau kamu biasa membagi hari dengan pola satu kota satu malam, bandingkan dulu dengan pendekatan di itinerary Eropa 14 hari lintas Schengen supaya kamu paham kenapa rute Malta justru menolak pola itu.

Basis menginap di pesisir Sliema dan St Julian

Pilihan paling masuk akal adalah menginap di satu tempat untuk seluruh perjalanan, dan pesisir di seberang Valletta adalah kandidat terkuat. Sliema dan St Julian bersebelahan, menghadap pelabuhan, dan punya pilihan penginapan paling banyak dibanding kawasan lain di pulau utama.

  • Sliema lebih tenang, nyaman untuk berjalan di tepi laut, dan punya feri yang menyeberang langsung ke Valletta tanpa memutar lewat jalan darat.
  • St Julian lebih ramai dan tempat makannya buka sampai malam, cocok kalau kamu sering pulang larut.
  • Keduanya dilintasi banyak bus, jadi kamu tidak terikat satu jalur kalau jadwal yang kamu tuju sudah lewat.
  • Menginap di dalam Valletta memang romantis, tapi pilihan kamarnya terbatas dan kota itu jauh lebih sepi setelah toko tutup.

Pola menginap di satu titik lalu menyebar setiap hari juga dipakai di rute lain, misalnya di rute tiga kota Belanda dari satu basis yang sama-sama mengandalkan transportasi umum jarak pendek.

Valletta, satu hari penuh dengan kaki

Valletta itu kota berbenteng yang seluruhnya bisa kamu jelajahi dengan jalan kaki, dan di situ justru tantangannya. Jalannya menurun dan menanjak tajam, sebagian berupa tangga panjang, jadi rencanakan hari ini saat kakimu masih segar, bukan di hari terakhir ketika kamu sudah lelah.

Berikan satu hari penuh kalau kamu ingin masuk ke bangunan utamanya, termasuk katedral dan museum. Kalau kamu tipe yang cukup melihat dari luar lalu menutup hari di taman ujung benteng yang menghadap pelabuhan, setengah hari sudah cukup dan sisanya bisa kamu pindahkan ke seberang.

Valletta bukan kota yang dilewati, tapi kota yang dinaiki dan dituruni, dan kakimu akan mengingat itu besok pagi.

Mdina dan Rabat, cukup setengah hari yang tenang

Mdina ada di dataran tinggi tengah pulau. Kota ini kecil, bertembok, dan nyaris tanpa kendaraan di dalamnya, sehingga suasananya sangat berbeda dari pesisir. Rabat menempel persis di luar temboknya dan biasanya luput dari rencana orang, padahal justru di sinilah kamu bisa makan dengan lebih tenang dan melihat sisi yang tidak dipenuhi pengunjung.

Dua tempat ini realistis dirangkai sebagai setengah hari. Bus ke arah sini berangkat dari terminal di depan gerbang Valletta, jadi kalau basismu di pesisir, kamu akan berganti kendaraan di sana. Satu tips praktis: Mdina paling enak dilihat saat lampu mulai menyala dan rombongan harian sudah pulang, tapi kamu tetap butuh bus terakhir untuk kembali. Cek jadwal pulangnya sebelum memutuskan berlama-lama.

Tiga Kota di seberang pelabuhan

Tiga Kota, yaitu Vittoriosa, Senglea, dan Cospicua, ada di seberang Valletta dan dipisahkan oleh air. Isinya galangan tua, dermaga perahu, gang sempit, dan benteng yang menghadap balik ke Valletta. Banyak orang melewatkannya karena merasa butuh perjalanan tambahan, padahal inilah bagian rute yang paling hemat tenaga.

Setengah hari sudah cukup kalau kamu fokus berjalan di tepi air dan masuk ke satu atau dua bangunan saja. Waktu terbaiknya sore, karena cahaya jatuh ke arah Valletta. Kawasan ini juga bisa disambung dengan hari Valletta: pagi dan siang di dalam kota, lalu menyeberang untuk melihatnya dari luar.

Kapan memakai feri pelabuhan dan kapan tetap naik bus

Ini keputusan yang paling menentukan tempomu. Patokannya sederhana: kalau tujuanmu di seberang air, feri hampir selalu lebih masuk akal.

  • Dari Sliema ke Valletta, pakai feri. Jalur darat harus memutar mengikuti bentuk pelabuhan, sedangkan feri menyeberang lurus.
  • Dari Valletta ke Tiga Kota, pakai feri. Ini penyeberangan pendek dan menghemat satu kali ganti bus.
  • Menuju Mdina dan Rabat, pakai bus. Tujuan ini ada di tengah pulau dan tidak ada air yang perlu diseberangi.
  • Menuju pesisir atau kota kecil lain di pulau yang sama, pakai bus, dan terima kenyataan bahwa kamu mungkin perlu transit di terminal Valletta.
  • Kalau cuaca sedang berangin kencang, siapkan rencana bus sebagai cadangan, karena layanan penyeberangan bisa terganggu.

Satu catatan: turun dari feri berarti kamu masih harus menanjak lewat tangga atau lift benteng untuk mencapai jalan utama kota. Bawa air dan jangan memakai sandal licin.

Urutan hari yang masuk akal

  1. Hari pertama, santai di pesisir dekat basismu. Penerbangan dari Indonesia pasti memakai transit, jadi jangan isi hari ini dengan apa pun yang butuh tiket masuk.
  2. Hari kedua, Valletta sehari penuh dengan jalan kaki, ditutup di benteng yang menghadap pelabuhan.
  3. Hari ketiga, Mdina dan Rabat setengah hari, sisanya istirahat atau menyusuri tepi laut dekat penginapan.
  4. Hari keempat, Tiga Kota di sore hari, diawali pagi yang santai atau satu titik pesisir tambahan.
  5. Hari kelima, hari lentur. Pakai untuk mengulang tempat favoritmu, menyeberang ke pulau tetangga, atau sebagai cadangan kalau cuaca sempat mengganggu.

Sebelum mengunci urutan ini, periksa dulu hari apa saja yang berpotensi membuat museum dan toko tutup, seperti dibahas di panduan jam buka toko dan hari libur di negara tujuan karena rute pendek paling mudah rusak oleh hal sepele seperti itu.

Musim dan beberapa catatan dari sisi WNI

Musim panas di belahan bumi utara berlangsung kira-kira Juni sampai Agustus, dan itu periode tersibuk sekaligus paling terik di Malta. Kalau kamu mau rute berjalan kaki seperti di atas terasa nyaman, pertimbangkan sekitar April sampai Mei atau sekitar September sampai Oktober. Musim dingin kira-kira Desember sampai Februari lebih sepi dan lebih berangin, dan angin itulah yang kadang mengganggu penyeberangan.

  • Tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, atau Bali, jadi hitung transit sebagai bagian dari hari perjalanan, bukan bonus.
  • Makanan halal paling mudah dicari di kawasan ramai seperti St Julian, sementara pilihan vegetarian dan seafood ada nyaris di mana saja. Tandai beberapa tempat sebelum berangkat.
  • Sisihkan pos anggaran khusus untuk transportasi harian, karena di rute ini kamu sering naik bus dan feri dalam satu hari.
  • Simpan jadwal keberangkatan terakhir di catatan gadget-mu, jangan mengandalkan sinyal saat sudah berdiri di halte.

Paspor dan visa sebelum rute ini dikunci

Malta termasuk wilayah Schengen, jadi pemegang paspor Indonesia perlu visa turis sebelum berangkat. Pastikan paspormu berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal keberangkatan, karena inilah kekeliruan hitung yang paling sering terjadi. Aturan lama tinggal tetap 90 hari dalam periode 180 hari, dan asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal EUR 30.000 tetap menjadi syarat berkas.

Daftar berkas dan hal khas yang perlu kamu siapkan untuk pengajuan ke negara ini sudah dirangkum terpisah di syarat visa turis Malta untuk WNI termasuk cara menuliskan rute kepulauan di dalam formulirnya.

Dengan rute seperti ini, Malta jadi perjalanan yang jarang membuatmu terburu-buru. Jaraknya pendek, basismu cuma satu, dan satu-satunya hal yang perlu kamu hormati adalah jadwal bus dan feri yang mengatur tempo pulau ini.