Schengen

Itinerary Islandia Singkat untuk WNI: Reykjavik dan Pesisir Selatan

Cuti kamu cuma seminggu tapi tetap ingin ke Islandia? Pesisir selatan berbaris di satu jalan, dan satu-satunya keputusan besarmu adalah sampai mana melaju ke timur sebelum berbalik.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Itinerary Islandia Singkat untuk WNI: Reykjavik dan Pesisir Selatan

Foto oleh Niklas Jonasson di Unsplash

Cuti pendek bukan alasan untuk membatalkan Islandia. Yang perlu diubah bukan negaranya, melainkan ambisinya. Kalau jatah liburmu pendek dan separuhnya sudah habis untuk penerbangan panjang dari Jakarta dengan transit, kamu tetap bisa melihat bagian Islandia yang paling sering muncul di foto orang. Rahasianya cuma satu: berhenti berpikir memutar pulau, dan mulai berpikir satu garis ke timur lalu pulang.

Pesisir selatan Islandia punya keistimewaan yang jarang dimiliki daerah wisata lain. Hampir semua titik terkenalnya berbaris di satu jalan utama yang sama, berurutan, tanpa percabangan. Air terjun, pantai berpasir hitam, lidah gletser, sampai danau penuh bongkahan es, semuanya menempel di jalur itu. Jadi itinerary-mu tidak berbentuk peta, tapi berbentuk daftar: titik mana saja yang kamu ambil sebelum harus berbalik.

Kenapa pesisir selatan masuk akal untuk liburan singkat

Pertama, basisnya jelas. Kamu mendarat di bandara yang melayani ibu kota, dan Reykjavik ada di ujung barat jalur ini, jadi kamu tidak perlu memindahkan koper hanya untuk sampai ke garis start. Kedua, urutan titiknya kumulatif. Kalau waktumu habis, kamu tidak kehilangan apa pun yang sudah dilewati, kamu hanya belum sampai ke yang berikutnya.

Sifat kumulatif itu penting. Setiap titik yang kamu ambil tetap bisa langsung dibalik arah menuju pangkalanmu, tanpa risiko terjebak di sisi pulau yang jauh dari bandara.

Kalau ternyata cutimu lebih panjang dari dugaan dan kamu penasaran dengan pola rute yang lain, bahasan Ring Road Islandia untuk WNI sudah membandingkan pilihan memutar penuh dan berpangkalan di satu kota.

Titik balik, satu keputusan yang menentukan seluruh rencana

Inilah hitungan yang paling sering dilewatkan orang. Daya tarik pesisir selatan justru semakin kuat semakin jauh kamu ke timur, tapi setiap titik tambahan harus dibayar dua kali, sekali saat pergi dan sekali saat pulang. Jadi pertanyaan sebenarnya bukan titik apa yang ingin kamu lihat, melainkan sampai mana kamu bersedia melangkah sebelum berbalik.

Lapis pertama, masih terasa dekat

Air terjun Seljalandsfoss dan Skogafoss ada di lapis paling dekat. Keduanya bisa dicapai dan ditinggalkan dalam satu hari penuh tanpa perlu menginap di luar Reykjavik, dan itu sudah cukup memberi kamu gambaran Islandia yang paling ikonik.

Lapis kedua, batas nyaman bagi banyak orang

Sedikit lebih ke timur ada pantai berpasir hitam Reynisfjara dengan tiang-tiang batu di lautnya, kota kecil Vik sebagai tempat bermalam, dan lidah gletser Solheimajokull yang bisa didekati bersama pemandu. Lapis ini menuntut satu malam di luar ibu kota, tapi memberi tiga lanskap yang benar-benar berbeda.

Lapis ketiga, ambisius tapi ada harganya

Jauh di timur ada danau gletser dengan bongkahan es terapung dan pantai tempat pecahan esnya terdampar. Ini pemandangan paling dramatis di seluruh jalur. Tapi mengambilnya berarti perjalananmu melaju jauh lebih lama dari lapis kedua, dan pulangnya kamu harus menempuh seluruh rentang itu lagi. Banyak orang memaksakannya ke cuti pendek, lalu sadar separuh liburannya habis menatap jalan.

Lapis ketiga bukan soal mampu atau tidak, tapi soal apakah kamu rela menukar dua lapis sebelumnya dengan satu pemandangan.

Aturan sederhana untuk menentukan titik balikmu

  1. Hitung dulu hari yang benar-benar utuh, artinya hari tanpa penerbangan dan tanpa beres-beres koper.
  2. Kalau hari utuhmu cuma satu atau dua, berhenti di lapis pertama dan nikmati ibu kotanya.
  3. Kalau kamu bersedia menginap sekali di luar ibu kota, ambil lapis kedua sebagai titik balik.
  4. Baru kalau ada ruang bermalam lebih dari sekali di luar ibu kota, pertimbangkan lapis ketiga.
  5. Terakhir, sisakan satu hari penyangga sebelum penerbangan pulang, bukan hari yang isinya perjalanan jauh.

Hari penyangga itu bukan kemewahan. Cuaca di pesisir selatan bisa memaksa jalan ditutup tiba-tiba, dan satu penutupan saja cukup menggeser seluruh rencanamu.

Soal kendaraannya sendiri, mulai dari apa yang harus kamu siapkan sampai hal yang bikin orang kaget di hari pertama, sudah dibahas tersendiri di panduan menyewa mobil di Islandia sehingga artikel ini tidak mengulangnya.

Pindah menginap atau bertahan di satu basis

Patokannya sederhana. Kalau titik balikmu ada di lapis pertama, bertahan di ibu kota jauh lebih nyaman, karena pilihan makan dan belanja di sana paling lengkap dan kamu tidak perlu bongkar koper setiap pagi.

Begitu titik balikmu masuk lapis kedua atau lebih, menginap di luar ibu kota berubah dari pilihan menjadi keharusan. Alasannya bukan soal jauhnya, tapi soal mutu hari berikutnya: pagimu dimulai dari posisi yang sudah maju, bukan dari nol lagi.

Satu catatan praktis: penginapan di kota kecil sepanjang jalur itu terbatas dan cepat penuh di musim puncak. Booking tempat tidurmu di luar ibu kota lebih awal daripada yang di Reykjavik.

Musim mengubah seberapa jauh kamu bisa melangkah

Jangkauan timurmu tidak tetap sepanjang tahun. Musim panas di belahan bumi utara kira-kira Juni sampai Agustus, dan di periode itu siang terasa jauh lebih panjang sehingga satu hari bisa memuat lebih banyak titik. Sebaliknya, sekitar November sampai Februari siangnya pendek dan cuaca lebih sering memaksa kamu mengubah rencana di tempat.

Artinya titik balik yang realistis di bulan Juli belum tentu realistis di bulan Januari, meski jumlah hari cutimu sama. Kalau kamu berangkat di musim gelap, turunkan satu lapis dari ambisi awalmu.

Kalau alasan utamamu datang di musim gelap justru untuk melihat cahaya utara, pertimbangan memilih basis menginap ada di panduan berburu aurora Nordik dan itu bisa mengubah lapis mana yang sebaiknya kamu pilih.

Makan halal dan bekal di sepanjang jalur

Di luar ibu kota, pilihan makan di jalur ini terbatas. Jangan mengandalkan menemukan rumah makan yang cocok di tengah perjalanan, karena permukimannya jarang dan banyak tempat tutup lebih awal di luar musim puncak.

  • Belanja bekal di ibu kota sebelum berangkat ke timur, bukan di kota kecil tujuan.
  • Andalkan hasil laut dan sayur segar, karena ikan adalah bahan paling lazim di sana.
  • Baca label produk olahan, dan kalau ragu soal gelatin atau lemak hewani, pilih yang berbahan nabati.
  • Bawa botol air isi ulang, karena air keran di Islandia memang untuk diminum dan ini menekan budget harianmu.
  • Siapkan camilan padat di mobil, sebab berhenti di titik wisata sering lebih lama dari dugaan.

Berkas perjalanan yang bikin rencana ini berarti

Semua hitungan titik balik di atas baru berguna kalau izin masukmu beres. Islandia ada di wilayah Schengen, jadi pemegang paspor Indonesia perlu visa turis, dan ketentuan tinggal maksimal sembilan puluh hari dalam periode seratus delapan puluh hari berlaku untuk seluruh wilayah itu. Catatan ini khusus perjalanan wisata, bukan urusan izin jenis lain.

Paspor harus masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulangmu, bukan dari tanggal berangkat. Asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal EUR 30.000 juga wajib ada. Dan itinerary yang kamu lampirkan sebaiknya mencerminkan rencana titik balik yang sudah kamu putuskan, supaya nama penginapan dan tanggalnya konsisten.

Rincian berkas, urutan pengajuan, dan hal yang bikin pengajuan tersendat ada di syarat visa turis Islandia untuk WNI dan sebaiknya kamu baca sebelum mengunci tanggal penerbangan.

Kesalahan yang paling sering menggagalkan rencana pendek

  • Menyusun daftar titik tanpa pernah menetapkan titik balik, sehingga rencananya terus melar.
  • Memasukkan lapis ketiga padahal hari utuhnya hanya cukup untuk lapis kedua.
  • Menaruh perjalanan terjauh di hari terakhir sebelum penerbangan pulang.
  • Menganggap siang di musim gelap sama panjangnya dengan di musim panas.
  • Memesan penginapan di ibu kota lebih dulu lalu bingung mencari tempat bermalam dekat titik balik.

Benang merahnya satu: kesalahan terbesar bukan salah memilih tempat, tapi menolak mengakui bahwa cutinya pendek.

Satu kalimat yang bisa kamu pegang

Tentukan titik baliknya lebih dulu, lalu isi hari-harinya ke arah titik itu. Cuti pendek tetap bisa terasa penuh, karena kamu memilih melihat sedikit titik dengan tenang daripada banyak titik dari balik kaca. Pesisir selatan Islandia memberi hadiah besar untuk orang yang berani berhenti lebih awal.