Ring Road Islandia untuk WNI: Memutar Penuh atau Pakai Pangkalan
Satu pulau, satu jalan utama, tapi dua pola perjalanan yang hasilnya jauh berbeda. Begini cara memilih antara memutar penuh dan menetapkan pangkalan tanpa kelelahan menumpuk.

Foto oleh Christopher Izquierdo di Unsplash
Islandia cuma punya satu jalan utama, dan itu justru yang membuat perencanaannya terasa mudah padahal tidak. Ring Road melingkari pulau dan kembali ke titik awal, jadi seolah-olah kamu tinggal mengikutinya sampai habis. Keputusan yang sebenarnya menentukan nyaman atau tidaknya perjalananmu bukan urutan kota, melainkan satu hal lain: apakah kamu memutar penuh satu arah, atau menetapkan satu sampai dua pangkalan lalu bolak-balik dari situ.
Perbedaan itu kelihatan sepele di peta, tapi dampaknya besar pada berapa lama kamu duduk di balik kemudi setiap hari, seberapa rapuh rencanamu terhadap ruas jalan yang ditutup, dan seberapa cepat lelah menumpuk sampai liburan berubah jadi tugas menyetir.
Dua pola yang sebenarnya kamu pilih
Pola pertama adalah memutar penuh. Kamu mulai dari ibu kota, bergerak terus ke satu arah, dan setiap malam tidur di penginapan yang berbeda sampai lingkarannya tertutup. Pola kedua adalah pangkalan. Kamu memilih satu atau dua titik menginap, tinggal beberapa malam di masing-masing, dan menjelajah keluar-masuk dari situ tanpa harus memindahkan koper.
Keduanya sah. Yang salah adalah memilih pola pertama lalu memesan penginapan dengan logika pola kedua. Dari situ muncul hari-hari yang isinya cuma mengejar waktu check-in.
Kalau kamu belum menyelesaikan urusan berkasnya, mulai dari syarat visa turis Islandia untuk WNI dulu, karena rencana rute justru ikut dinilai di tahap itu.
Yang kamu dapat dan korbankan kalau memutar penuh
Memutar penuh memberi hal yang tidak bisa ditiru pola pangkalan: kamu melihat semua sisi pulau, dan tiap sisi punya wajah yang benar-benar beda. Pantai berpasir hitam di selatan, fjord sempit di timur, dataran berkawah di utara, semuanya masuk dalam satu garis perjalanan.
- Jarak harian di balik kemudi jauh lebih panjang daripada pola pangkalan, dan hampir tidak ada hari kosong untuk istirahat
- Koper dibongkar dan dimuat ulang hampir setiap hari, yang terasa melelahkan jauh sebelum setengah lingkaran
- Rencanamu jadi kaku, karena penginapan malam berikutnya sudah dipesan di kota yang berjarak jauh ke depan
- Kalau satu ruas ditutup, kamu tidak bisa sekadar mundur ke penginapan tadi malam, sebab penginapan itu sudah tertinggal di belakang
Pola ini paling masuk akal kalau waktumu memang panjang dan kamu berangkat di musim panas kira-kira Juni sampai Agustus, saat jalannya paling bersahabat dan jam terang paling banyak.
Yang kamu dapat dan korbankan kalau pakai pangkalan
Pola pangkalan menukar cakupan dengan ketenangan. Kamu tidak akan melihat seluruh pulau, tapi kamu akan benar-benar melihat bagian yang kamu kunjungi, dan kamu punya ruang untuk menunda satu rencana ke hari berikutnya tanpa merusak apa pun.
- Koper tinggal di satu tempat, dan paginya kamu langsung jalan tanpa ritual packing
- Jarak harian jadi relatif lebih pendek, dan kamu bisa memilih jalan keluar yang mana sesuai kondisi hari itu
- Kalau satu ruas tertutup, kamu masih bisa memutar ke tujuan lain dari pangkalan yang sama
- Sebagian wilayah jelas terlewat, dan ada rasa menyesal kalau kamu tipe yang ingin melihat semuanya
Cara memilih titik pangkalan sendiri sudah dibahas lebih dalam di tulisan tentang memilih basis perjalanan di kawasan Nordik, dan logikanya sama persis di sini.
Jarak di balik kemudi yang menumpuk tanpa terasa
Kelelahan menyetir di Islandia tidak datang dari satu hari yang berat, tapi dari beberapa hari sedang yang disusun berurutan. Jalannya indah, jadi kamu tidak merasa lelah sampai tiba-tiba merasa. Angin samping di ruas terbuka memaksa tangan terus bekerja, dan itu jauh lebih menguras daripada menyetir di jalan tol yang kamu kenal di Indonesia.
Patokan praktisnya bukan angka, tapi pertanyaan sederhana: apakah kamu masih punya tenaga untuk berhenti dan turun dari mobil saat melihat sesuatu yang bagus. Begitu jawabannya tidak, rutemu terlalu rapat, tidak peduli polanya apa.
Rute yang bagus di Islandia bukan rute yang paling banyak titiknya, tapi rute yang masih memberimu tenaga untuk berhenti.
Ruas tertutup angin dan salju
Ini bagian yang paling sering diabaikan pemesan tiket dari jauh. Jalan di Islandia bisa ditutup, bukan karena jarang, tapi karena memang begitulah cara pulau itu bekerja. Penyebabnya bisa angin kencang, badai salju, jarak pandang yang hilang, atau kombinasi ketiganya. Penutupan bisa berlangsung singkat, bisa juga memakan sisa harimu.
Yang perlu kamu lakukan cuma satu hal, tapi wajib: periksa status jalan dan peringatan cuaca lewat kanal resmi Islandia setiap pagi sebelum menyetir, dan periksa lagi sebelum masuk ruas yang jauh dari permukiman. Jangan mengandalkan aplikasi peta biasa, karena peta tidak tahu jalan sedang ditutup.
- Cek status jalan resmi pagi hari, sebelum check-out dari penginapan
- Tentukan rencana cadangan untuk hari itu, berupa tujuan lain yang arahnya berbeda
- Sisakan satu malam lentur di dekat bandara menjelang pulang, supaya penutupan jalan tidak mengancam penerbanganmu
Pola pangkalan memaafkan penutupan jalan. Pola memutar penuh tidak, karena setiap hari kamu harus sampai ke kota berikutnya.
Arah putaran kalau kamu memilih memutar penuh
Kalau pilihanmu memutar penuh, masih ada satu keputusan lagi: ke arah mana. Bergerak lewat sisi selatan lebih dulu berarti kamu menemui bagian yang paling padat tujuan saat tenaga masih penuh, tapi juga saat jalannya paling ramai. Mengambil arah sebaliknya membuat kamu melewati sisi yang lebih lengang dulu, dan menyimpan bagian paling ramai untuk hari-hari terakhir.
Pertimbangan yang lebih menentukan sebenarnya penerbangan. Dari Jakarta, Bali, atau Surabaya kamu akan tiba setelah penerbangan panjang dengan satu sampai dua transit, dan hari pertama biasanya tidak layak dipakai menyetir jauh. Letakkan hari paling ringan di awal, ke arah mana pun putaranmu.
Musim menentukan pola mana yang realistis
Di musim panas, kira-kira Juni sampai Agustus, dua pola sama-sama bisa dijalankan dan memutar penuh jadi pilihan yang wajar. Mendekati musim dingin, kira-kira Desember sampai Februari, kondisi jalan dan jam terang membuat pola pangkalan hampir selalu lebih bijak. Musim peralihan di sekitar April sampai Mei atau September ada di tengah, dan di situ kamu paling perlu rencana cadangan.
Tidak ada jaminan cuaca di bulan tertentu, jadi perlakukan patokan bulan sebagai kecenderungan, bukan janji.
Kalau ini perjalanan pertamamu ke negara empat musim, ada baiknya membaca persiapan liburan musim dingin untuk pertama kali sebelum memutuskan berangkat di luar musim panas.
Sisi yang khas untuk pemegang paspor Indonesia
Islandia masuk kawasan Schengen, jadi perjalanan ini dihitung dalam aturan 90 hari dalam 180 hari, dan asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal EUR 30.000 tetap jadi syarat. Pastikan juga paspormu masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat. Catatan ini berlaku untuk perjalanan wisata, dan rute yang kamu susun di sini sekaligus berguna sebagai bahan itinerary yang kamu lampirkan saat mengurus berkasnya.
- Siapkan SIM internasional dan konfirmasi syarat penyewa dari perusahaan rental sebelum membayar
- Anggarkan dalam rupiah dengan kelonggaran, karena biaya di luar penginapan dan bahan bakar mudah membengkak di jalan
- Makanan halal paling aman ditangani dengan memasak sendiri di penginapan berdapur, ditambah stok bekal dari supermarket besar
- Simpan salinan booking penginapan dan itinerary di perangkat yang tidak bergantung sinyal
Soal izin menyetirnya, baca lebih lanjut di panduan SIM internasional untuk menyetir saat liburan supaya tidak tertahan di konter rental.
Cara memutuskan dalam beberapa langkah
- Hitung jumlah malam yang benar-benar ada di Islandia, tidak termasuk hari tiba dan hari pulang
- Kalau malamnya terasa sedikit, langsung pilih pola pangkalan dan jangan memaksa memutar penuh
- Kalau malamnya cukup banyak dan kamu berangkat di musim panas, susun putaran penuh dengan satu hari tanpa agenda di tengah
- Pesan penginapan yang bisa dibatalkan untuk malam-malam di ruas yang paling rentan ditutup
- Catat satu tujuan cadangan untuk setiap hari menyetir, lalu simpan daftarnya offline
Begitu kamu jujur soal berapa malam yang kamu punya, keputusannya hampir memilih dirinya sendiri, dan sisa energimu bisa dipakai untuk menikmati jalan, bukan mengejarnya.