Asia

Isan Thailand Timur Laut untuk WNI: Rute Wisata Jauh dari Turis

Isan adalah bagian Thailand yang hampir tidak pernah masuk paket liburan orang Indonesia, padahal di sanalah kuliner, kuil batu, dan tepi Sungai Mekong berkumpul. Artikel ini menyusun cara masuk, ritme perjalanan, dan siapa yang cocok datang ke sana.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Isan Thailand Timur Laut untuk WNI: Rute Wisata Jauh dari Turis

Foto oleh Kittitep Khotchalee di Unsplash

Thailand punya wilayah yang hampir tidak pernah disebut di rencana liburan orang Indonesia. Namanya Isan, dataran luas di timur laut yang dipisahkan pegunungan dari Thailand tengah dan berbatasan dengan Laos serta Kamboja. Di sinilah sebagian besar penduduk Thailand berasal, tapi hampir tidak ada rombongan turis yang datang. Kalau kamu sudah pernah ke Bangkok, sudah pernah ke Phuket atau Krabi, dan mulai merasa Thailand itu-itu saja, Isan adalah jawaban yang jarang ditawarkan agen perjalanan.

Isan bukan tujuan yang cantik dalam pengertian kartu pos. Tidak ada pantai, tidak ada pusat perbelanjaan raksasa, dan penanda jalan berbahasa Inggris jauh lebih jarang. Yang ada adalah kota provinsi berukuran sedang, kuil yang bentuknya bukan gaya Bangkok, pasar pagi yang benar-benar dipakai penduduk setempat, dan Sungai Mekong yang mengalir jadi garis perbatasan. Buat traveler yang sudah bosan antre foto, itu justru dayanya.

Kenapa Isan hampir selalu terlewat

Alasannya bukan karena wilayahnya sulit, tapi karena tidak pernah dipasarkan. Paket wisata dari Indonesia menyusun rute yang paling gampang dijual, dan Isan tidak masuk kategori itu.

  • Tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke kota mana pun di Isan, jadi selalu perlu sambungan lewat Bangkok
  • Bahasa harian di sini lebih dekat ke bahasa Laos ketimbang bahasa Thai baku, dan bahasa Inggris jarang terdengar di luar penginapan
  • Daya tariknya menyebar di banyak provinsi, bukan menumpuk di satu kota, sehingga sulit diringkas jadi brosur
  • Tidak ada ikon tunggal yang langsung dikenali orang seperti kuil emas atau pantai berpasir putih

Kalau kamu justru sedang mencari rute Thailand yang aman dan padat, versi standarnya sudah dibahas di itinerary Thailand 7 hari yang menggabungkan kota dan pantai, dan Isan sebaiknya diperlakukan sebagai perjalanan terpisah, bukan tempelan di akhir rute itu.

Cara masuk ke Isan dari Indonesia

Pola yang paling masuk akal adalah memakai Bangkok sebagai gerbang, lalu berpindah ke timur laut dengan penerbangan domestik pendek atau kereta malam. Isan punya beberapa bandara provinsi yang dilayani maskapai domestik, dan jaringan kereta dari Bangkok menembus wilayah ini sampai ke tepi Mekong.

  1. Terbang dari Jakarta, Surabaya, atau Bali ke Bangkok seperti biasa
  2. Pilih sambungan ke salah satu kota Isan lewat penerbangan domestik, atau naik kereta malam kalau kamu ingin menghemat satu malam penginapan
  3. Jadikan satu kota sebagai basis, lalu jelajahi provinsi sekitarnya dengan bus antarkota atau mobil sewaan dengan sopir
  4. Sisakan satu malam terakhir kembali di Bangkok supaya penerbangan pulang ke Indonesia tidak mepet

Perlu diingat, jarak antarprovinsi di Isan terasa jauh dan perpindahan darat memakan waktu. Jangan menyusun rencana yang memindahkan kamu ke kota baru setiap hari. Dua atau tiga basis saja sudah cukup untuk perjalanan seminggu, dan sisanya dipakai untuk perjalanan sehari pulang pergi.

Kuliner Isan dan catatan untuk traveler Indonesia

Banyak makanan yang kamu kenal sebagai makanan Thailand sebenarnya berasal dari Isan. Salad pepaya muda, salad daging cincang berbumbu, dan ketan yang dimakan dengan tangan adalah menu harian di sini, bukan sajian turis. Rasanya lebih tajam, lebih asam, dan lebih pedas ketimbang versi yang disajikan di restoran Bangkok.

  • Ketan diperlakukan sebagai makanan pokok, bukan pelengkap, dan disajikan dalam keranjang anyaman
  • Bumbu ikan fermentasi dipakai luas dan aromanya kuat, jadi tanyakan dulu kalau kamu tidak terbiasa
  • Ayam bakar dan daging panggang gampang ditemukan di pinggir jalan dan biasanya lebih ramah untuk lidah yang belum siap pedas
  • Pasar pagi di kota provinsi adalah tempat terbaik mencoba banyak hal sekaligus dalam porsi kecil

Soal daging babi yang lazim dipakai di banyak menu Isan, cara menyiasatinya sama dengan di negara lain dan dibahas terpisah di panduan mencari makanan halal saat liburan ke luar negeri, termasuk kebiasaan bertanya sebelum memesan dan mencari rumah makan milik komunitas muslim setempat.

Kuil yang bentuknya tidak seperti Thailand tengah

Isan pernah berada di lingkup budaya Khmer, dan jejaknya masih berdiri berupa kompleks batu yang lebih mirip candi ketimbang kuil emas. Bentuknya rendah, memakai batu pasir, dan berdiri di tengah lahan terbuka tanpa antrean tiket panjang. Di sisi lain ada juga kuil modern bergaya Isan dengan mural cerita rakyat yang tidak akan kamu temukan di Bangkok.

Di Isan kamu lebih sering berbagi halaman kuil dengan penduduk setempat ketimbang dengan rombongan berkamera.

Karena tempat seperti ini masih aktif dipakai warga dan bukan sekadar objek wisata, cara berpakaian dan bersikap lebih diperhatikan. Bahu tertutup, celana atau rok panjang, dan sepatu dilepas sebelum masuk ruang utama adalah hal standar.

Kebiasaan setempat yang tidak tertulis di papan pengumuman sering jadi sumber salah langkah, dan pola umumnya dirangkum di artikel etiket dan aturan tak tertulis di negara tujuan yang berguna dibaca sebelum berangkat.

Sungai Mekong dan garis perbatasan yang kelihatan langsung

Bagian utara Isan menempel pada Sungai Mekong, dan seberang sungai itu sudah Laos. Beberapa kota tepi sungai punya jembatan persahabatan yang menjadi titik penyeberangan darat resmi. Buat banyak orang Indonesia, ini pertama kalinya melihat perbatasan negara sebagai sesuatu yang bisa dipandang dari kursi warung kopi, bukan sebagai antrean di terminal bandara.

Pemandangan sore di tepi Mekong adalah salah satu alasan orang kembali ke Isan. Pasar malam di sepanjang tepian, perahu kecil, dan matahari yang turun di balik daratan negara lain memberi rasa tempat yang tidak bisa ditiru pantai selatan.

Kalau kamu tergoda menyeberang ke Laos lewat jembatan itu, siapkan dokumennya terpisah karena masuk lewat jalur darat punya kebiasaan sendiri, seperti dijelaskan di panduan perjalanan darat lintas negara supaya kamu tidak berbalik arah di pos imigrasi.

Musim dan waktu yang paling nyaman

Isan lebih kering dan lebih ekstrem ketimbang Thailand selatan. Musim hujan membuat jalan desa becek dan perjalanan darat melambat, sementara puncak musim panas terasa jauh lebih menyengat dibanding yang biasa kamu rasakan di Indonesia karena udaranya kering. Periode paling nyaman untuk berjalan kaki dan menjelajah kota adalah musim sejuk menjelang akhir tahun sampai awal tahun.

Isan juga punya kalender festival yang kuat, mulai dari perayaan roket menjelang musim tanam sampai prosesi lilin dan perahu api di tepi Mekong. Kalau perjalananmu kebetulan bertepatan dengan salah satunya, pesan penginapan jauh lebih awal karena kota provinsi punya kapasitas kamar yang terbatas.

Dokumen dan hal administratif sebelum berangkat

Perjalanan ke Isan tetap perjalanan ke Thailand, jadi ketentuan masuknya sama dengan kalau kamu ke Bangkok. Pastikan paspormu berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat, karena inilah titik yang paling sering dihitung keliru.

  • Simpan bukti tiket pulang dan alamat penginapan karena keduanya bisa ditanyakan saat pemeriksaan imigrasi
  • Catat rencana perpindahan antarkota, terutama kalau kamu masuk lewat Bangkok lalu lanjut ke provinsi lain
  • Siapkan uang tunai dalam mata uang setempat karena mesin kartu tidak selalu tersedia di pasar dan warung kecil
  • Pastikan asuransi perjalananmu mencakup perjalanan darat jarak jauh dan wilayah di luar kota besar

Kalau kamu menyeberang sebentar ke Laos di tengah perjalanan lalu kembali lagi ke Thailand, perlakukan itu sebagai dua kali masuk dan pastikan ketentuan masuk Thailand tetap terpenuhi saat kamu kembali. Simpan juga salinan digital paspor dan tiket pulang di ponsel supaya kamu tidak bergantung pada satu berkas saja di pos perbatasan yang jauh dari kota besar.

Buat siapa Isan cocok dan buat siapa tidak

Isan bukan untuk perjalanan pertama ke Thailand, dan bukan untuk liburan yang menuntut kenyamanan seragam. Kalau kamu bepergian dengan orang tua yang tidak kuat perjalanan darat panjang, atau anak kecil yang butuh jadwal tetap, rute kota dan pantai jauh lebih ramah.

Sebaliknya, kalau kamu suka pasar pagi, senang menonton kehidupan sehari-hari, dan tidak keberatan menghabiskan beberapa jam di bus antarkota demi satu kompleks batu tua di tengah sawah, Isan akan terasa jauh lebih memuaskan daripada kunjungan kelima ke pusat Bangkok. Wilayah ini memberi Thailand versi yang lebih pelan dan jauh lebih sepi, dan itu justru barang langka sekarang.