UK

Musim Terbaik ke Inggris untuk WNI: Hujan Bisa Datang Kapan Saja

Di Inggris tidak ada bulan yang bisa dijanjikan kering, jadi memilih bulan tidak menyelesaikan masalah cuaca. Yang benar-benar berbeda dari bulan ke bulan adalah panjang hari dan kalender acara.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Musim Terbaik ke Inggris untuk WNI: Hujan Bisa Datang Kapan Saja

Foto oleh Drew Walker di Unsplash

Hujan di Inggris bukan milik satu musim. Banyak wisatawan Indonesia membuka kalender dengan satu pertanyaan: bulan apa yang kering di sana. Pertanyaan itu wajar, karena di Indonesia kita biasa membelah tahun menjadi musim hujan dan musim kemarau, lalu memilih bulan yang aman. Di Inggris pembagian itu tidak berlaku. Langit bisa berubah di bulan mana pun, dan rencana yang disusun dengan harapan menemukan jendela kering hampir selalu berakhir dengan rasa tertipu.

Artikel ini tidak akan menjanjikan bulan paling cerah, karena bulan seperti itu tidak ada. Yang akan kamu dapat adalah dua hal lain yang benar-benar berbeda dari bulan ke bulan di Inggris, dan dua hal itu jauh lebih menentukan kualitas liburanmu daripada kemungkinan hujan.

Memilih bulan tidak menyelesaikan masalah cuaca

Di banyak negara, memilih bulan sama dengan memilih cuaca. Kamu menghindari musim badai, kamu dapat langit bersih, selesai. Di Inggris mekanismenya berbeda: hujan di sana lebih mirip gangguan yang bisa muncul kapan saja ketimbang ciri satu periode tertentu. Pagi bisa cerah, siang berangin dan basah, lalu sore kembali terang tanpa pola yang bisa kamu jadikan patokan jauh hari.

Konsekuensinya penting. Kalau kamu memindahkan tanggal keberangkatan hanya demi menghindari hujan, kamu membayar biaya pindah tanggal tanpa mendapat jaminan apa pun. Hujan tetap mungkin datang. Jadi berhenti memakai cuaca sebagai alasan utama memilih bulan, dan pakai alasan yang memang berubah secara pasti sepanjang tahun.

Di Inggris, bulan tidak menentukan apakah kamu kena hujan, tetapi menentukan berapa lama kamu bisa jalan dan berapa harga kamarmu.

Pola cuaca yang sulit ditebak juga jadi tema utama di panduan musim Belgia, hanya saja di sana pembahasannya soal siasat menghadapi perubahan cuaca harian, sementara untuk Inggris patokan utamanya ada di tempat lain.

Dua hal yang benar-benar berbeda dari bulan ke bulan

Kalau cuaca dikeluarkan dari daftar pertimbangan, yang tersisa justru dua hal yang bisa kamu hitung dan rencanakan sejak dari Jakarta.

  • Panjang hari. Inggris terletak jauh di utara, sehingga jarak antara hari terpanjang dan hari terpendek sangat terasa. Ini mengubah berapa banyak tempat yang realistis kamu kunjungi dalam sehari.
  • Kalender acara. Festival, pertandingan, pameran, dan pekan liburan sekolah menumpuk di periode tertentu, dan itu mengubah ketersediaan serta harga kamar jauh lebih tajam daripada cuaca.

Dua hal ini pasti, bukan ramalan. Panjang hari mengikuti kalender astronomi, dan jadwal acara besar biasanya sudah terpasang di situs penyelenggara berbulan-bulan sebelumnya.

Panjang hari menentukan berapa banyak yang masuk ke satu hari

Di musim dingin, kira-kira Desember sampai Februari di belahan bumi utara, matahari terbit terlambat dan sudah turun ketika kamu merasa hari baru saja dimulai. Buat wisatawan Indonesia yang terbiasa dengan panjang hari yang nyaris sama sepanjang tahun, ini kejutan yang paling sering merusak itinerary. Rencana empat lokasi dalam sehari menyusut sendiri menjadi dua, bukan karena kamu lambat, tetapi karena cahayanya habis.

Yang menyusut bukan cuma waktu foto. Taman bersejarah, jalur jalan kaki di pedesaan, dan banyak atraksi kecil memangkas jam operasionalnya. Perjalanan antarkota dengan kereta pun berubah rasanya, karena pemandangan di luar jendela sudah gelap.

Sebaliknya di musim panas, kira-kira Juni sampai Agustus, hari terasa panjang sampai malam. Kamu bisa makan malam santai lalu masih menyempatkan jalan kaki di taman. Satu hari bisa memuat lebih banyak isi, dan ini alasan paling kuat untuk memilih periode terang kalau tujuanmu melihat sebanyak mungkin.

Hari yang pendek jadi lebih rumit kalau kamu belum terbiasa membaca jam buka toko dan hari libur di negara tujuan, karena dua hal itu bisa menutup pintu lebih cepat daripada yang kamu bayangkan.

Kalender acara menentukan berapa yang kamu bayar untuk kamar

Inilah pembeda kedua, dan ini yang paling terasa di dompet. Periode terang di Inggris bertepatan dengan musim acara. Kota-kota besar menggelar festival tahunan, stadion penuh jadwal, dan pekan liburan sekolah setempat memindahkan keluarga lokal ke jalur wisata yang sama dengan jalurmu. Akibatnya kamar yang di bulan lain terasa wajar bisa melonjak, dan pilihan yang tersisa menyempit ke lokasi yang jauh dari pusat.

Yang membuat ini sering terlewat: acaranya tidak selalu di kota yang kamu tuju. Satu acara besar di kota tetangga saja bisa menyedot kamar di sekitarnya, termasuk kota kecil yang kamu pilih justru supaya lebih murah.

  • Cek situs resmi kota tujuan untuk jadwal festival sebelum mengunci tanggal, bukan sesudah.
  • Kalau harga kamar di satu kota terasa tidak masuk akal, cari tahu acara apa yang berlangsung di sana pada tanggal itu.
  • Pertimbangkan menginap di kota yang tidak sedang punya acara, lalu datang ke kota acara dengan kereta pada siang hari.
  • Kunci booking lebih awal kalau tanggalmu memang jatuh di periode padat, karena di periode ini stok benar-benar habis, bukan cuma mahal.

Pilihan menginap di luar kota besar lebih mudah dijalankan kalau kamu sudah punya gambaran rute, misalnya lewat rute Inggris selatan lewat London dan Cotswolds yang menghubungkan kota besar dengan desa di sekitarnya.

Bulan peralihan dan kompromi yang jarang dibicarakan

Kalau dua patokan di atas saling tarik, jalan tengahnya ada di bulan peralihan: kira-kira April sampai Mei, dan kira-kira September sampai Oktober. Di periode ini hari belum pendek, tetapi musim acara belum atau sudah lewat puncaknya. Kamu mendapat sisa cahaya yang cukup untuk satu hari penuh, dengan tekanan harga kamar yang lebih longgar.

Tentu ada harganya. Hujan tetap bisa datang, dan di bulan peralihan angin terasa lebih dingin daripada dugaan orang yang baru pertama kali ke negara empat musim. Tetapi kompromi ini jujur: kamu menukar sedikit kenyamanan suhu dengan dua hal yang lebih bisa kamu kendalikan, yaitu waktu dan anggaran dalam rupiah.

Cara memilih bulan dari isi liburanmu

Urutannya dibalik dari kebiasaan. Jangan mulai dari bulan lalu menyusun acara. Mulai dari apa yang ingin kamu lakukan, baru tentukan bulannya.

  1. Tulis dulu isi liburanmu: banyak jalan kaki di luar ruangan, atau lebih banyak museum dan ruang dalam.
  2. Kalau isinya luar ruangan dan pedesaan, kamu butuh hari panjang, jadi arahkan ke periode terang dan terima harga kamar yang lebih tinggi.
  3. Kalau isinya museum, galeri, dan kota, hari pendek tidak terlalu merugikan, jadi periode dingin justru masuk akal karena lebih lengang.
  4. Setelah periode dipilih, baru cek kalender acara di kota tujuan dan geser tanggal beberapa hari kalau perlu.
  5. Terakhir, susun itinerary dengan asumsi satu hari bisa basah, dan selalu siapkan satu tujuan dalam ruangan sebagai pengganti.

Yang perlu disiapkan setelah bulan ditentukan

Begitu tanggal terkunci, giliran urusan dokumen. Inggris bukan anggota Schengen, jadi izin masuknya berdiri sendiri dan tidak otomatis mengikuti rencanamu ke negara Eropa daratan. Kalau rute liburanmu menyentuh keduanya, perlakukan keduanya sebagai dua urusan terpisah sejak awal. Semua yang dibahas di sini berlaku untuk perjalanan wisata singkat.

Satu hal yang sering keliru dihitung: masa berlaku paspor minimal enam bulan itu dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan tanggal berangkat. Kalau tanggalmu jatuh di periode padat, perpanjangan paspor sebaiknya diurus lebih awal lagi, karena antrean ikut penuh saat musim liburan.

Sebelum mengurus berkas, sempatkan membaca perubahan sistem pengajuan visa Inggris untuk WNI supaya kamu tahu apa saja yang perlu disiapkan dari sisi proses.

Kesimpulannya sederhana. Tidak ada bulan kering di Inggris, dan berhenti mencarinya akan menghemat banyak energimu. Yang perlu kamu putuskan hanya dua: berapa panjang hari yang kamu butuhkan, dan seberapa jauh kamu mau menjauh dari kalender acara yang membuat harga kamar melonjak.