Schengen

Makanan Halal di Belanda untuk WNI: Toko Turki, Pasar, dan Kantin

Di kota besar Belanda makanan halal justru melimpah, jadi soalnya bergeser ke cara memastikan mana yang benar-benar bersertifikat. Begitu kamu keluar ke kota kecil, semua pilihan itu lenyap dan bekal dari kota yang menyelamatkanmu.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Makanan Halal di Belanda untuk WNI: Toko Turki, Pasar, dan Kantin

Foto oleh Mockuuups di Unsplash

Soal makanan halal, Belanda membalik masalahnya. Di Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht kamu tidak akan kehabisan pilihan. Kota-kota itu punya komunitas Muslim besar yang sudah lama menetap dan membangun jaringan dagangnya sendiri, dari toko daging sampai rumah makan keluarga. Jadi pertanyaannya bukan lagi di mana cari makan, melainkan dua hal lain: mana yang benar-benar bersertifikat dan mana yang cuma menempel tulisan di kaca, lalu apa yang kamu lakukan begitu kereta membawamu keluar dari kota besar.

Kenapa di kota besar justru melimpah

Kelimpahan itu bukan kebetulan. Gelombang pendatang dari Turki, Maroko, Suriname, dan kemudian Suriah membentuk kawasan permukiman padat, dan setiap kawasan seperti itu menumbuhkan toko bahan makanan, toko daging, serta rumah makan yang melayani pembeli dengan kebutuhan yang sama denganmu.

Efek sampingnya, kata halal di Belanda dipakai luas sebagai penanda jenis dapur, bukan selalu sebagai pernyataan sertifikasi. Rumah makan yang menyebut dirinya halal bisa saja memang diaudit, bisa juga hanya mengandalkan pernyataan pemiliknya. Dua-duanya memakai tulisan yang sama di jendela, dan itulah sebabnya kamu tetap perlu bertanya walau pilihannya banyak.

Kalau ini perjalanan pertamamu ke negara dengan dapur yang jauh berbeda, kebiasaan dasar mencari makanan halal dibahas lebih luas di panduan makanan halal saat liburan dan bisa kamu pakai sebagai bekal awal.

Tiga jenis tempat yang paling bisa diandalkan

Pilihannya banyak, tapi tingkat kepastiannya tidak sama rata. Tiga jenis tempat berikut paling bisa diandalkan karena pembeli tetapnya sudah menyaring lebih dulu, sehingga pemiliknya terbiasa menghadapi pertanyaan soal asal bahan dan tidak tersinggung saat kamu bertanya.

  • Toko bahan makanan milik komunitas pendatang. Biasanya disebut toko Turki atau toko Maroko oleh warga setempat, menjual daging, rempah, roti, dan makanan beku sekaligus. Pemiliknya terbiasa menjawab pertanyaan soal asal daging, dan sering ada sertifikat tergantung di dekat meja kasir.
  • Pasar mingguan. Hampir setiap kota punya hari pasar tetap di lapangan tengahnya, dan di pasar besar biasanya ada penjual daging serta makanan siap santap dari komunitas yang sama.
  • Kantin kampus. Kota universitas punya kantin yang menandai makanannya dengan jelas, termasuk pilihan vegetarian dan nabati. Tempat ini paling berguna saat kamu berada di kota kecil yang punya kampus tapi tidak punya kawasan pendatang.

Satu lagi yang sering terlewat: rumah makan Indonesia dan Suriname. Belanda punya banyak kedai nasi rames, dan sebagian dikelola keluarga Muslim. Tapi sebagian lain tidak, dan daging babi bisa muncul di menu yang sama. Jadi tempat seperti itu mengobati rindu rasa rumah, bukan jaminan otomatis.

Hidangan khas yang akan kamu temui di pasar dan di jalanan sudah diulas terpisah di catatan kuliner khas Belanda sehingga artikel ini fokus ke soal halalnya saja.

Membedakan yang bersertifikat dari yang sekadar mengaku

Belanda tidak punya satu lembaga tunggal yang mengeluarkan sertifikat halal untuk semua pedagang. Ada beberapa lembaga pemeriksa dengan logo yang berbeda-beda. Karena itu patokanmu bukan menghafal logo, tapi menilai kejelasan jawaban.

  1. Lihat dindingnya. Tempat yang diaudit biasanya memasang sertifikat fisik, lengkap dengan nama lembaga pemeriksa dan masa berlakunya, bukan hanya stiker bertuliskan halal.
  2. Tanya pemasok dagingnya, jangan tanya halal atau tidak. Pertanyaan ya atau tidak hampir selalu dijawab ya. Pertanyaan soal dari mana dagingnya dipasok memaksa jawaban yang bisa kamu nilai sendiri.
  3. Perhatikan apakah mereka juga menjual minuman beralkohol. Banyak rumah makan halal di Belanda tetap menjualnya untuk tamu lain, dan itu kamu sendiri yang menimbang.
  4. Cek apakah dapurnya terpisah. Di tempat yang menyajikan keduanya, tanyakan apakah alat dan penggorengannya dipakai bersama dengan menu babi.
  5. Percayai keramaian pembeli. Toko dan rumah makan yang jadi langganan keluarga Muslim setempat biasanya punya reputasi yang tidak perlu kamu uji sendiri.
Jawaban yang panjang dan spesifik hampir selalu lebih bisa dipercaya daripada anggukan cepat.

Cara membaca label di supermarket

Supermarket besar di Belanda punya rak pendingin dengan daging bertanda halal di cabang yang berada di kawasan padat pendatang, tapi di cabang lain belum tentu ada. Yang selalu bisa kamu lakukan adalah membaca daftar bahan, dan untuk itu beberapa kata Belanda perlu kamu kenali.

  • varkensvlees berarti daging babi, dan spek berarti lemak atau irisan babi yang sering dipakai di makanan siap santap.
  • gelatine umum muncul di permen kenyal, yoghurt, dan makanan penutup. Kalau sumbernya tidak disebut, anggap belum jelas.
  • dierlijk vet berarti lemak hewani tanpa keterangan hewannya, dan ini sering muncul di makanan ringan serta kaldu instan.
  • rundvlees adalah daging sapi dan kip adalah ayam, tapi keduanya tetap perlu tanda halal kalau yang kamu persoalkan cara penyembelihannya.
  • vegetarisch dan plantaardig menandai makanan tanpa daging dan tanpa bahan hewani, dan ini sering jadi jalan keluar paling cepat.
  • Bahan tambahan sering ditulis sebagai kode yang diawali huruf E. Kode itu sendiri tidak memberi tahu sumbernya, jadi kalau produknya tidak bertanda apa pun, pilih yang daftar bahannya lebih sederhana.

Satu kebiasaan praktis: foto daftar bahan dengan ponselmu lalu terjemahkan di tempat. Download aplikasi penerjemahnya beserta paket bahasanya sebelum berangkat, supaya tetap jalan tanpa sambungan internet.

Begitu kamu keluar dari kota besar

Di luar kota besar, keadaannya berubah cukup tajam. Kota kecil dan kawasan pedesaan sering hanya punya satu atau dua rumah makan, biasanya kafe kampung yang menunya berputar di sekitar roti isi, sup, dan gorengan dengan lemak yang tidak jelas sumbernya. Toko bahan makanan khusus hampir tidak ada, dan supermarketnya kecil dengan pilihan terbatas.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah berangkat pagi ke kawasan kincir, lapangan bunga, atau pulau di utara tanpa membawa apa pun, dengan asumsi nanti pasti ada yang bisa dimakan. Yang tersedia di sana sering tinggal kopi, kentang goreng, dan kue.

Karena jarak antarkota di Belanda relatif pendek, banyak wisatawan memilih menginap di satu kota lalu pergi harian, dan cara membayar perjalanannya dibahas di panduan transportasi umum dan OV-chipkaart yang berguna dipakai berdampingan dengan rencana makanmu.

Menyiapkan bekal dari kota sebelum berangkat

Cara paling masuk akal adalah memakai kelimpahan kota untuk menutup kekurangan di luar kota. Jadi belanja dilakukan di kota, bukan di tempat tujuan.

  1. Belanja sore sebelum hari jalan jauh, di toko bahan makanan komunitas pendatang kalau ada, atau di supermarket besar.
  2. Ambil yang tahan dibawa dan tidak perlu dipanaskan: kurma, kacang, keju bertanda jelas, buah, biskuit, dan makanan kaleng yang daftar bahannya bisa kamu baca.
  3. Siapkan satu sumber protein yang pasti, misalnya daging olahan bertanda halal dari toko komunitas, karena bagian inilah yang paling sulit dicari di luar kota.
  4. Bawa botol air isi ulang, karena air keran di Belanda layak diminum.
  5. Kalau tempat menginapmu punya dapur bersama, masak sekali lalu bawa sisanya adalah pilihan paling tenang untuk hari berikutnya.

Sebagian wisatawan memilih membawa mi instan dan bumbu dari rumah, dan batasnya tidak sesederhana yang dikira, jadi baca dulu aturan membawa makanan instan dari Indonesia sebelum memasukkannya ke koper.

Dua catatan kecil sebelum berangkat

Pertama, cek masa berlaku paspormu. Untuk kunjungan wisata ke kawasan Schengen, paspor perlu berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat. Hitung dari sisi itu supaya tidak kaget.

Kedua, simpan daftar kata Belanda tadi di catatan ponselmu, bukan hanya di kepala. Kamu akan memakainya di depan rak pendingin dalam keadaan lelah, dan di saat seperti itu ingatan biasanya kalah oleh catatan.

Ringkasnya

Belanda bukan negara yang membuatmu kelaparan. Di kota besar kamu justru akan dimanjakan pilihan, dan tugasmu hanya memastikan pilihan itu sejelas yang kamu butuhkan. Yang perlu disiapkan adalah hari ketika kamu meninggalkan kota.

Patokan terakhirnya sederhana. Belanja di kota, makan di luar kota dari apa yang kamu bawa, dan anggap rumah makan sebagai bonus kalau ternyata ada. Dengan urutan itu, kelimpahan kota besar bekerja untukmu sepanjang perjalanan, bukan hanya pada hari-hari kamu berada di dalamnya.