Schengen

Swiss Berbahasa Italia untuk WNI: Danau, Kota Tua, dan Lembah Ticino

Di seberang pegunungan ada satu kawasan Swiss yang berbahasa Italia, bertempo lambat, dan hampir tidak pernah masuk rencana wisatawan Indonesia. Ini rute Ticino, lengkap dengan jumlah malam yang wajar dan apa yang berubah begitu kamu menyeberang.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Swiss Berbahasa Italia untuk WNI: Danau, Kota Tua, dan Lembah Ticino

Foto oleh Sara Ruffoni di Unsplash

Kalau kamu menyebut Swiss ke sepuluh wisatawan Indonesia, sembilan di antaranya akan menyebut tempat yang sama: kawasan tengah dengan kotanya yang rapi, atau kawasan barat yang menghadap danau besar dan berbahasa Prancis. Hampir tidak ada yang menyebut kawasan selatan. Padahal ada satu kawasan Swiss yang terletak di seberang pegunungan, berbahasa Italia, dan terasa sangat berbeda dari sisa negaranya.

Kawasan itu bernama Ticino. Di sana papan jalan berbahasa Italia, kota tuanya punya arkade batu yang panjang, danau besarnya dikelilingi bukit berpohon palem, dan di balik kotanya ada lembah berbatu dengan kolam air jernih yang warnanya hampir tidak masuk akal. Paspor dan visa yang kamu pegang tetap yang sama, tapi rasanya seperti sudah pindah negara.

Kenapa sisi selatan ini hampir selalu terlewat

Alasannya sederhana dan tidak ada hubungannya dengan kualitas tempatnya. Rute Swiss yang beredar di internet dan di paket perjalanan hampir semua dibangun di sekitar kawasan tengah, karena di sanalah akses gunung yang paling terkenal berada. Kawasan selatan ada di balik punggungan pegunungan, jadi secara mental terasa seperti belokan, bukan lanjutan.

  • Rute populer Swiss berhenti di kawasan tengah, lalu lanjut ke negara lain lewat sisi utara atau barat
  • Nama kota di kawasan selatan jarang muncul di daftar tempat wajib, jadi tidak pernah masuk pertimbangan
  • Banyak orang menganggap kawasan ini sudah masuk Italia, padahal masih Swiss sepenuhnya
  • Trip pertama ke Swiss biasanya pendek dan habis dipakai mengejar akses gunung

Kalau kamu belum pernah menyentuh kawasan tengah, kerjakan dulu bagian itu lewat rute Zurich, Luzern, dan Interlaken, lalu simpan kawasan selatan untuk kunjungan berikutnya atau untuk trip yang memang panjang.

Yang berubah begitu kamu menyeberang pegunungan

Ini bagian yang membuat kawasan selatan menarik sebagai tambahan rute, bukan sekadar menambah satu kota lagi. Perpindahannya bukan perpindahan pemandangan, tapi perpindahan suasana. Begitu kamu keluar dari sisi selatan punggungan, hampir semua yang kamu dengar dan lihat berganti.

  • Bahasa sehari-hari berganti ke bahasa Italia, termasuk di papan jadwal, menu, dan sapaan di kasir
  • Arsitekturnya berpindah dari rumah kayu bergaya pegunungan ke bangunan berplester warna hangat dengan jendela berdaun
  • Makanannya bergerak ke arah selatan, dengan risotto dan polenta jadi sajian rumahan
  • Temponya melambat, makan siang bukan urusan yang diselesaikan buru-buru, dan banyak toko kecil tutup di tengah hari

Karena menunya bergeser ke arah selatan, aturan bersantap di sini lebih dekat ke kebiasaan yang dibahas di panduan adab bersantap dan aturan kopi daripada ke kebiasaan Swiss di kawasan tengah.

Danau besar dan kota yang jadi markas

Kota terbesar di kawasan ini duduk di tepi danau besar yang memanjang sampai melewati batas negara. Bentuk kotanya enak dijadikan markas: tepian danaunya bisa ditelusuri dengan jalan kaki, bagian tengahnya padat dengan gang sempit dan toko, dan ada bukit di kedua sisi yang bisa dinaiki untuk melihat danau dari atas.

Yang perlu disesuaikan secara mental: ini bukan kota pegunungan. Di tepian danau ada pohon palem dan kapal penyeberangan menuju desa kecil di seberang. Kalau kamu baru turun dari kawasan tengah, hari pertama di sini terasa seperti pindah iklim, bukan cuma pindah kota.

Kota tua berarkade dan benteng batu

Kekuatan kawasan ini yang paling kurang diberitakan adalah kota tuanya. Ada satu kota yang jalan utamanya dilapisi arkade panjang, deretan lengkung batu yang menaungi pejalan kaki di sepanjang blok, sehingga kamu bisa menyusuri bagian tengah kota tanpa kena panas atau hujan. Di atas kota itu berdiri benteng-benteng batu yang bisa dinaiki dan dilihat sebagai satu rangkaian, bukan satu bangunan tunggal.

Kota lain di kawasan ini punya lapangan luas dengan bangunan berwarna pastel di sekelilingnya, dan jadi tempat berkumpul saat sore. Dua kota ini yang membuat kawasan selatan tidak cuma soal alam.

Ini satu-satunya bagian Swiss yang keputusan untuk mendatanginya adalah keputusan untuk menyeberang pegunungan, dan itu sebabnya perjalanannya terasa seperti berpindah negara.

Lembah berbatu dan kolam air jernih

Di belakang kota-kota itu ada beberapa lembah yang masuk ke dalam, menyempit, lalu berakhir di desa kecil. Isinya batu granit besar, sungai yang mengalir di antaranya, dan kolam-kolam air yang jernih sampai dasarnya kelihatan. Desanya kecil, rumahnya bertumpuk di lereng, dan banyak yang masih memakai batu sebagai bahan utama atap dan dinding.

Lembah inilah yang biasanya membuat orang menyesal tidak mengalokasikan malam tambahan. Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu sadari sebelum membayangkan berenang di sana.

  • Airnya berasal dari pegunungan, jadi dingin sekali walaupun udara di luar sedang panas
  • Batu di dekat air sangat licin, dan arus di antara batu besar bisa jauh lebih kuat daripada tampilannya
  • Permukaan air bisa naik cepat setelah hujan di hulu, bahkan ketika di tempatmu berdiri cerah
  • Layanan menuju lembah dalam lebih jarang daripada layanan antar kota, jadi cek jadwal pulang sebelum masuk
  • Desa di ujung lembah sering hanya punya satu atau dua tempat makan, jadi jangan mengandalkan menemukan makan siang di sana

Berapa malam yang wajar

Kawasan ini tidak cocok dijadikan kunjungan sehari. Nilainya justru ada pada temponya, dan tempo itu hilang kalau kamu datang pagi lalu kembali malam. Ini pembagian yang masuk akal kalau kamu memang punya waktu lebih.

  1. Dua malam: cukup untuk kota danau dan satu kota tua, tapi lembahnya hanya bisa disentuh sekilas
  2. Tiga malam: pembagian paling nyaman, satu hari kota danau, satu hari kota tua dan benteng, satu hari lembah
  3. Empat malam: memungkinkan satu hari tambahan untuk desa di seberang danau atau lembah kedua tanpa terasa dikejar
  4. Lebih dari empat malam: baru masuk akal kalau kamu ingin memperlambat seluruh trip, bukan menambah daftar tempat

Kalau waktu tambahanmu ternyata hanya cukup untuk satu kawasan baru, bandingkan dulu dengan rute Swiss barat di sekitar Danau Leman, yang lebih mudah disambungkan ke rute Prancis.

Makan di kawasan selatan dan pilihan halal

Rumah makan khas kawasan ini biasanya sederhana, sering berupa bangunan batu dengan meja panjang di bawah pohon. Sajian intinya berbasis bahan lokal: polenta, risotto, keju dari lembah sekitar, dan ikan danau. Yang perlu diwaspadai sebagai wisatawan Indonesia adalah daging olahan dan lemak babi, yang dipakai luas di sini, termasuk sebagai dasar rasa pada sajian yang namanya tidak menyebut daging sama sekali.

  • Tanyakan bahan dasar kaldu dan lemak yang dipakai, bukan hanya isi utama piringnya
  • Sajian berbasis keju, risotto sayur, dan ikan danau biasanya jadi jalan paling aman
  • Kota besar di kawasan ini punya lebih banyak pilihan rumah makan non-lokal daripada desa lembah
  • Bawa bekal ringan kalau rencana harianmu masuk ke lembah dalam

Catatan sebelum kamu menambahkan kawasan ini ke rencana

Satu hal yang perlu diperjelas sebelum kamu menyusun rencananya: sebagai tujuan wisata, kawasan selatan tidak punya syarat masuk sendiri. Ia bagian dari negara yang sama dan wilayah Schengen yang sama, jadi tidak ada perbatasan yang perlu kamu urus saat menyeberang pegunungan dari kawasan tengah.

Yang tetap perlu kamu perhatikan justru hal yang sudah berlaku untuk seluruh rencana Swiss-mu: masa berlaku paspor minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal EUR 30.000, dan hitungan 90 hari dalam 180 hari kalau rutemu panjang dan melintasi beberapa negara Schengen. Soal pembayaran, cukup diingat bahwa mata uang di kawasan ini tetap sama dengan sisa negaranya meski bahasanya berbeda.

Susun berkas pengajuannya seperti kunjungan Swiss biasa, dan pakai panduan visa Swiss dan posisinya dalam rute Eropa sebagai acuan daftar dokumennya.

Kalau trip pertamamu ke Swiss sudah selesai dan kamu merasa negara itu indah tapi terlalu rapi dan terlalu cepat, kawasan selatan ini jawabannya. Bukan karena lebih bagus, tapi karena ia memberi versi Swiss yang temponya lebih lambat dan rasanya berbeda, tanpa satu lembar berkas tambahan pun.