Schengen

Kuliner Italia untuk WNI: Adab Bersantap, Aturan Kopi, dan Peta Daerah

Jam makan malam yang mundur jauh, kopi susu yang hanya boleh sampai siang, dan baris biaya meja di tagihan sering mengagetkan wisatawan Indonesia. Pahami ritme bersantap Italia plus peta makanan tiap kawasan supaya kamu tidak memesan menu yang sama di setiap kota.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Kuliner Italia untuk WNI: Adab Bersantap, Aturan Kopi, dan Peta Daerah

Foto oleh Stephen Andrews di Unsplash

Di Italia, makan punya ritme yang sudah jalan berabad-abad. Sebagian besar aturannya tidak pernah ditulis di mana pun, dan kamu tidak akan ditegur kalau melanggar. Tapi kamu akan langsung terasa seperti turis yang belum sempat membaca apa pun. Panduan ini merapikan hal yang paling sering mengagetkan wisatawan Indonesia di meja makan Italia: jam makan malam yang mundur jauh, aturan kopi susu, urutan hidangan, dan baris biaya di tagihan yang tidak ada di rumah makan mana pun di Indonesia.

Ritme makan sehari yang perlu kamu hafal

Dapur restoran Italia punya jam buka dan jam tutup yang tegas. Di luar jam itu kamu hanya bisa dapat kopi atau camilan. Banyak wisatawan Indonesia masuk restoran di jam yang menurut kebiasaannya normal, lalu bingung kenapa ruangannya kosong atau dapurnya belum menyala.

  • Colazione, sarapan, ringan sekali dan sering dimakan berdiri di bar dekat rumah. Jangan harap ada nasi atau lauk berat.
  • Pranzo, makan siang, berjalan lebih lambat dari jam makan siang kantor di Jakarta, dan toko kecil di kota kecil ikut tutup.
  • Aperitivo, sesi minum dan camilan menjelang malam, penyelamat kalau kamu sudah lapar tetapi dapur belum buka.
  • Cena, makan malam, dimulai jauh lebih larut daripada kebiasaan kita, dan semakin ke selatan semakin larut lagi.

Konsekuensinya: jangan berharap bisa makan malam cepat lalu tidur awal. Sisipkan aperitivo supaya perutmu bertahan.

Pergeseran jam makan ini bukan hanya soal Italia, dan kalau kamu baru pertama kali ke Eropa ada baiknya membaca dulu perbandingan kebiasaan bersantap antar negara sebelum masuk ke detail khas Italia di bawah ini.

Aturan kopi yang paling sering dilanggar turis

Di Italia, kopi bercampur susu dianggap minuman pagi. Cappuccino dan latte macchiato diminum sebelum atau bersama sarapan, bukan setelah makan berat. Setelah makan siang atau makan malam, yang lazim adalah espresso pendek, karena susu dianggap memberatkan pencernaan di penghujung hidangan.

Tidak ada polisi kopi di Italia, tetapi memesan cappuccino setelah makan malam adalah cara tercepat menunjukkan bahwa kamu baru turun dari pesawat.

Berdiri di konter lebih murah

Di bar Italia kamu bisa minum berdiri di konter atau duduk dilayani di meja, dan dua pilihan itu biasanya punya tarif berbeda. Kalau kamu hanya ingin espresso cepat sebelum lanjut jalan, konter adalah pilihan paling masuk akal.

Kosakata yang menyelamatkanmu

  • Caffe berarti espresso. Kalau kamu minta caffe, yang datang adalah cangkir kecil.
  • Caffe americano adalah espresso yang diencerkan air panas, paling dekat dengan kopi hitam yang kamu bayangkan.
  • Caffe latte harus disebut lengkap. Kalau hanya bilang latte, yang datang bisa benar-benar susu.
  • Macchiato adalah espresso dengan sedikit susu, bukan minuman manis bergelas tinggi.

Urutan hidangan, dan kenapa kamu tidak wajib memesan semuanya

Menu Italia disusun berurutan, dan urutan itu sering dibaca turis sebagai paket wajib. Padahal orang lokal pun sering hanya mengambil dua bagian. Yang penting kamu tahu petanya supaya tidak kaget ketika pasta datang sebagai hidangan di tengah, bukan sebagai makanan utama.

  1. Antipasto, pembuka, bisa irisan dingin, sayur panggang, atau makanan laut kecil.
  2. Primo, hidangan pertama, berisi pasta, risotto, atau sup. Porsinya memang bukan porsi makan utama.
  3. Secondo, hidangan kedua, berisi daging atau ikan, dan datang tanpa pendamping apa pun.
  4. Contorno, pendamping seperti sayur atau kentang, yang harus dipesan terpisah.
  5. Dolce lalu kopi, dan di sini espresso menjadi penutup yang wajar.

Pasta di Italia dimasak lebih keras daripada yang biasa kita temui, dan itu disengaja. Karena secondo datang polos, jangan mengira pelayannya lupa membawa sayurnya.

Baris biaya di tagihan yang tidak ada di Indonesia

Saat tagihan datang, kamu mungkin melihat baris yang tidak kamu pesan. Ini bukan kesalahan hitung. Besarannya berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan biasanya tercantum kecil di menu atau di papan, jadi biasakan membaca bagian bawah menu sebelum duduk.

  • Coperto adalah biaya per orang untuk tempat duduk dan roti, dikenakan walaupun kamu tidak menyentuh rotinya.
  • Servizio adalah biaya layanan, dan kalau ini sudah muncul kamu tidak perlu lagi menambahkan tips.
  • Harga di konter dan di meja bisa berbeda untuk minuman yang sama, terutama di kafe yang menghadap tempat wisata terkenal.

Tips di Italia tidak sekaku di beberapa negara lain. Membulatkan tagihan ke atas sudah dianggap sopan, dan di bar kamu tidak perlu meninggalkan apa pun.

Kalau kamu ingin menekan pengeluaran makan tanpa mengorbankan pengalaman, taktik di panduan makan hemat di kota mahal bisa kamu gabungkan dengan kebiasaan makan di konter yang baru saja dibahas.

Peta makanan per kawasan supaya tidak makan menu yang sama terus

Kesalahan paling mahal dalam perjalanan kuliner ke Italia bukan salah pesan kopi, melainkan memesan hidangan yang sama di setiap kota. Italia baru menjadi satu negara relatif belakangan, dan dapurnya masih sangat kedaerahan.

Kawasan utara

  • Lebih banyak mentega, krim, dan nasi. Risotto dan polenta lebih sering muncul daripada pasta kering.
  • Keju keras dan daging olahan menjadi bintang di dataran tengah utara.
  • Hidangan rebus dan sup yang mengenyangkan, masuk akal karena musim dinginnya lebih tajam.

Kawasan tengah

  • Daging panggang sederhana yang mengandalkan kualitas bahan, bukan bumbu.
  • Pasta tebal buatan tangan dengan saus daging yang dimasak lama.
  • Roti tanpa garam di beberapa daerah, yang terasa aneh sampai kamu memakannya bersama lauk asin.

Kawasan selatan dan pulau

  • Minyak zaitun, tomat, dan makanan laut mendominasi, dengan rasa yang lebih lugas.
  • Pizza bertepi gemuk berasal dari sini, berbeda dari pizza potong di utara.
  • Kue manis beraroma jeruk, kacang, dan kayu manis, jejak pengaruh Arab yang justru terasa akrab di lidah Indonesia.

Pembagian utara dan selatan ini juga mengubah cara kamu menyusun rute, dan pertimbangannya dibahas terpisah di pilihan Italia Utara atau Selatan untuk trip pertama kalau waktumu hanya cukup untuk satu sisi.

Menyiasati menu kalau kamu mencari makanan halal

Dapur Italia banyak memakai daging babi dan olahannya, sering sebagai penyedap yang tidak kelihatan di saus daging, isian pasta, dan antipasto. Kabar baiknya, ada seluruh kategori hidangan yang memang tidak memakainya.

  • Pasta bersaus tomat, bawang, dan basil adalah pilihan paling aman dan paling mudah ditemukan.
  • Pizza bertopping sayur dan keju tanpa daging olahan tersedia di hampir semua kedai.
  • Hidangan makanan laut melimpah di kota pesisir, dan tetap aman selama tidak dimasak dengan anggur.
  • Kedai kebab dan rumah makan milik pendatang ada di hampir semua kota besar, biasanya dengan keterangan halal di kacanya.

Yang perlu kamu tanyakan bukan hanya kandungan dagingnya, tetapi juga apakah masakan itu memakai anggur atau kaldu daging. Menghafal dua kalimat tanya dalam bahasa setempat jauh lebih berguna daripada menunjuk menu sambil berharap.

Kebiasaan kecil yang membuatmu tidak terlihat kebingungan

  • Tagihan tidak datang sebelum kamu meminta. Membawanya tanpa diminta dianggap mengusir tamu.
  • Satu meja biasanya memesan dengan ritme yang sama, jadi pelayan akan menunggu seluruh meja memutuskan.
  • Keju parut tidak otomatis cocok untuk semua hidangan, terutama makanan laut.
  • Sarapan hotel bergaya internasional tidak mewakili sarapan lokal, jadi sempatkan sekali sarapan di bar dekat penginapan.

Yang disiapkan sebelum berangkat

Perjalanan kuliner tetap perjalanan wisata, dan dokumennya sama dengan trip biasa. Italia masuk wilayah Schengen, jadi kamu terikat aturan tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari, dan paspormu harus masih berlaku minimal 6 bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan tanggal berangkat. Dua hal itu yang paling layak kamu cek sebelum tanggal pulang dikunci, karena mengubahnya setelah tiket terbeli jauh lebih mahal daripada menggeser rencana sekarang.

Dokumen, bukti booking, dan hal khas yang diminta untuk pengajuan Italia sudah dirinci di syarat visa turis Italia untuk WNI supaya kamu tidak mengumpulkan berkas dua kali.

Adab bersantap Italia bukan ujian, melainkan ritme yang kalau kamu ikuti membuat makananmu terasa lebih enak. Geser jam makanmu, pesan kopi sesuai waktunya, dan biarkan tiap kota memberi hidangannya sendiri.