Kuliner Austria untuk WNI: Dari Schnitzel Sampai Apfelstrudel
Rumah makan di Austria punya daftar hidangan yang pendek dan berulang, dari sup kaldu bening sampai strudel hangat. Panduan ini membantumu membaca menu berbahasa Jerman dan tahu apa yang aman dipesan.

Foto oleh Ben Stein di Unsplash
Austria biasanya masuk itinerary WNI sebagai persinggahan: dua malam di Wina setelah Praha, atau mampir ke Salzburg sebelum menyeberang ke Jerman. Karena waktunya pendek, urusan makan sering diputuskan terburu-buru. Padahal daftar hidangan di rumah makan setempat sebenarnya pendek dan berulang, jadi begitu kamu paham polanya, membaca menu di kota mana pun di Austria jadi gampang.
Artikel ini membahas apa yang kamu makan, bukan cara menekan pengeluaran. Jadi isinya nama hidangan, bentuk sajiannya, cara menebak isi menu berbahasa Jerman, dan catatan jujur tentang bahan yang perlu kamu hindari kalau kamu Muslim.
Cara membaca menu berbahasa Jerman tanpa panik
Menu di Austria hampir selalu disusun dengan urutan yang sama, dan nama bagiannya jarang berubah dari satu rumah makan ke rumah makan lain. Kalau kamu hafal enam kata di bawah ini, kamu sudah bisa menebak sedang melihat bagian mana, meski tidak satu pun nama hidangannya kamu kenal.
- Vorspeise, hidangan pembuka yang porsinya kecil
- Suppen, bagian sup, dan Tagessuppe berarti sup hari itu
- Hauptgerichte, hidangan utama tempat porsi terbesar berada
- Beilagen, lauk pendamping yang dipesan terpisah dan dihitung terpisah
- Nachspeise atau Dessert, bagian penutup
- Tagesteller, satu piring lengkap yang biasanya hanya ada saat makan siang
Setelah itu, hafalkan kata bahannya. Rind berarti sapi, Kalb sapi muda, Huhn atau Hendl ayam, Fisch ikan, dan Schwein babi. Speck menunjuk irisan daging babi berlemak, Schmalz lemak babi untuk menggoreng, sedangkan Wurst adalah sosis yang bahan dasarnya bisa macam-macam. Gebacken berarti dibalut tepung lalu digoreng, gekocht direbus, gebraten dipanggang.
Kalau pelayannya hanya bisa sedikit bahasa Inggris, cara bertahannya mirip dengan yang dibahas di panduan bertahan di negara yang warganya tidak berbahasa Inggris, termasuk menunjuk tulisan di menu dan menyiapkan kalimat pendek di layar gadget.
Sup yang hampir selalu muncul di awal
Sup di Austria bukan pelengkap, melainkan babak pertama yang serius. Yang paling sering kamu temui adalah kaldu sapi bening dengan isian berbeda-beda. Frittatensuppe memakai irisan dadar tipis yang digulung lalu dipotong seperti mi pipih. Ada juga versi dengan bola daging hati atau bola semolina. Semuanya berdiri di atas kaldu yang sama.
Di luar kaldu bening, Gulasch hadir dalam dua wujud. Sebagai sup, kuahnya kental dan merah karena paprika bubuk, berisi potongan daging yang dimasak lama. Sebagai hidangan utama, kuahnya lebih sedikit dan disajikan dengan pendamping penyerap kuah. Kalau kamu ragu memesan apa, sup kaldu bening jarang mengecewakan.
Hidangan daging yang jadi tulang punggung menu
Inti menu Austria berputar di sekitar daging yang dimasak sederhana tapi lama. Tidak banyak bumbu kering, tidak ada rasa pedas, dan andalannya tekstur serta kaldu. Beberapa nama berikut akan kamu lihat berulang di hampir semua rumah makan.
- Wiener Schnitzel, irisan daging sapi muda yang dipipihkan, dibalut tepung, lalu digoreng sampai lapisannya menggembung, disajikan dengan lemon dan salad kentang
- Schnitzel vom Schwein, versi yang sama tetapi memakai daging babi, dan inilah yang paling sering muncul di rumah makan sederhana
- Tafelspitz, potongan sapi yang direbus panjang di kaldu, disajikan bersama kuahnya dan saus lobak
- Backhendl, ayam berbalut tepung yang digoreng, bentuk yang paling ramah bagi pendatang
- Schweinsbraten, panggangan babi berkulit kering, biasanya disertai bola roti kukus
Pendampingnya juga berulang: salad kentang yang asam dan dingin, kentang panggang, bola roti kukus, atau salad campur kecil. Perhatikan bahwa sebagian rumah makan mencantumkan pendamping ini di bagian Beilagen, artinya hidangan utamamu datang tanpa karbohidrat kalau tidak dipesan terpisah.
Menu Austria tidak menuntut kamu hafal banyak nama, cukup paham tiga hal: dagingnya apa, dimasak bagaimana, dan pendampingnya sudah termasuk atau belum.
Catatan jujur untuk pembaca Muslim
Ini bagian yang perlu disampaikan tanpa dibungkus manis. Daging babi adalah bahan harian di dapur Austria, bukan pengecualian. Banyak hidangan yang namanya tidak menyebut babi tetap memakainya, misalnya sup yang kaldunya dicampur potongan Speck, sayur yang ditumis dengan lemak babi, atau sosis campuran di kios pinggir jalan.
Artinya, memesan ayam atau sapi saja belum cukup menjamin. Yang lebih menentukan adalah lemak yang dipakai menggoreng, isi kaldunya, dan apakah penggorengannya dipakai bersama hidangan lain.
- Tanyakan bahan lemak yang dipakai menggoreng, bukan hanya jenis dagingnya
- Pilih hidangan yang bentuknya jelas, misalnya potongan ayam berbalut tepung, ketimbang olahan campuran seperti sosis
- Cari rumah makan Timur Tengah, Turki, atau Asia Selatan di kota besar, karena pilihan halal di sana lebih terbuka
- Siapkan rencana makan sendiri untuk satu kali makan per hari, supaya kamu tidak terpaksa memesan apa saja saat lapar
Cara mencari rumah makan dan menyiasatinya dibahas lebih panjang di panduan makanan halal saat liburan ke luar negeri, termasuk kebiasaan membaca label di supermarket setempat.
Kue dan penutup yang layak disisakan ruang
Kalau ada satu bagian menu Austria yang paling aman untuk semua pembaca, itu bagian penutup. Apfelstrudel berisi irisan apel, kayu manis, dan kismis di dalam lembaran tipis yang dipanggang, biasanya disajikan hangat dengan saus vanila. Topfenstrudel memakai isian keju lembut sehingga rasanya lebih asam. Kaiserschmarrn adalah panekuk tebal yang disuwir kasar di wajan lalu ditaburi gula halus. Sachertorte berwujud kue cokelat berlapis selai aprikot.
Toko kue dan kafe menjual kue ini sepanjang hari, jadi penutup tidak harus dimakan setelah hidangan utama. Satu hal yang perlu kamu tanyakan kalau ketat soal bahan: sebagian lapisan mengilap memakai gelatin.
Porsi besar dan cara menyikapinya
Ini kejutan yang paling sering dikeluhkan wisatawan Indonesia. Satu porsi hidangan utama di Austria umumnya lebih besar daripada kebiasaan rumah makan di Jakarta. Schnitzel sering menjuntai melewati tepi piring, dan sup pembukanya sudah berat kalau berdiri sendiri.
- Pesan satu hidangan utama lebih dulu, lihat ukurannya, baru tambah kalau masih kurang
- Kalau berdua, bagi satu hidangan utama lalu tambah satu sup atau satu salad
- Cek apakah pendamping sudah termasuk sebelum memesan kentang atau salad tambahan
- Jadikan makan siang sebagai waktu makan terbesar, lalu sore cukup kue dan kopi
Kalau yang kamu cari justru taktik berhemat di kota dengan harga tinggi, itu bahasan tersendiri di panduan makan hemat di kota mahal, sedangkan artikel ini berhenti di pertanyaan apa yang dimakan.
Kafe sebagai bagian dari acara makan
Kafe tradisional di Wina bukan tempat mampir cepat. Kebiasaannya duduk lama, memesan satu gelas kopi, lalu dibiarkan tenang tanpa diburu. Kopi susu berbusa yang disebut Melange adalah pesanan paling lazim, dan segelas air putih biasanya datang di sampingnya tanpa diminta.
Pesanan dilakukan di meja, bukan di kasir, dan pembayaran juga diurus di meja. Buat kamu yang jalan kaki sepanjang hari saat udara dingin, kafe seperti ini tempat istirahat yang nyaman, dan memesan satu potong kue saja sudah wajar.
Yang sebaiknya kamu siapkan sebelum berangkat
Persiapan kuliner untuk Austria tidak rumit, tetapi ada beberapa hal yang lebih enak diurus dari rumah daripada di depan pelayan yang sedang sibuk.
- Simpan daftar pendek nama hidangan beserta artinya di gadget, supaya tidak perlu online di depan menu
- Siapkan satu kalimat bahasa Jerman yang menerangkan pantanganmu, lalu simpan sebagai gambar di layar
- Tandai titik rumah makan halal di kota tujuanmu sebelum berangkat
- Catat bahwa dapur rumah makan setempat bisa tutup lebih awal daripada kebiasaan Indonesia
Semua ini baru berguna kalau izin masuknya sudah beres, dan daftar berkasnya ada di panduan syarat dan dokumen visa turis Austria, termasuk pengingat bahwa paspormu harus berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang.
Austria termasuk kawasan Schengen, jadi lama tinggalnya tunduk pada aturan 90 hari dalam 180 hari, dan seluruh pembahasan di atas untuk perjalanan wisata. Dengan bekal nama hidangan tadi, kamu bisa duduk di rumah makan setempat tanpa menunjuk gambar secara acak.