Schengen

Italia Utara atau Selatan untuk WNI: Memilih Sisi Trip Pertama

Utara dan selatan Italia punya watak yang sangat berbeda, dari danau dan kota seni sampai laut dan kota batu. Ini cara memilih satu sisi supaya liburan pertamamu tidak habis di jalan.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Italia Utara atau Selatan untuk WNI: Memilih Sisi Trip Pertama

Foto oleh Evan Mattson di Unsplash

Italia sebenarnya bukan satu negara perjalanan. Antara utara dan selatan, yang berganti bukan cuma pemandangan, tapi juga ritme hari, cara orang makan, dan cara kamu berpindah dari satu kota ke kota berikutnya. Banyak traveler Indonesia yang baru pertama kali ke sana menyusun rute yang mencakup danau di utara sekaligus pantai di selatan, lalu pulang dengan perasaan bahwa sebagian besar liburannya habis di kursi kereta, ruang tunggu, dan antre bagasi.

Artikel ini tidak mengajak kamu memutuskan mana yang lebih bagus, karena keduanya bagus dengan cara yang tidak bisa dibandingkan. Untuk trip pertama, yang lebih berguna adalah memilih satu sisi, menghabiskannya dengan tenang, lalu menyisakan sisi lain sebagai alasan untuk kembali.

Urusan izin masuknya sendiri sama saja untuk kedua sisi karena Italia berada di wilayah Schengen, jadi kalau berkasmu belum siap, panduan syarat visa turis Italia untuk WNI sudah membahasnya terpisah dan tidak perlu diulang di sini.

Kenapa memaksakan dua sisi bikin liburan terasa tipis

Peta Italia menipu. Di layar, negaranya terlihat ramping dan gampang ditelusuri dari ujung ke ujung. Yang tidak terlihat adalah bahwa pusat-pusat menariknya tersebar ke samping, dan bahwa satu perpindahan panjang selalu memakan sehari penuh begitu kamu hitung waktu berkemas, menuju stasiun atau bandara, menunggu, lalu mencari penginapan di kota tujuan.

Kalau waktumu terbatas, setiap perpindahan besar memotong dua hal sekaligus: hari yang hilang di jalan, dan energi yang hilang untuk hari berikutnya. Hasilnya bukan liburan yang lebih kaya, tapi liburan yang serba sebentar di banyak tempat.

  • Semakin banyak kota yang kamu masukkan, semakin besar porsi anggaran yang berpindah dari pengalaman ke ongkos perpindahan
  • Setiap ganti penginapan berarti satu pagi terpakai untuk mengosongkan kamar dan satu sore untuk mengurus kedatangan, bukan untuk jalan-jalan
  • Jetlag dari penerbangan panjang dari Jakarta, Bali, atau Surabaya baru benar-benar hilang setelah hari-hari pertama, dan hari itu sayang dipakai untuk pindah-pindah
  • Kota yang dikunjungi terburu-buru meninggalkan kesan yang mirip satu sama lain, karena kamu cuma sempat melihat bagian paling ramai

Watak utara berupa danau, kota seni, dan pegunungan

Italia Utara adalah sisi yang padat dan tertata. Kota-kotanya berdekatan, masing-masing punya alun-alun, galeri, dan bangunan tua yang bisa dinikmati tanpa harus menyeberang wilayah. Di sekitarnya ada danau-danau dengan kota kecil di tepinya, dan di belakangnya berdiri pegunungan yang bisa dicapai tanpa perlu menjadi pendaki.

Gaya jalan-jalan di sini cenderung berbasis satu kota sebagai markas, lalu perjalanan sehari ke sekitarnya. Kamu bisa menaruh koper cukup lama dan tetap melihat banyak hal. Buat kamu yang baru pertama kali ke Eropa, pola ini paling ramah karena memangkas urusan logistik.

Jaringan relnya juga rapat dan antar kotanya saling terhubung, sehingga rute utara gampang disambung ke negara tetangga kalau kamu memang berniat melanjutkan perjalanan, dan cara kerja kereta antar negara di Eropa menjelaskan soal reservasi dan pas terusan yang sering bikin bingung.

Watak selatan berupa laut, kota batu, dan ritme yang lebih lambat

Italia Selatan bergerak dengan tempo yang berbeda. Garis pantainya panjang, kota-kotanya lebih jarang, dan daya tariknya sering berupa lanskap ketimbang museum. Puglia dengan deretan kota putihnya, dan Matera dengan permukiman yang dipahat di batu, memberi kesan yang tidak bisa ditiru kota seni di utara.

Konsekuensinya, banyak tempat menarik di selatan tidak berada tepat di jalur angkutan umum. Desa kecil, pantai, dan situs batu kerap butuh kendaraan sendiri untuk dijangkau dengan nyaman, dan jadwal angkutan lokal tidak selalu serapat yang kamu bayangkan.

Karena itu rencana ke selatan biasanya melibatkan menyetir sendiri, dan sebelum memesan kendaraan sebaiknya kamu baca hal yang perlu disiapkan saat menyewa mobil di luar negeri supaya urusan asuransi dan deposit tidak jadi kejutan di konter.

Trip pertama ke Italia lebih berkesan kalau kamu pulang merasa mengenal satu sisi, bukan sekadar sempat menyentuh dua sisi.

Musim ramai di kedua sisi tidak jatuh di titik yang sama

Karena datang dari iklim yang hampir seragam sepanjang tahun, traveler Indonesia kadang menganggap musim di Eropa cuma soal dingin atau tidak dingin. Padahal musim menentukan seberapa penuh tempatnya, seberapa panjang antreannya, dan seberapa nyaman berjalan kaki seharian.

  • Di utara, kawasan danau dan pegunungan paling hidup saat udara hangat, sementara kota seninya justru lebih nyaman dikunjungi di luar puncak liburan karena antreannya lebih pendek
  • Di selatan, keramaian menumpuk pada musim panas saat pantai jadi tujuan utama, dan sebagian usaha kecil di kota pesisir malah tutup di luar musim itu
  • Bahu musim, yaitu periode tepat sebelum dan sesudah puncak liburan, sering jadi kompromi terbaik di kedua sisi karena tempatnya masih buka tapi tidak sesak
  • Musim dingin mengubah keduanya: utara bergeser ke suasana pegunungan dan kota, selatan jadi jauh lebih sepi

Kalau tanggal cutimu sudah tidak bisa digeser, urutannya dibalik saja. Lihat dulu musim apa yang jatuh pada tanggal itu, baru tentukan sisi mana yang paling masuk akal dikunjungi saat itu.

Gaya makan dan jam makan yang perlu kamu sesuaikan

Perbedaan utara dan selatan paling terasa di meja makan. Utara condong ke masakan berbahan mentega, keju, dan hidangan yang lebih berat. Selatan lebih banyak bermain dengan minyak zaitun, tomat, sayur, dan hasil laut, dengan rasa yang lebih terang.

Jam makannya juga bukan jam makan Indonesia. Makan malam dimulai jauh lebih larut dari kebiasaan di rumah, dan di luar jam itu banyak dapur tutup. Di selatan, jeda siang yang panjang membuat sebagian toko dan rumah makan beristirahat, sehingga rencana harianmu perlu dibentuk mengikuti ritme itu, bukan melawannya.

Untuk makanan halal, keduanya menuntut persiapan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Kota besar di utara punya lebih banyak rumah makan milik komunitas pendatang, sementara di kota kecil selatan kamu lebih sering bergantung pada hidangan sayur, hasil laut, dan pasta tanpa daging. Bertanya langsung ke pelayan jauh lebih efektif daripada menebak dari nama hidangan.

Siapa yang lebih cocok ke utara dan siapa ke selatan

Cara paling cepat memilih adalah membayangkan hari seperti apa yang kamu inginkan, bukan daftar tempat yang ingin kamu centang.

  • Pilih utara kalau kamu ingin banyak berjalan di kota, masuk galeri dan bangunan tua, berpindah dengan kereta tanpa menyetir, dan suka hari yang terjadwal rapi
  • Pilih utara juga kalau ini perjalanan pertamamu ke Eropa, karena infrastrukturnya paling memaafkan kesalahan perencanaan
  • Pilih selatan kalau kamu ingin laut, kota kecil, dan hari yang lebih longgar, serta tidak keberatan menyetir sendiri di jalan yang sempit
  • Pilih selatan juga kalau kamu sudah pernah ke Eropa dan mulai jenuh dengan rute kota besar yang itu-itu saja
  • Kalau kamu membawa orang tua atau anak kecil, timbang seberapa sering rencanamu menuntut naik turun kendaraan dan berjalan di jalan berbatu

Kalau kamu tetap ingin keduanya

Bukan berarti menggabungkan utara dan selatan mustahil. Yang perlu diubah adalah harapanmu terhadap waktu. Ada dua jalan keluar yang masuk akal, dan keduanya menuntut kejujuran soal berapa lama kamu benar-benar bisa pergi.

  1. Panjangkan perjalanannya, lalu bagi waktumu jadi dua blok besar dengan satu perpindahan panjang saja di tengah, bukan lompat bolak-balik
  2. Atau pecah jadi dua kunjungan terpisah, satu sisi sekarang dan satu sisi lagi di lain waktu, terutama kalau kamu memegang visa yang bisa dipakai lebih dari sekali

Kalau kamu memilih jalan pertama, kuncinya adalah menahan diri untuk tidak menyelipkan negara lain di sela-selanya. Menambah satu negara terdengar efisien di atas kertas, padahal ia menambah satu hari perpindahan lagi dan menggeser semua rencana yang sudah rapi.

Cara membagi hari tanpa membuat rutenya melelahkan sudah dibahas lebih dalam di panduan menyusun itinerary Eropa lintas Schengen dan prinsipnya berlaku juga kalau kamu hanya bergerak di dalam Italia.

Pada akhirnya, memilih satu sisi bukan bentuk menyerah. Itu cara memastikan bahwa yang kamu bawa pulang bukan daftar kota yang pernah kamu lewati, melainkan ingatan tentang satu tempat yang sempat kamu kenal.