Schengen

Prancis Selatan untuk Traveler WNI: Provence, Marseille, dan Riviera

Di kawasan selatan Prancis ada tulang punggung kereta yang menyusur pesisir, jadi berpindah antarkota di jalur itu justru mudah. Yang menuntut usaha adalah pedalaman, dan di situlah keputusan rute seorang traveler ditentukan.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Prancis Selatan untuk Traveler WNI: Provence, Marseille, dan Riviera

Foto oleh Denny Sachtleben di Unsplash

Sisi selatan Prancis bekerja dengan logika yang berbeda. Di kawasan ini ada satu tulang punggung kereta yang menyusur pesisir, menyambung kota pelabuhan besar di sisi barat dengan deretan kota pantai di sisi timur. Selama basismu berada di jalur itu, berpindah antarkota nyaris tidak butuh perencanaan khusus. Kesulitannya bergeser ke tempat lain, yaitu desa dan kawasan pedalaman yang menjauh dari jalur.

Jadi keputusan utama rute ini bukan kota mana yang paling cantik, melainkan mana yang kamu letakkan di jalur kereta dan mana yang kamu akui menuntut usaha tambahan. Traveler Indonesia yang baru sekali ke Eropa paling sering rugi di titik ini: memasukkan terlalu banyak nama pedalaman ke dalam itinerary, lalu kehabisan hari hanya untuk berpindah tempat.

Kenapa jalur pesisir mengubah susunan rute

Di banyak kawasan Eropa, objek yang ingin kamu lihat tersebar di pedalaman tanpa sambungan kereta, sehingga kamu wajib menyetir atau ikut tur harian. Kawasan selatan ini kebalikannya. Kota-kota utamanya tumbuh sebagai kota pelabuhan dan kota pesisir, dan jalur kereta mengikuti garis pantai itu, jadi kota besar sampai kota kecil tepi laut berada di satu untaian yang sama.

Konsekuensinya ada dua. Pertama, kamu tidak perlu satu basis per kota, sebab satu basis bisa melayani beberapa kota tetangga di jalur yang sama. Kedua, begitu kamu menginginkan desa perbukitan Provence, kemudahan itu hilang seketika dan kamu kembali berhadapan dengan bus desa yang jarang atau mobil sewaan.

Pola yang berlawanan dengan ini, yaitu rute yang berpangkal di sisi utara negara dan melebar ke objek pedalaman tanpa sambungan kereta, dibahas terpisah di panduan rute sisi utara Prancis sehingga kamu bisa membandingkan dua gaya perjalanan itu sebelum memilih.

Tiga basis yang masuk akal di kawasan ini

Daripada memindahkan koper setiap hari, pakai tiga pangkalan saja. Masing-masing punya watak yang jelas berbeda, dan ketiganya berdiri di atau sangat dekat dengan jalur kereta pesisir.

Kota pelabuhan sebagai pintu masuk

Marseille adalah titik masuk paling praktis karena punya bandara, stasiun besar, dan rentang harga penginapan paling luas. Kota ini juga paling beragam penduduknya di kawasan tersebut, yang dalam praktiknya berarti rumah makan halal dan toko bahan makanan Timur Tengah lebih mudah ditemukan daripada di kota pesisir kecil.

Pedalaman Provence sebagai basis tengah

Avignon atau Aix-en-Provence berfungsi sebagai jembatan. Keduanya masih tersambung kereta, tapi posisinya sudah bergeser ke arah pedalaman, jadi dari sini kamu bisa menyentuh Arles dan Nimes tanpa menyetir dan baru menyewa mobil untuk hari-hari tertentu saja. Basis tengah inilah yang membuat rute terasa seperti perjalanan, bukan sekadar lompatan antarkota pantai.

Pesisir timur sebagai penutup

Nice adalah penutup yang logis. Dari satu penginapan di kota ini kamu bisa menjangkau kota pesisir tetangga seperti Antibes, Cannes, atau Menton dengan kereta lokal yang berhenti di hampir semua kota di jalur itu. Nice juga punya bandara sendiri, jadi kamu bisa pulang dari sana tanpa harus kembali ke titik awal.

Pembagian malam antara pelabuhan, pedalaman, dan pesisir timur

Kalau waktumu terbatas, jangan membagi malam secara rata. Bobotnya berbeda karena yang bisa dikerjakan dari tiap basis juga berbeda.

  1. Porsi paling kecil untuk kota pelabuhan. Kuat sebagai pintu masuk dan tempat memulihkan diri dari penerbangan panjang, tapi daftar isinya lebih pendek daripada dua basis lainnya.
  2. Porsi menengah untuk basis pedalaman, karena kamu butuh waktu untuk kotanya sendiri dan tambahan waktu untuk keluar ke kota tetangga.
  3. Porsi paling besar untuk pesisir timur. Basis ini paling banyak melahirkan perjalanan harian dan kereta lokalnya paling sering lewat, jadi tambahan malam di sini terasa paling terbayar.

Satu catatan yang menyelamatkan banyak rencana: taruh malam terakhir di kota yang punya bandara, bukan di kota kecil yang masih menuntut satu perpindahan kereta pada pagi hari penerbangan.

Yang bisa kamu capai tanpa menyetir sama sekali

Daftar ini lebih panjang daripada dugaan banyak orang, dan inilah alasan kawasan selatan cocok untuk traveler yang tidak nyaman menyetir di negara asing.

  • Seluruh kota di jalur pesisir timur, karena kereta lokalnya berfungsi hampir seperti kereta komuter.
  • Kota bersejarah di dataran Provence seperti Arles dan Nimes, yang punya stasiun sendiri.
  • Kota pelabuhan kecil di dekat basis pertama, termasuk Cassis dan Toulon.
  • Perpindahan antarbasis itu sendiri, karena ketiganya berada di untaian jalur yang sama.

Supaya tidak bingung memilih jenis tiket dan tahu kapan reservasi tempat duduk wajib, baca dulu penjelasan kartu transit dan reservasi kereta di Prancis karena aturan antara kereta cepat dan kereta lokal tidak sama.

Kapan menyewa mobil benar-benar terbayar

Mobil bukan keharusan di kawasan ini, tapi ada satu keadaan yang membuatnya jelas masuk akal, yaitu ketika targetmu adalah tempat yang memang tidak dilewati kereta: desa perbukitan di pedalaman Provence, ladang yang mekar musiman, dan ngarai di bagian dalam. Tempat seperti itu dilayani bus desa yang jadwalnya jarang dan sering menyusut di luar musim ramai.

Sewa mobil di kawasan ini sebaiknya diambil untuk hari tertentu dari basis pedalaman, bukan untuk sepanjang perjalanan.

Alasannya sederhana. Di kota besar dan kota pesisir, mobil berubah jadi beban: parkir sulit, banyak zona terbatas, dan kamu tetap harus berjalan kaki begitu masuk pusat kota. Mengambilnya hanya untuk sebagian hari dari basis tengah memberi kamu akses ke pedalaman tanpa membayar hari-hari ketika mobil itu menganggur.

Sebelum memesan, periksa bagian yang paling sering bikin kaget pemegang paspor Indonesia pada catatan menyewa mobil di luar negeri mulai dari deposit kartu kredit sampai syarat izin mengemudi yang diakui.

Kawasan yang sebaiknya kamu lewati kalau waktu pendek

Kalau perjalananmu pendek, kawasan pedalaman yang paling jauh dari jalur kereta adalah bagian pertama yang harus kamu lepas. Deretan desa perbukitan dan ngarai di sana memang memberi pemandangan paling berbeda dari sisa rute, tapi harganya mahal dalam bentuk waktu: butuh mobil, butuh hari khusus, dan tetap harus kembali ke basis pada hari yang sama.

Melepasnya bukan kerugian besar. Watak Provence masih bisa kamu rasakan di kota pedalaman yang tersambung kereta, lengkap dengan pasar pagi, rumah berdinding batu, dan kafe yang menghadap jalan. Simpan pedalaman jauh untuk kunjungan kedua.

Urusan paspor, visa, dan pilihan musim

Kawasan ini masuk wilayah Schengen, jadi rencana rutenya tetap tunduk pada aturan tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Pastikan paspormu masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat, dan siapkan asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal EUR 30.000. Pembahasan ini sepenuhnya untuk perjalanan wisata, sedangkan urusan izin yang lain punya jalur sendiri dan tidak dibahas di sini.

Soal musim, musim panas kira-kira Juni sampai Agustus adalah periode paling ramai sekaligus paling mahal, dan kereta lokal di pesisir bisa penuh. Musim semi sekitar April sampai Mei dan musim gugur sekitar September sampai Oktober biasanya lebih nyaman untuk berjalan kaki sepanjang hari, meski cuacanya tidak bisa dijanjikan.

Karena jadwal pengajuan berkas ikut menentukan tanggal mana yang masih bisa kamu kunci, susun urutannya mengikuti panduan mengatur waktu pengajuan visa Prancis supaya booking penginapan tidak dibuat sebelum kamu punya kepastian jadwal.

Menyusun urutannya dari penerbangan Indonesia

Dari Jakarta, Bali, atau Surabaya kamu akan transit setidaknya sekali sebelum mendarat di kawasan selatan. Pilih pola masuk di satu ujung dan keluar di ujung lain, misalnya mendarat di kota pelabuhan dan pulang dari kota pesisir timur. Pola itu memotong satu perjalanan balik yang tidak ada gunanya, dan jalur kereta pesisir memang enak dilalui satu arah.

Urutannya: mulai dari kota pelabuhan karena hari pertama setelah penerbangan panjang memang tidak produktif, lanjut ke basis pedalaman ketika badanmu sudah pulih dan siap untuk hari-hari jalan kaki, lalu tutup di pesisir timur yang paling santai. Dan jangan isi penuh setiap hari, karena satu hari tanpa rencana di tiap basis itulah yang kamu syukuri kalau ada kereta terlambat atau cuaca berubah.