Schengen

Pulau Saaremaa dan Hiiumaa Estonia: Rute Kepulauan untuk Traveler WNI

Saaremaa dan Hiiumaa hanya bisa dicapai lewat feri berjadwal, dan begitu sampai, jarak antartitik terlalu jauh untuk bus pulau. Dua keputusan harus kamu ambil sebelum berangkat, bukan di tempat.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Pulau Saaremaa dan Hiiumaa Estonia: Rute Kepulauan untuk Traveler WNI

Foto oleh Yohan Marion di Unsplash

Dua pulau besar Estonia bukan tambahan kecil di ujung rute daratan. Saaremaa dan Hiiumaa duduk di luar garis pantai barat, dan keduanya hanya bisa dicapai dengan feri berjadwal. Begitu kamu turun di pulau, titik-titik yang ingin kamu lihat terpencar jauh satu dari yang lain, sementara angkutan umumnya tipis. Dua kenyataan itu bergabung jadi satu kendala yang menentukan seluruh bentuk perjalananmu, dan konsekuensinya harus kamu putuskan di Jakarta, bukan setelah mendarat.

Kenapa dua pulau ini perlu rencananya sendiri

Banyak traveler Indonesia memperlakukan kepulauan Estonia sebagai sisipan: satu hari dicolek di sela rute kota. Masalahnya, feri tidak berjalan sesering kereta komuter, dan jadwalnya berubah mengikuti musim. Begitu satu feri terlewat, bukan hanya satu agenda yang bergeser, tapi seluruh susunan harimu di pulau itu.

Kalau kamu belum menyusun bagian daratannya, baca dulu rute Estonia dari Tallinn ke Tartu supaya artikel ini bisa kamu pakai khusus untuk bagian kepulauannya saja.

Satu kendala yang membentuk segalanya

Sebut saja apa adanya: akses ke pulau terkunci pada jadwal feri, dan mobilitas di dalam pulau terkunci pada kendaraan. Keduanya saling mengikat. Kamu tidak bisa memilih feri yang nyaman lalu berharap urusan di dalam pulau menyesuaikan diri, karena jarak antartitik di pulau terlalu jauh untuk diandalkan dengan jadwal bus yang jarang.

  • Feri adalah pintu tunggal, jadi kehilangan satu keberangkatan berarti kehilangan setengah rencana
  • Di luar musim ramai jadwal feri menyusut, sehingga pilihan jam berangkat jauh lebih sempit
  • Pada musim ramai jadwal lebih rapat, tapi kursi dan slot kendaraan justru lebih cepat habis
  • Di dalam pulau, bus menghubungkan permukiman utama, bukan menghubungkan satu per satu tempat yang ingin dilihat traveler

Artinya ada dua keputusan yang harus beres sebelum berangkat: memesan feri lebih awal, dan menentukan bagaimana kamu akan berpindah setelah turun. Sisa rencanamu menempel pada dua keputusan ini.

Apa yang membedakan Saaremaa dari Hiiumaa

Keduanya tenang, tapi tenangnya berbeda jenis. Saaremaa lebih besar dan lebih tertata untuk pengunjung. Ada kota utama yang terasa seperti kota kecil sungguhan, dengan penginapan, kafe, dan tempat belanja yang masih buka ketika musim tidak ramai. Agenda di Saaremaa juga lebih beragam, dari benteng dan permukiman tua sampai bentang alam yang khas.

Hiiumaa lebih sepi, lebih hutan, dan lebih sedikit lapisan turisnya. Yang menarik di sana justru kekosongannya: jalan panjang di antara pohon, permukiman kecil yang saling berjauhan, dan ritme yang lambat. Tapi kekosongan itu punya harga. Pilihan penginapan dan tempat makan lebih sedikit, dan di luar musim ramai sebagian di antaranya tutup.

Saaremaa memberi kamu lebih banyak hal untuk dilakukan, Hiiumaa memberi kamu lebih banyak ruang untuk tidak melakukan apa-apa.

Memesan feri jauh sebelum hari keberangkatan

Pada musim ramai di belahan bumi utara, kira-kira Juni sampai Agustus, feri ke kepulauan dipakai bersama oleh wisatawan dan penduduk setempat yang pulang pergi. Kalau kamu bepergian tanpa kendaraan, risikonya relatif kecil. Tapi begitu kamu membawa mobil, slot kendaraan di feri jauh lebih terbatas daripada kursi penumpang, dan itu yang biasanya habis lebih dulu.

  1. Tentukan dulu kamu membawa kendaraan atau tidak, karena jawabannya mengubah cara kamu memesan
  2. Kalau membawa kendaraan, pesan slotnya begitu tanggalmu pasti, jangan menunggu sampai tiba di daratan
  3. Catat keberangkatan terakhir hari itu dan jadikan itu batas aman, bukan target
  4. Siapkan rencana cadangan untuk menginap di sisi yang salah kalau feri terakhir terlewat

Karena jadwal feri bergerak mengikuti musim, pilihan bulan keberangkatanmu ikut menentukan. Pertimbangkan ini bersama musim terbaik berkunjung ke Estonia sebelum kamu mengunci tanggal.

Menyewa mobil atau mengandalkan bus pulau

Ini keputusan kedua, dan jawabannya bergantung pada apa yang kamu cari. Bus pulau nyata ada dan dipakai orang, tapi bus itu dirancang untuk menghubungkan permukiman, bukan untuk mengantar traveler dari satu pemandangan ke pemandangan berikutnya. Kalau rencanamu hanya berpusat di kota utama Saaremaa dan sekitarnya, bus plus jalan kaki masih masuk akal.

Begitu kamu ingin menyentuh sisi pulau yang lain, mobil praktis jadi keharusan. Menyewa mobil bisa dilakukan dari daratan lalu dibawa naik feri, atau diambil setelah tiba di pulau. Membawa dari daratan memberi kamu kendaraan yang sama sepanjang perjalanan, tapi menambah urusan slot feri. Mengambil di pulau memangkas urusan slot, tapi pilihan unit dan kantornya lebih terbatas, terutama di Hiiumaa dan terutama di luar musim ramai.

  • Hanya kota utama dan sekitarnya dalam waktu pendek: bus dan jalan kaki cukup
  • Keliling satu pulau sampai ke sisi jauhnya: sewa mobil
  • Dua pulau dalam satu perjalanan: sewa mobil, hampir tanpa pengecualian
  • Datang di luar musim ramai: pesan mobil lebih awal, karena jumlah unit di pulau sedikit

Kenapa menjejalkan dua pulau jarang masuk akal

Secara peta, Saaremaa dan Hiiumaa terlihat berdekatan, jadi wajar kalau kamu tergoda memasukkan keduanya. Tapi yang memakan waktumu bukan jarak, melainkan jumlah penyeberangan. Setiap perpindahan menambah satu jadwal yang harus kamu patuhi, satu antrean, dan satu kemungkinan gagal. Dalam perjalanan singkat, kamu akan menghabiskan porsi terbesar waktumu untuk menunggu dan berpindah, bukan untuk melihat.

Ada juga biaya yang tidak kelihatan: ritme. Kedua pulau ini menarik justru karena lambat. Mengejar jadwal feri sambil terus mengecek jam di gadget menghapus satu-satunya hal yang membuat kamu datang.

Kalau waktumu memang mepet dan kamu ingin itinerary kamu tetap wajar di mata petugas, perhatikan juga bentuk dokumen visa turis Estonia untuk WNI karena itinerary yang terlalu padat justru sulit dipercaya.

Kalau hanya ada satu kesempatan, pilih yang mana

Untuk kebanyakan traveler Indonesia yang baru pertama kali ke Baltik, Saaremaa adalah pilihan yang lebih aman. Alasannya praktis, bukan soal selera: aksesnya lebih mapan, penginapan dan tempat makannya lebih banyak, dan agenda hariannya lebih padat tanpa harus menyetir terlalu jauh. Kalau cuaca memburuk atau satu rencana gugur, masih ada penggantinya di sekitarmu.

Hiiumaa lebih pas kalau kamu sudah pernah ke kawasan ini, punya waktu lebih longgar, dan memang mencari sepi. Juga kalau kamu nyaman menyetir di jalan yang kosong dan tidak keberatan makan apa yang tersedia, bukan apa yang kamu rencanakan.

Hal kecil yang menentukan setelah kamu di pulau

  • Bawa bekal, karena tempat makan di pulau tidak selalu buka di luar jam ramai
  • Isi bahan bakar di kota utama, jangan mengandalkan menemukan pompa di tengah jalan
  • Siapkan peta offline di gadget, sebab sinyal tidak merata di bagian pulau yang jarang penduduknya
  • Untuk urusan makanan halal, lebih realistis mengandalkan menu ikan dan nabati daripada mencari tempat khusus

Soal apa yang mungkin kamu temukan di meja makan, ada gambaran terpisah tentang kuliner Estonia dan adab santapnya yang membantu kamu menyesuaikan harapan sebelum sampai.

Yang harus beres sebelum lepas dari Indonesia

Kepulauan Estonia masuk wilayah Schengen, jadi urusan masuknya sama dengan rencana Schengen pada umumnya. Pastikan paspormu masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat. Hitung juga pemakaian 90 hari dalam 180 hari kalau kamu merangkai beberapa negara.

Dari Jakarta, Surabaya, atau Bali, perjalanan ke Estonia berarti transit, lalu masih ada perpindahan ke daratan barat sebelum feri. Rangkai urutannya dari belakang: tentukan feri dulu, baru perpindahan di dalam negerinya, baru penerbangan internasionalnya. Kalau kamu menyusunnya dari depan, feri yang jadwalnya paling kaku akan selalu jadi bagian yang terpaksa dikorbankan.

Intinya satu. Kepulauan Estonia tidak memaafkan rencana yang digantung. Dua keputusan, feri dan kendaraan, kamu ambil sebelum berangkat. Sisanya boleh kamu biarkan longgar, dan memang sebaiknya begitu.