Kuliner Halal Korea Selatan: Panduan Makan untuk Wisatawan Muslim
Di Korea, masalahnya bukan daging yang terlihat di piring, melainkan kaldu dan arak masak yang tidak kelihatan. Panduan ini mengajari kamu membaca dasar rasa dapur Korea, bertanya ke pelayan, dan bertahan saat makan bersama rombongan.

Foto oleh catrina farrell di Unsplash
Korea Selatan termasuk tujuan yang paling mudah dinikmati wisatawan Indonesia. Transportasinya rapi, kotanya aman, dan hampir semua yang kamu lihat di drama bisa didatangi dalam satu perjalanan. Yang paling melelahkan justru urusan makan.
Dapur Korea membangun rasa dari dasar kaldu, bukan dari potongan dagingnya. Satu mangkuk bisa terlihat penuh sayur dan tahu, tapi rasanya datang dari rebusan tulang babi, lemak hewani, atau arak masak yang dituang ke wajan agar bau amis hilang. Begitu kamu berhenti menilai hidangan dari isi piringnya dan mulai menanyakan dasar rasanya, menu Korea jadi mudah dibaca.
Prinsip umum mencari makan di luar negeri sudah dibahas di panduan makanan halal saat liburan ke luar negeri, sedangkan tulisan ini membongkar dapur Korea sampai ke nama hidangan dan istilah untuk pelayan.
Tiga bahan yang paling sering menjadi masalah
Hampir semua kasus rumit bermuara pada tiga hal yang sama. Kalau kamu hafal ketiganya, kamu tidak perlu menghafal ratusan nama hidangan.
- Kaldu rebusan tulang. Banyak sup dan mi berkuah berdiri di atas kaldu tulang babi, dan kuahnya bisa bening tanpa potongan daging sama sekali.
- Lemak hewani. Sayur tumis dan isian panekuk sering dimasak dengan lemak sisa memanggang daging. Piringnya vegetarian, wajannya tidak.
- Arak masak. Cheongju dan mirim dipakai nyaris sebagai bumbu dasar untuk menghilangkan bau pada ikan, ayam, dan daging, dan tidak pernah tercantum di menu.
Ada bahan keempat yang sifatnya berbeda, yaitu ikan dan udang fermentasi di dalam kimchi. Ini bukan soal babi atau alkohol, tapi perlu kamu tahu karena kimchi muncul otomatis di setiap meja.
Hidangan yang sebaiknya kamu lewati lebih dulu
- Gamjatang, sup pedas dengan tulang punggung babi sebagai isi utamanya.
- Budae jjigae, panci rebusan yang bahan pokoknya sosis dan ham kalengan.
- Samgyeopsal, dwaeji galbi, dan bossam, seluruh keluarga panggangan dan rebusan perut babi.
- Sundae, sosis darah yang sering dikukus bersama jajanan lain.
- Mandu dan jjajangmyeon versi standar, karena isian dan sausnya memakai babi cincang.
Hidangan yang nasibnya tergantung dapurnya
Kelompok inilah yang paling membingungkan, karena namanya sama tapi resepnya berbeda antar rumah makan. Di sini pertanyaan soal kaldu menentukan segalanya.
- Tteokbokki. Kuahnya sering memakai kaldu ikan teri, tapi banyak gerai menambahkan irisan sosis.
- Kimchi jjigae. Versi warung umumnya memakai babi berlemak, sebagian memakai tuna kalengan.
- Sundubu jjigae. Versi seafood dan versi babi berdiri bersebelahan di menu yang sama.
- Bibimbap. Dasarnya sayur, tapi banyak yang menambahkan daging cincang dan saus bercampur kaldu.
- Japchae dan kalguksu. Yang pertama biasanya ditumis dengan daging sapi, yang kedua berdiri di atas kaldu teri atau ayam.
- Gimbap. Isian standarnya memuat ham dan stik kepiting, dan keduanya bisa diminta dilewati.
Pilihan yang paling sering aman tanpa sertifikat
Dua jalur ini paling bisa diandalkan, dan keduanya bagian asli masakan setempat, bukan menu darurat.
Jalur ikan dan seafood
Korea punya tradisi ikan yang kuat. Godeungeo gui alias ikan kembung bakar dan haemul pajeon alias panekuk seafood paling mudah dicari. Sundubu jjigae versi haemul juga aman selama kuahnya bukan kaldu tulang. Untuk ikan bakar, tanyakan dulu apakah ikannya dilumuri arak masak.
Jalur sayur dan masakan kuil
Masakan kuil Buddha sepenuhnya tanpa daging, tanpa kaldu hewani, dan tanpa arak masak, karena itu bagian dari aturan agamanya sendiri. Sanchae bibimbap berisi sayur gunung, kongguksu berkuah susu kedelai, dan bapsang vegetarian jarang mengecewakan. Di kawasan kuil luar kota besar, peluangnya lebih besar.
Di Korea, pertanyaan paling berguna bukan apakah ada menu halal, melainkan kaldunya dari apa.
Istilah Korea yang perlu kamu tanyakan
Pelayan di Korea umumnya ramah, tapi banyak yang tidak terbiasa ditanya soal bahan. Jadi tanyakan bahan yang konkret, bukan konsep.
- Dwaeji gogi, daging babi. Tanyakan dwaeji gogi isseoyo untuk memastikan ada tidaknya.
- Yuksu, kaldu. Gabungkan jadi dwaeji yuksu isseoyo, dan inilah pertanyaan paling menentukan.
- Jeoneun dwaeji gogi mot meogeoyo, artinya kamu tidak bisa makan daging babi.
- Gogi ppaego juseyo, artinya tolong dagingnya jangan dimasukkan. Berguna untuk gimbap dan japchae.
- Mirim dan cheongju, arak masak. Tanyakan terpisah karena pelayan tidak selalu menganggapnya bahan.
- Chaesik untuk vegetarian, haemul untuk seafood, dakgogi untuk ayam, sogogi untuk daging sapi.
Simpan daftar ini di gadget lalu tunjukkan layarnya ke pelayan, karena menyodorkan tulisan lebih berhasil daripada mengandalkan pelafalanmu.
Kawasan yang lebih ramah bagi pencari makan halal
Rumah makan ramah muslim di Korea tersebar tidak merata. Daripada mencari satu per satu, jadwalkan jam makan di sekitar kawasan yang sudah punya kantongnya.
- Itaewon di Seoul adalah pusatnya, karena masjid utama kota ada di situ dan rumah makan Timur Tengah serta India berkumpul di jalan yang sama.
- Kawasan sekitar kampus besar biasanya punya rumah makan Asia Tengah dan Turki.
- Pasar besar seperti Dongdaemun dan Myeongdong punya gerai yang menandai dirinya bebas babi.
- Di luar Seoul dan Pulau Jeju, daftarnya jauh lebih pendek, jadi rencanakan jam makan lebih awal.
Perhatikan juga bahwa penandaan di Korea itu bertingkat: ada yang bersertifikat, ada yang menyatakan sendiri tanpa lembaga penjamin, ada yang ramah muslim pada sebagian menu, dan ada yang sekadar tidak memakai babi tapi tetap menyajikan alkohol. Stikernya mirip, jadi baca keterangannya, bukan logonya.
Untuk menyaring kawasan itu di lapangan, siapkan dulu aplikasi peta dan penerjemah seperti yang dibahas di daftar aplikasi penting saat di Korea Selatan, karena peta yang biasa kamu pakai kurang akurat di sana.
Cara membaca label di minimarket
Minimarket adalah jaring penyelamat utamamu. Jumlahnya banyak, bukanya panjang, dan isinya bisa menutup satu waktu makan. Kuncinya tahu bagian mana dari kemasan yang perlu dibaca.
- Balik kemasannya dan cari blok keterangan alergen di dekat daftar bahan, karena blok itu biasanya menyebut daging babi secara terpisah.
- Perhatikan suku kata gogi yang berarti daging, lalu lihat kata di depannya.
- Arahkan kamera aplikasi penerjemah ke daftar bahan, bukan ke nama produk.
- Curigai bumbu bubuk pada mi dan nasi instan, karena di situlah kaldu daging bersembunyi walaupun gambar kemasannya seafood.
- Untuk mengisi perut cepat, pilih telur rebus, susu, buah potong, roti tawar, kacang panggang, atau rumput laut lembaran.
Taktik minimarket dan food court ini bisa kamu gabungkan dengan cara berhemat pada panduan makan hemat di kota mahal, karena logikanya sama.
Bertahan saat makan bersama rombongan
Makan di Korea pada dasarnya kegiatan bersama. Satu panci diletakkan di tengah meja dan pelat panggangan dipakai bergantian untuk apa pun yang dibawa pelayan, dan inilah momen paling tidak nyaman.
- Bicara sebelum tempatnya dipilih, bukan setelah semua duduk, karena mengubah pesanan lebih sulit daripada mengubah tujuan.
- Tawarkan diri jadi yang mencari tempat makan, karena rombongan biasanya senang ada yang mengurus.
- Arahkan ke rumah makan berporsi per orang seperti bibimbap, ikan bakar, atau meja nasi, bukan ke panci bersama.
- Kalau tetap di rumah makan panggangan, minta pelat panggangan baru dan pesan seafood atau ayam untuk porsimu sendiri.
- Simpan dua atau tiga nama rumah makan sekitar di gadget, supaya kamu menyodorkan pilihan, bukan hanya menolak.
Bawa juga bekal pendukung dari Indonesia seperti abon, sambal sachet, atau bumbu nasi instan. Barang kecil begini mengubah nasi putih dan telur rebus minimarket jadi makanan yang benar-benar mengenyangkan.
Kalau rute harianmu masih disusun, selipkan jam makan ke kawasan yang sudah terbukti ramah seperti saran pada itinerary Korea Selatan 7 hari, supaya kamu tidak kelaparan di tengah jadwal padat.
Yang perlu disiapkan sebelum berangkat
Panduan ini bicara soal perjalanan wisata singkat. Untuk dokumennya, pastikan paspormu masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal keberangkatan. Sisanya persiapan kecil: simpan daftar istilah di gadget, tandai beberapa rumah makan di peta sebelum terbang, dan terima bahwa beberapa kali kamu akan makan sayur dan ikan saja. Begitu kamu terbiasa menanyakan kaldunya dari apa, Korea berhenti terasa seperti medan sulit.