Schengen

Aturan Masuk Kroasia Sejak Schengen: Perbatasan Darat untuk WNI

Sejak Kroasia masuk wilayah Schengen, perlintasan ke Slovenia dan Hungaria nyaris tanpa pemeriksaan, sementara arah Bosnia dan Serbia jadi batas luar. Pahami dampaknya pada kuota tinggal dan jumlah masuk di visamu sebelum rutenya disusun.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Aturan Masuk Kroasia Sejak Schengen: Perbatasan Darat untuk WNI

Foto oleh JP di Unsplash

Kroasia sekarang bagian dari wilayah Schengen. Bagi pemegang paspor Indonesia, perubahan itu tidak berhenti pada jenis visa yang dipakai. Yang ikut bergeser adalah peta pemeriksaan: ada perbatasan yang kini kamu lewati tanpa berhenti sama sekali, dan ada perbatasan lain yang justru naik kelas menjadi batas luar Schengen dengan pemeriksaan penuh.

Tulisan ini soal pergerakan di perbatasan, bukan soal berkas pengajuan. Yang berubah di pos lintas jarang muncul di daftar syarat visa, padahal bagian itulah yang bisa menghentikan rutemu di tengah jalan.

Daftar berkas dan hal yang berubah sejak Kroasia masuk Schengen sudah dibahas di syarat visa turis Kroasia untuk WNI, jadi di sini kita langsung bicara tentang apa yang terjadi di pos lintas.

Peta baru perbatasan Kroasia

Cara paling gampang memahaminya adalah membagi tetangga Kroasia menjadi dua kelompok, lalu memperlakukan keduanya dengan cara yang berbeda.

  • Ke arah Slovenia dan Hungaria, perbatasannya kini perbatasan dalam Schengen. Tidak ada lagi pemeriksaan paspor yang rutin di pos lintas.
  • Ke arah Bosnia dan Herzegovina, Serbia, dan Montenegro, perbatasannya menjadi batas luar Schengen. Pemeriksaan berlangsung penuh untuk keluar maupun masuk.
  • Lewat udara dan laut, yang menentukan adalah titik keberangkatanmu. Penerbangan atau kapal dari luar wilayah Schengen tetap diperiksa di bandara dan pelabuhan.

Jadi satu negara yang sama bisa memberimu dua pengalaman perbatasan yang sangat berbeda dalam satu perjalanan, tergantung ke arah mana kamu bergerak hari itu.

Perlintasan ke Slovenia dan Hungaria yang tidak lagi diperiksa

Kalau kamu menyewa mobil atau naik bus dari Zagreb ke arah utara, perlintasannya terasa seperti berpindah provinsi. Pos lintasnya sering tidak lagi menghentikan kendaraan, dan tidak ada cap yang bertambah di paspormu.

Enaknya jelas: rute lintas negara jadi lebih cepat dan jadwal bus antarkota tidak lagi terpotong antrean panjang. Tapi hilangnya pemeriksaan rutin bukan berarti hilangnya kewajiban. Kepolisian masih berwenang memeriksa identitas di dalam negeri, dan pemeriksaan di perbatasan dalam bisa dipulihkan sementara kalau situasinya dianggap perlu. Paspor dan visa tetap harus kamu bawa, bukan ditinggal di hotel.

Perlintasan ke negara Balkan yang kini jadi batas luar

Ini bagian yang paling sering mengagetkan wisatawan Indonesia. Begitu kamu bergerak dari Kroasia ke arah Bosnia, Serbia, atau Montenegro, kamu sedang keluar dari wilayah Schengen. Petugas akan memeriksa paspor, mencatat kepergianmu, dan bisa menanyakan tujuan serta rencana kembali.

Saat kamu masuk lagi ke Kroasia, prosesnya dimulai dari awal: pemeriksaan masuk ke wilayah Schengen, lengkap dengan pertanyaan soal akomodasi dan lama tinggal. Negara Balkan itu sendiri punya aturan visanya masing-masing yang tidak otomatis sama dengan Schengen.

Sebelum merancang mampir ke sana, cek dulu bahasan tentang negara Balkan di luar Schengen supaya kamu tahu kapan visa Schengen-mu cukup dan kapan kamu butuh izin terpisah.

Keluar masuk yang terhitung pada kuota tinggalmu

Kuota tinggal pemegang paspor Indonesia di wilayah Schengen adalah 90 hari dalam 180 hari. Yang perlu kamu pahami adalah bahwa keluar ke Bosnia atau Serbia memang menghentikan hitungan hari selama kamu berada di luar, tapi tidak mengulang kuotanya dari nol.

Artinya hari-hari yang sudah kamu pakai di Kroasia tetap tercatat, dan hari-hari setelah kamu masuk kembali menyambung ke catatan yang sama. Jalan-jalan ke luar Schengen bukan cara mereset kuota. Yang bertambah justru jumlah perlintasan yang tercatat atas namamu.

Mekanisme hitungannya dibahas lebih rinci di aturan 90 hari dalam 180 hari Schengen, dan sebaiknya kamu hitung ulang rute gabunganmu dengan patokan itu.

Keluar dari wilayah Schengen menghentikan hitungan hari, bukan mengembalikan kuotanya ke angka awal.

Jalur pantai yang memotong wilayah negara lain

Ada satu hal geografis yang penting diketahui kalau kamu merencanakan perjalanan darat di sepanjang pantai Adriatik. Jalur pantai klasik dari arah Split ke Dubrovnik secara historis memotong sepotong wilayah Bosnia dan Herzegovina di dekat kota Neum. Lewat jalur itu, kamu keluar dan masuk wilayah Schengen dalam satu hari perjalanan yang sama.

Sekarang sudah ada jembatan yang menghubungkan daratan Kroasia tanpa melewati wilayah negara lain, jadi rute tanpa perlintasan itu tersedia. Yang perlu kamu lakukan adalah memastikan jalur mana yang dipakai kendaraanmu. Kalau naik bus antarkota, tanyakan ke operatornya. Kalau menyewa mobil, periksa jalur yang disarankan aplikasi peta sebelum berangkat, karena aplikasi kadang masih memilih jalur lama.

Kalau jalurmu memang lewat sana

Tidak masalah, asal kamu sadar bahwa itu dua perlintasan batas luar, bukan sekadar lewat. Siapkan paspor di tas kecil, dan pastikan visamu masih punya sisa jumlah masuk untuk kembali ke Kroasia di sore hari.

Kenapa jumlah masuk di visamu menentukan rute

Di sinilah urusan perbatasan bertemu urusan visa. Visa Schengen dengan satu kali masuk akan habis terpakai begitu kamu keluar ke Bosnia atau Montenegro. Kamu tidak akan bisa masuk kembali ke Kroasia dengan visa yang sama, sekalipun masa berlakunya masih panjang dan kuota harimu masih sisa banyak.

  1. Tulis dulu rutenya hari per hari, lalu tandai setiap titik di mana kamu keluar dari wilayah Schengen.
  2. Hitung berapa kali kamu perlu masuk kembali ke wilayah Schengen setelah titik-titik itu.
  3. Ajukan visa dengan jumlah masuk yang sesuai hitungan tersebut, dan sampaikan rencananya lewat itinerary yang kamu lampirkan.

Kalau riwayat perjalananmu sudah cukup rapi, ada peluang mendapat visa dengan masa berlaku panjang seperti yang dijelaskan di visa Schengen multiple entry 5 tahun untuk WNI, dan itu sangat memudahkan rute gabungan seperti ini.

Yang perlu siap di tangan saat melewati batas luar

Pemeriksaan di batas luar tidak selalu panjang, tapi lebih baik barangnya sudah ada di tas kecil, bukan di koper yang masuk bagasi bus.

  • Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan, dihitung dari tanggal rencana pulangmu ke Indonesia.
  • Visa Schengen dengan jumlah masuk yang masih tersisa untuk perlintasan itu.
  • Asuransi perjalanan dengan pertanggungan EUR 30.000 yang berlaku di seluruh wilayah Schengen.
  • Bukti booking penginapan dan tiket keluar wilayah Schengen, dalam bentuk yang bisa dibuka tanpa internet.
  • Alamat menginap di kota berikutnya, karena ini pertanyaan yang paling sering muncul di loket.

Satu catatan pembatas: semua ini berlaku untuk perjalanan wisata. Urusan kerja, studi, atau menetap punya jalur dan aturan sendiri yang tidak dibahas di sini.

Menyusun rute gabungan tanpa bikin pusing

Pola yang paling tenang adalah mengelompokkan negara. Habiskan dulu bagian Schengen seperti Slovenia, Kroasia, dan Hungaria dalam satu rangkaian, baru setelah itu bergerak ke Balkan non-Schengen, lalu pulang dari bandara di salah satu negara Balkan atau masuk sekali lagi ke Kroasia untuk penerbangan balik ke Jakarta.

Pola yang paling banyak menuntut jumlah masuk adalah zigzag: masuk Kroasia, lompat ke Bosnia, balik ke Kroasia, lompat ke Montenegro, balik lagi. Rute itu boleh saja, tapi kamu harus menghitung perlintasannya dari awal dan mengurus visa yang mengakomodasi semuanya. Kalau tidak, perjalanan yang sudah dibayar bisa berhenti di tengah jalan karena alasan administratif yang sebetulnya bisa dicegah.

Ketentuan bisa berubah, jadi periksa sumber resmi

Status perbatasan adalah hal yang bergerak. Jalur yang ramai bisa dialihkan, pos lintas kecil tidak selalu buka sepanjang hari, dan persyaratan masuk negara Balkan bisa disesuaikan tanpa pengumuman besar di media Indonesia.

Sebelum berangkat, buka situs resmi kepolisian perbatasan Kroasia serta situs kedutaan atau konsulat negara yang akan kamu lewati, lalu cocokkan dengan rute yang sudah kamu tulis. Yang tertulis di sini adalah cara kerja mekanismenya, sementara keputusan di pos lintas tetap ada di tangan petugas yang bertugas hari itu.