Itinerary Jerman 10 Hari untuk WNI: Berlin ke Munich Lewat Dresden
Satu negara, empat kota, dan satu arah perjalanan dari utara ke selatan tanpa pernah mundur ke jalur yang sudah kamu lewati. Begini cara membagi malam di Berlin, Dresden, Nuremberg, dan Munich supaya tenagamu tidak habis di peron.

Foto oleh Nick Night di Unsplash
Jerman sering jadi pintu masuk pertama WNI ke Eropa, tapi banyak rencana sepuluh hari justru dipakai mengejar lima negara sekaligus. Hasilnya bisa diduga: banyak waktumu habis di kursi kereta dan ruang tunggu. Rute Berlin ke Munich lewat Dresden dan Nuremberg menawarkan hal sebaliknya, yaitu satu garis dari utara ke selatan yang tetap memberi empat suasana kota berbeda.
Satu negara saja, dan itu bukan kekurangan. Karena kamu tidak keluar dari Jerman, urusan administrasinya jadi jauh lebih sederhana. Tidak ada perdebatan negara mana yang jadi tujuan utama, dan itinerary-mu mudah dibaca siapa pun yang memeriksanya.
Mengapa rute satu negara terasa lebih ringan
Perjalanan lintas negara di Schengen punya satu pekerjaan tambahan yang jarang disadari pemula, yaitu menentukan ke kedutaan mana kamu mengajukan. Begitu itinerary-mu hanya menyentuh Jerman, pertanyaan itu hilang sendiri.
Kalau kamu masih menimbang rute lintas negara sebagai pembanding, pahami dulu aturan tujuan utama visa Schengen supaya kamu tahu kerumitan apa yang kamu hindari dengan tinggal di satu negara.
Keuntungan kedua lebih praktis. Semua kereta antarkotamu berada dalam satu sistem operator, satu aplikasi, dan satu cara beli tiket. Kamu tidak perlu belajar empat sistem transportasi berbeda dalam sepuluh hari.
Pembagian malam yang masuk akal untuk sepuluh hari
Sepuluh hari perjalanan biasanya berarti sembilan malam menginap, karena hari pertama terpakai untuk penerbangan panjang dari Jakarta dan hari terakhir untuk kembali ke bandara. Pembagian di bawah ini memperhitungkan jet lag di awal dan tenaga yang menurun di akhir.
- Berlin tiga malam, karena kota ini paling luas dan paling banyak menuntut jalan kaki, sekaligus tempat paling nyaman memulihkan jet lag
- Dresden satu malam, cukup untuk pusat kota lama dan tepian sungainya
- Nuremberg dua malam, satu untuk kota lamanya dan satu sebagai basis hari luar kota
- Munich tiga malam, sebagai penutup santai dan kota keberangkatan pulangmu
Jangan tergoda menambah kota kelima. Setiap kota tambahan memakan satu pagi untuk check-out dan satu siang untuk check-in, dan dua potong waktu itu adalah bagian hari yang paling enak dipakai berjalan santai.
Kenapa urutan utara ke selatan lebih hemat tenaga
Berlin ada di utara, Munich di selatan, dan Dresden serta Nuremberg berada di antara keduanya. Kalau kamu mendarat di Berlin dan pulang dari Munich, setiap perpindahan membawamu lebih dekat ke titik keluar. Tidak ada satu pun kereta yang kamu naiki dua kali ke arah berlawanan.
Sebaliknya, pola bolak-balik dengan satu kota sebagai markas memaksa kamu membeli dua kali perjalanan untuk setiap tujuan. Pola itu masuk akal untuk kota kecil yang berdekatan, tapi tidak untuk jarak sepanjang Berlin ke Munich.
Rute yang baik bukan yang mampir ke paling banyak tempat, melainkan yang membuatmu tidak pernah mundur ke arah yang sudah kamu lewati.
Satu hal teknis yang perlu dicatat sejak memesan tiket pesawat: cari penerbangan dengan kota masuk dan kota keluar yang berbeda. Tanpa itu kamu terpaksa kembali ke Berlin di hari terakhir hanya untuk mengejar pesawat.
Sambungan kereta antarkota di dalam Jerman
Kereta jarak jauh di Jerman terbagi kasar menjadi dua lapis, yaitu layanan cepat antarkota besar dan layanan regional yang berhenti lebih sering. Rute ini banyak memakai yang pertama, dengan satu atau dua ruas yang mungkin dilayani kereta regional.
- Tiket kereta cepat umumnya lebih murah bila dibeli jauh sebelum hari keberangkatan, dan harganya naik saat mendekati jadwal
- Tiket murah biasanya terikat pada satu jadwal, jadi bayar lebih untuk tiket fleksibel kalau kamu suka memutuskan di pagi hari
- Reservasi tempat duduk sering dijual terpisah, dan layak dibeli kalau kamu membawa koper besar
- Download aplikasi operator kereta sebelum berangkat, karena di situ tiketmu tersimpan sekaligus informasi perubahan jalur
Pengalaman naik kereta di dalam satu negara berbeda dari perjalanan antarnegara yang punya aturan reservasi dan pas terusan sendiri, dan bedanya dijelaskan di panduan naik kereta antar negara di Eropa kalau nanti kamu ingin memperluas rute.
Kapan sebaiknya menginap dekat stasiun pusat
Menginap dekat stasiun pusat terdengar selalu benar, tapi sebenarnya hanya menguntungkan dalam kondisi tertentu. Patokannya berapa lama kamu tinggal dan seberapa pagi kamu berangkat.
- Pilih dekat stasiun kalau kamu hanya menginap satu malam, seperti di Dresden, karena waktu tempuh dari peron ke kamar jadi hampir nol
- Pilih dekat stasiun kalau kereta sambunganmu berangkat pagi sekali dan kamu membawa koper besar
- Pilih dekat pusat kota, bukan stasiun, kalau kamu menginap tiga malam seperti di Berlin dan Munich
- Ingat bahwa area sekitar stasiun besar cenderung lebih ramai dan berisik pada malam hari
Untuk Nuremberg, kota lamanya berada tepat di seberang stasiun pusat, jadi kamu tidak perlu memilih.
Menyisipkan satu hari luar kota tanpa membongkar rencana
Hari luar kota paling aman diselipkan di kota tempat kamu menginap lebih dari satu malam, karena kamu bisa pergi tanpa koper dan kembali ke kamar yang sama. Itulah kenapa Nuremberg diberi dua malam.
Aturannya satu saja: jangan pindah kota di hari yang sama. Kalau kamu memaksa check-out, naik kereta regional ke kota kecil, lalu lanjut ke kota berikutnya malam itu, kopermu ikut berkeliling sepanjang hari dan kamu kehilangan tenaga untuk dua hari.
- Tetapkan dulu kota mana yang punya dua malam atau lebih, itu kandidat basis hari luar kotamu
- Pilih tujuan yang bisa ditempuh kereta regional tanpa harus berganti lebih dari sekali
- Berangkat pagi dan rencanakan kembali sebelum gelap, karena jadwal kereta regional menipis di malam hari
- Sisakan satu hari tanpa rencana di Munich sebagai bantalan
Kalau itinerary ini akan kamu lampirkan ke pengajuan visa, susun bentuk dokumennya mengikuti panduan cara membuat itinerary visa Jerman yang benar supaya tanggal menginap dan kota keluar masuknya konsisten.
Catatan praktis untuk pembaca dari Indonesia
Beberapa hal berikut khas untuk kita dan sering terlewat. Semuanya kecil, tapi tiap satunya bisa mengacaukan satu hari penuh.
- Paspormu harus masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat
- Asuransi perjalanan untuk visa Schengen harus punya pertanggungan minimal EUR 30.000, berlaku walau kamu hanya ke satu negara
- Aturan 90 hari dalam 180 hari tetap berlaku meski perjalananmu pendek, jadi catat tanggal masuk dan keluarmu
- Rumah makan halal lebih mudah dicari di Berlin dan Munich daripada di kota lama Dresden, jadi siapkan rencana makan di kota kecil
- Musim panas kira-kira Juni sampai Agustus memberi hari panjang untuk jalan kaki, sementara musim dingin kira-kira Desember sampai Februari membuat sore cepat gelap
Versi lebih santai kalau pesawatmu mendarat di Frankfurt
Banyak penerbangan dari Jakarta mendarat di Frankfurt, bukan Berlin. Kalau itu kasusmu, jangan paksakan rute yang sama dengan menambah perjalanan panjang ke utara di hari pertama.
Versi yang lebih masuk akal adalah membalik logikanya. Mulai dari Frankfurt dengan satu malam untuk memulihkan diri, lanjut ke Nuremberg, lalu Munich, dan simpan Berlin di bagian akhir dengan Dresden sebagai hari luar kota dari sana. Kamu tetap bergerak satu arah, hanya saja kini selatan ke utara, dan pulang dari Berlin.
- Frankfurt satu malam saja, karena fungsinya di sini tempat mendarat dan tidur, bukan tujuan utama
- Nuremberg dua malam tetap jadi basis hari luar kota yang paling praktis
- Munich tiga malam di tengah perjalanan, saat tenagamu sedang penuh
- Berlin tiga malam di akhir, dengan Dresden dijadikan hari luar kota tanpa malam tambahan supaya jumlah malammu tetap sembilan
Kalau penerbanganmu punya perhentian panjang di kota lain sebelum masuk Jerman, kamu bisa memanfaatkannya dengan membaca cara mengatur stopover di rute ke Eropa tanpa harus membeli tiket terpisah.
Intinya tetap sama. Empat kota dalam sepuluh hari sudah cukup penuh, dan urutan yang tidak pernah mundur akan membuat perjalananmu terasa lebih panjang daripada jumlah harinya.