Schengen

Kuliner Denmark untuk WNI: Dari Smorrebrod Sampai Gerobak Hot Dog

Smorrebrod, roti gandum hitam, kue kayu manis, dan gerobak hot dog adalah peta rasa Denmark yang menunggu lidahmu. Artikel ini menunjukkan mana yang cukup dicoba sekali dan mana yang aman jadi menu harian.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Kuliner Denmark untuk WNI: Dari Smorrebrod Sampai Gerobak Hot Dog

Foto oleh Gennady Zakharin di Unsplash

Denmark sering masuk daftar perjalanan WNI sebagai bagian rute Nordik, biasanya ditempel ke Swedia atau Norwegia dalam satu kali visa Schengen. Soal kanal, sepeda, dan rumah warna-warni, hampir semua orang sudah tahu apa yang menunggu di sana. Yang jarang disiapkan justru lidahnya.

Makanan Denmark tidak akan memukul lidahmu. Itu bukan kekurangan, cuma karakter. Dapur di sini bertumpu pada bahan segar, roti yang padat, ikan yang diasinkan atau diasap, dan garam sebagai pemberi rasa utama. Kalau kamu datang dengan harapan menemukan sesuatu yang pedas dan berbumbu tebal, kamu akan kecewa di hari pertama lalu menyerah ke restoran Asia selama sisa perjalanan. Sayang, karena ada beberapa hal di sini yang benar-benar pantas dicoba.

Smorrebrod itu makan siang, bukan camilan

Smorrebrod gampang dikira sandwich terbuka yang dijual sebagai pelengkap. Di Denmark, ini justru menu utama makan siang. Satu lembar roti gandum hitam jadi dasarnya, lalu di atasnya ditumpuk satu tema rasa yang sudah baku: ikan haring yang diasinkan, salmon asap dengan krim, telur rebus dengan udang kecil, roast beef dengan bawang goreng, atau hati cincang yang dipanggang.

  • Satu porsi smorrebrod dimakan dengan pisau dan garpu, tidak diangkat dengan tangan
  • Orang biasanya pesan dua atau tiga lembar dengan topping berbeda supaya tidak membosankan
  • Urutannya ada kebiasaannya: yang berbahan ikan lebih dulu, baru daging, lalu keju
  • Rotinya tidak bisa diganti roti putih kalau kamu mau versi yang benar

Yang perlu kamu tahu sebelum mencoba: rasanya asin dan sedikit asam, bukan gurih berminyak seperti yang biasa kita cari. Haring yang diasinkan punya rasa tajam dan agak manis asam karena acarannya. Itu rasa yang butuh kesempatan kedua, bukan rasa yang langsung kamu sukai.

Kalau ini perjalanan Nordik pertamamu, periksa dulu urusan berkasnya lewat syarat dan dokumen visa turis Denmark supaya rencana kulinermu tidak terganggu urusan pengajuan.

Roti gandum hitam yang bikin kaget di suapan pertama

Rugbrod, roti gandum hitam Denmark, adalah pondasi hampir semua makan siang di negara ini. Bentuknya persegi, warnanya gelap, teksturnya padat sampai terasa berat di tangan, dan rasanya sama sekali tidak manis. Buat lidah Indonesia yang tumbuh dengan roti tawar lembut dan roti manis isi cokelat, suapan pertama rugbrod terasa seperti sedang makan sesuatu yang belum selesai dimasak.

Tapi roti inilah yang membuat makan siang di sini mengenyangkan tanpa porsi besar. Seratnya banyak, jadi perut penuh lebih lama. Setelah dua atau tiga kali makan, biasanya orang mulai terbiasa dan malah mencarinya. Kalau sampai hari ketiga kamu masih tidak cocok, ganti ke roti gandum yang lebih ringan yang juga banyak dijual di toko roti.

Gerobak sosis, jajanan jalanan yang paling gampang ditemukan

Kalau ada satu makanan jalanan yang benar-benar melekat di Denmark, itu hot dog dari gerobak pinggir jalan. Gerobaknya berdiri di titik ramai seperti dekat stasiun atau pintu masuk taman. Antreannya campur: pekerja kantor, anak sekolah, dan turis yang baru keluar dari museum.

  1. Sosisnya dipanggang atau direbus, lalu dimasukkan ke roti panjang
  2. Di atasnya ditambahkan saus tomat, mustard, dan remoulade yang rasanya seperti mayones berbumbu acar
  3. Terakhir ditaburi bawang goreng kering dan irisan acar timun
  4. Kamu makan berdiri di samping gerobak, biasanya memang tidak ada tempat duduk

Ada juga versi merah yang kulitnya dicelup warna cerah dan dijual tanpa roti, dimakan bersama sepotong roti terpisah. Ini pilihan makan cepat yang masuk akal kalau jadwal jalanmu padat dan kamu tidak ingin duduk lama di restoran.

Hot dog gerobak termasuk makanan Denmark yang paling sedikit menuntut penyesuaian lidah.

Kue kayu manis dan isi toko roti

Di sini ada ironi kecil: pastry yang di seluruh dunia disebut Danish justru disebut roti Wina oleh orang Denmark sendiri. Apa pun namanya, toko roti adalah bagian terbaik dari kuliner negara ini buat lidah Indonesia, karena di sinilah rasa manis akhirnya muncul.

  • Kanelsnegl, gulungan kayu manis dengan lapisan gula di atasnya, hampir selalu ada di setiap toko roti
  • Spandauer, pastry berlapis dengan krim vanila dan selai di tengahnya
  • Tebirkes, pastry gurih manis bertabur biji poppy yang biasa dimakan pagi
  • Kue beri musiman yang isinya berganti mengikuti panen

Soal jam buka toko roti dan kapan orang Denmark benar-benar makan, kebiasaannya berbeda dari kita dan sudah dibahas di jam makan dan kebiasaan bersantap supaya kamu tidak datang saat dapur sudah tutup.

Daging babi lazim di sini, dan ini cara memeriksanya

Satu hal yang harus kamu tahu sejak awal: daging babi adalah daging paling umum di Denmark, dan ia muncul di tempat yang tidak selalu kamu duga. Sosis gerobak, topping smorrebrod, isian pastry gurih, sampai kaldu sup bisa berbasis babi. Lemak babi juga kadang dipakai pada roti.

Buat pembaca muslim, cara paling aman adalah membaca label di supermarket dan bertanya langsung dengan satu kata kunci yang biasanya langsung dimengerti, yaitu svinekod, sebutan Denmark untuk daging babi. Banyak orang Denmark berbahasa Inggris dengan baik, jadi pertanyaan halal atau tidaknya bisa diajukan terang-terangan tanpa canggung. Di kota besar juga ada kios kebab dan warung Timur Tengah yang bisa jadi pegangan.

Strategi mencari makanan yang aman di negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim sudah dibahas panjang di cara mencari makanan halal saat liburan dan sebagian besar taktiknya berlaku di Denmark.

Kenapa bumbunya terasa tipis dan asin

Dapur Nordik dibangun di atas logika yang berbeda. Di iklim yang musim tanamnya pendek, bahan makanan dulu harus diawetkan dengan garam, asap, atau cuka supaya tahan sampai musim dingin berakhir. Dari situ lahir selera yang menghargai rasa asli bahan, bukan bumbu yang menutupinya.

  • Garam dan cuka lebih dominan daripada rempah
  • Rasa pedas hampir tidak ada di masakan tradisional
  • Kentang, kubis, dan bit muncul berulang sebagai pendamping
  • Mentega dipakai banyak, jadi rasa gurihnya datang dari lemak susu, bukan dari kaldu berbumbu

Siasat yang paling masuk akal: bawa sambal kemasan kecil dari Indonesia, taruh di bagasi yang kamu titipkan saat check-in, dan pakai sebagai penyelamat saat lidahmu butuh pegangan. Jangan membawanya ke kabin dalam bentuk cair berjumlah besar, dan pastikan kemasannya tertutup rapat.

Kalau yang kamu cari justru taktik menekan pengeluaran makan di kota mahal, pembahasannya terpisah di makan hemat di kota mahal karena tulisan ini fokus ke apa yang kamu makan, bukan cara menghematnya.

Mana yang cukup sekali coba, mana yang bisa harian

Cukup sekali, demi pengalaman

  • Haring yang diasinkan, rasanya terlalu spesifik untuk diulang tiap hari
  • Hati cincang panggang di atas roti, menarik tapi berat
  • Sosis merah tanpa roti, lebih soal penasaran daripada rasa

Aman jadi makan harian

  • Smorrebrod dengan salmon asap atau telur udang, isinya ringan dan rasanya mudah diterima
  • Hot dog gerobak kalau tidak ada kendala bahan
  • Pastry kayu manis dan kopi untuk sarapan
  • Sup kentang atau sup labu yang banyak dijual di kafe saat cuaca dingin

Satu catatan praktis: sarapan di hotel Denmark biasanya sudah berbentuk roti, keju, telur, dan yogurt. Kalau kamu termasuk orang yang butuh makanan berkuah dan hangat di pagi hari, bagian inilah yang paling perlu kamu antisipasi, bukan makan malamnya.

Tiga hari pertama biasanya menentukan

Pola yang sering terjadi begini: hari pertama kaget, hari kedua mulai menemukan mana yang cocok, hari ketiga sudah punya menu andalan. Jadi jangan menilai kuliner Denmark dari satu kali makan di hari kedatangan, saat kamu lelah terbang dan cuma ingin sesuatu yang familier.

Karena Denmark kemungkinan besar hanya satu titik di rutemu, ada gunanya memperlakukan makanannya sebagai bagian perjalanan, bukan ujian. Coba smorrebrod sekali dengan sungguh-sungguh, pakai gerobak sosis saat sedang buru-buru, dan sediakan satu pagi untuk duduk di toko roti tanpa jadwal. Tiga hal itu sudah cukup mewakili rasa negara ini.