Visa Greenland dan Faroe untuk WNI: Kenapa Schengen Tidak Cukup
Greenland dan Kepulauan Faroe berada di bawah Denmark, tetapi visa Schengen-mu tidak otomatis berlaku di sana. Izinnya diminta sebagai perluasan wilayah pada pengajuan visa Denmark yang sama, dan setelah visa terbit pintunya sudah tertutup.

Foto oleh Ed Wingate di Unsplash
Ada satu kesalahan yang bentuknya aneh: visa Schengen-mu terbit lancar, penerbangan sudah dipesan, dan justru karena itu kamu merasa urusan izin sudah beres. Padahal tujuanmu Greenland atau Kepulauan Faroe, dua wilayah di bawah Denmark yang tidak ikut masuk kawasan Schengen. Stiker di paspormu tidak menutup keduanya, dan ini tidak bisa ditambal dengan dokumen di bandara.
Prinsipnya sendiri sudah pernah dibahas di blog ini. Sebuah wilayah bisa tunduk pada satu negara tetapi tetap berdiri di luar kawasan Schengen, sehingga izin masuknya tidak mewarisi visa negara induknya.
Kalau kamu belum pernah membaca cara kerja umum pola itu, peta status wilayah seberang laut sudah diurai di panduan izin masuk Karibia untuk WNI, dan artikel ini tidak akan mengulangnya. Yang dibahas di sini satu hal spesifik: mekanisme Denmark, yang cara memintanya berbeda dari wilayah mana pun yang sudah dibahas sebelumnya.
Satu pengajuan, dua permintaan
Inti perbedaannya begini. Di banyak wilayah di luar Schengen, izin masuknya diurus terpisah, di waktu terpisah, sering ke instansi yang berbeda. Greenland dan Faroe tidak seperti itu. Kamu tidak mengajukan permohonan kedua di lain hari. Kamu meminta supaya cakupan wilayah visa Denmark yang sedang kamu ajukan diperluas sampai ke sana, dan permintaan itu ditangani sebagai bagian dari pengajuan yang sama.
Akibatnya jelas: waktu menentukan segalanya. Selama berkasmu masih di tanganmu, permintaan itu hanya perlu disebut dan didukung rencana perjalanan. Begitu visanya terbit, pintu itu sudah tertutup untuk pengajuan tersebut. Bukan karena ada larangan, tapi karena keputusan sudah diambil atas permintaan yang kamu ajukan, dan permintaan tadi memang tidak menyebut Greenland atau Faroe.
Perluasan wilayah bukan tambalan yang bisa ditempel belakangan, melainkan bagian dari pertanyaan yang kamu ajukan sejak awal.
Kenapa harus disebut sejak formulir masih kosong
Petugas yang menilai berkasmu membaca permintaanmu apa adanya. Kalau di formulir tertulis kamu akan berwisata di Kopenhagen, maka itulah yang dinilai dan itulah yang diputuskan. Tidak ada yang menebak bahwa mungkin kamu juga berencana naik pesawat ke utara. Menyebut wilayah tambahan adalah satu-satunya cara supaya permintaanmu benar-benar ada di dalam berkas.
Karena itu urutan kerjanya harus dibalik dari kebiasaan banyak orang. Jangan menyusun berkas dulu lalu memikirkan Greenland belakangan. Putuskan wilayah tujuanmu sebelum satu kolom pun diisi, karena keputusan itu memengaruhi isi formulir, bentuk rencana perjalanan, sampai bukti pemesanan yang kamu lampirkan.
Fondasi berkasnya tetap sama dengan pengajuan biasa, mulai dari paspor yang masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulangmu sampai asuransi perjalanan dengan pertanggungan EUR 30.000, dan daftar lengkapnya ada di syarat dan dokumen visa turis Denmark untuk WNI. Perluasan wilayah adalah lapisan di atas fondasi itu, bukan penggantinya.
Rencana perjalanan yang menyebut wilayahnya secara terang
Rencana perjalanan adalah tempat permintaanmu jadi masuk akal atau jadi membingungkan. Petugas tidak hanya melihat bahwa kamu minta perluasan, dia juga melihat apakah perjalanan yang kamu susun memang membutuhkannya. Rencana yang menulis nama wilayahnya, hari keberapa kamu di sana, dan bagaimana kamu sampai serta kembali, menjawab pertanyaan itu tanpa perlu ditanya.
- Sebut nama wilayahnya, bukan istilah samar seperti wilayah utara Denmark, karena keduanya dinilai sebagai tujuan yang berdiri sendiri
- Tunjukkan jalurnya secara berurutan, termasuk singgahmu di wilayah Schengen sebelum dan sesudah naik pesawat ke sana
- Jelaskan alasan wisatanya dengan wajar, misalnya melihat lanskap, ikut pelayaran pesisir, atau menyusuri desa-desa nelayan
- Pastikan tanggal di rencana perjalanan tidak bertabrakan dengan bukti pemesanan yang kamu lampirkan
Cara menyusun rencana perjalanan Denmark yang rapi dan tidak berlebihan sudah dibahas terpisah di panduan membuat itinerary visa Denmark, dan kerangka itu tinggal kamu tambahi bagian wilayah tambahannya.
Faroe dan Greenland tidak selalu satu paket
Banyak orang memperlakukan keduanya sebagai satu blok karena sama-sama di bawah Denmark dan sama-sama di luar Schengen. Padahal keduanya wilayah terpisah, jauh satu sama lain, dengan pengaturannya sendiri. Perluasan yang kamu minta menyebut wilayah tertentu, dan apa yang berlaku untuk satu wilayah tidak otomatis ikut ke wilayah lainnya.
Aturan praktisnya sederhana. Kalau kamu akan ke keduanya, sebut keduanya sejak awal. Jangan menyebut satu dengan harapan yang lain terbawa, dan jangan menyebut keduanya sekadar untuk berjaga-jaga kalau kenyataannya kamu hanya ke satu. Rencana yang menyebut wilayah yang tidak ada di jadwalmu justru terbaca sebagai rencana yang belum matang.
Kakimu tetap menginjak Schengen
Ada alasan kenapa visa Schengen tetap kamu butuhkan meski tujuan utamamu di luar Schengen. Dari Indonesia, tidak ada penerbangan langsung ke sana. Rutenya hampir selalu melewati daratan Eropa lebih dulu, berhenti di kota Schengen, menginap, lalu melanjutkan penerbangan ke utara. Pulangnya melewati jalur yang sama.
Artinya kamu benar-benar masuk dan keluar wilayah Schengen, mungkin lebih dari sekali. Visa Schengen-mu menanggung bagian itu, perluasan wilayah menanggung ujungnya. Kalau salah satu tidak ada, perjalanan itu tidak jalan.
Pola ini juga jadi pengingat bahwa tiap negara induk punya caranya sendiri dan kamu tidak bisa memindahkan pengalaman dari satu wilayah ke wilayah lain, seperti terlihat pada kasus izin masuk Polinesia Prancis ke Tahiti yang mekanismenya jelas berbeda dari Denmark.
Musim yang memotong pilihan rutemu
Hal berikutnya sering meruntuhkan rencana yang sudah disusun susah payah. Penerbangan ke wilayah sejauh itu tidak seragam sepanjang tahun. Sebagian rute hanya beroperasi pada musim tertentu, frekuensinya berkurang di luar musim ramai, dan cuaca di utara membuat keterlambatan jadi hal yang wajar.
Bagi kamu yang berangkat dari Jakarta atau Surabaya, ini bukan urusan kecil. Indonesia tidak mengenal musim yang sampai menutup rute penerbangan, sedangkan di sana jendela paling nyaman berkunjung justru jendela paling padat. Rencana yang disusun tanpa memperhitungkan hal ini bisa terlihat tidak realistis, dan yang lebih repot, bisa benar-benar gagal dijalankan.
- Cek dulu apakah rutenya memang tersedia pada bulan yang kamu incar, sebelum menetapkan tanggal di formulir
- Sisakan jeda hari di kota Schengen sebelum dan sesudah penerbangan ke utara, supaya keterlambatan tidak merusak seluruh rangkaian
- Susun rencana yang tetap berjalan meski satu penerbangan bergeser, misalnya dengan tidak menumpuk agenda di hari kepulangan
- Kalau kamu butuh makanan halal, siapkan bekal dan rencana belanja dari kota besar, karena pilihan di wilayah kecil sangat terbatas
Kalau visanya sudah terbit tanpa perluasan
Ini bagian yang paling sering dicari orang, dan jawabannya tidak menyenangkan. Visa yang sudah terbit tidak bisa disuruh mundur untuk menampung permintaan yang tidak pernah diajukan. Menjelaskan niatmu kepada petugas di titik pemeriksaan juga bukan pengganti izin yang tidak kamu minta.
Yang masih bisa kamu lakukan ada dua. Pertama, kalau Greenland atau Faroe bukan inti liburanmu, pakai visa yang sudah ada untuk daratan Eropa dan simpan wilayah itu untuk perjalanan berikutnya. Kedua, kalau wilayah itu justru alasan utamamu pergi, siapkan pengajuan baru yang sejak formulir pertamanya sudah menyebut perluasan wilayah. Dua-duanya jauh lebih ringan daripada terbang sampai Eropa lalu tertahan di gerbang penerbangan lanjutan.
Urutan yang membuatmu tidak terjebak
- Tetapkan wilayah tujuanmu lebih dulu, termasuk apakah Greenland, Faroe, atau keduanya
- Cek ketersediaan penerbangan pada musim yang kamu pilih, lalu susun tanggal berdasarkan kenyataan itu
- Sebut permintaan perluasan wilayah di pengajuan visa Denmark-mu sejak awal, bukan sebagai catatan tambahan
- Susun rencana perjalanan yang menuliskan nama wilayahnya, urutan harinya, serta jalur masuk dan keluarnya
- Sejajarkan bukti pemesanan, penginapan, dan asuransi dengan rencana perjalanan itu supaya tidak ada tanggal yang berselisih
- Periksa ulang seluruh berkas sebelum diserahkan, karena setelah visa terbit kamu tidak bisa menambahkan permintaan
Satu catatan pembatas: pembahasan ini berlaku untuk perjalanan wisata, bukan untuk bekerja, belajar, atau menetap, yang jalurnya sama sekali lain. Greenland dan Faroe bukan tujuan yang sulit dijangkau karena aturannya berbelit, tapi karena satu permintaan kecil yang mudah terlupakan di awal ternyata tidak punya pintu kedua.