Tasmania dan Australia Selatan: Rute Alam dan Kota Kecil untuk WNI
Dua negara bagian Australia yang hampir tidak pernah masuk daftar traveler Indonesia, padahal keduanya justru paling jauh dari gambaran pantai Sydney. Ini soal musim, sambungan penerbangan domestik, dan kenapa rutenya menuntut sewa mobil.

Foto oleh Anaclara Vardiero di Unsplash
Australia bagi kebanyakan traveler Indonesia berarti Sydney. Opera House, jembatan pelabuhan, satu hari di pantai timur, lalu mungkin lompat ke Melbourne. Masalahnya, dua negara bagian yang justru paling berbeda dari gambaran kartu pos itu hampir tidak pernah masuk daftar: Tasmania dan Australia Selatan.
Keduanya bukan destinasi eksotis yang sulit dijangkau. Ada bandara yang tersambung ke jaringan domestik Australia, jalan aspal yang mulus, dan kota kecil yang nyaman. Yang membuat keduanya jarang dipilih cuma satu: bentuk perjalanannya berbeda dari yang biasa dibayangkan orang tentang Australia.
Australia yang tidak muat di kartu pos
Pantai Sydney dijual sebagai pemandangan yang bisa kamu datangi dan potret dalam setengah hari. Tasmania dan Australia Selatan tidak bekerja begitu. Keduanya menjual jarak, sepi, dan perubahan lanskap yang baru terasa kalau kamu bergerak. Nilai perjalanannya ada di antara titik-titik, bukan di titiknya.
Soal izin masuknya sendiri tidak ada yang perlu dipikirkan terpisah, karena visa turis Australia berlaku untuk seluruh negara bagian termasuk Tasmania, dan syaratnya sudah dibahas di panduan visa Australia untuk WNI. Setelah visamu terbit, sisa keputusannya murni soal destinasi dan rute.
Apa yang membuat Tasmania terasa seperti negara lain
Tasmania adalah pulau di selatan daratan utama, dan isolasi itu terasa begitu kamu mendarat. Vegetasinya berbeda, cahayanya berbeda, dan ritme kotanya jauh lebih pelan. Hobart, ibu kotanya, adalah kota pelabuhan kecil dengan gudang batu tua, pasar akhir pekan, dan gunung yang berdiri persis di belakang kota.
- Hutan hujan beriklim sedang dengan pohon tinggi dan lumut tebal, bukan semak kering yang biasa dikira Australia
- Taman nasional dataran tinggi dengan danau, jalur jalan kaki pendek, dan pondok sederhana
- Pantai timur berpasir putih dengan batu granit berlumut jingga, sering kosong bahkan di akhir pekan
- Kota kecil bekas kolonial dengan bangunan batu terawat dan museum lokal yang serius
- Produsen makanan skala kecil yang terbuka untuk pengunjung, dari keju sampai buah beri
Untuk traveler Indonesia, daya tariknya justru pada hal yang tidak ada di rumah: lanskap dingin dan basah, jalan sempit berkelok di antara bukit, dan keheningan tanpa klakson.
Australia Selatan dan gurun yang dimulai dari pinggir kota
Australia Selatan menawarkan kontras yang lebih tajam lagi. Adelaide adalah kota yang dirancang rapi dengan petak taman melingkari pusatnya, dan begitu kamu keluar sedikit, lanskapnya berganti cepat. Lembah anggur, perbukitan berumput kering, pulau satwa liar, sampai pedalaman merah dengan kota penambang opal yang sebagian rumahnya berada di bawah tanah.
Ini negara bagian yang mengajarkan skala Australia sebenarnya. Kamu bisa sarapan di kota dengan trem, lalu menjelang sore sudah berada di tempat yang horizonnya kosong ke segala arah: tidak ada gedung, tidak ada sinyal stabil, hanya jalan lurus dan langit.
Australia Selatan bukan tempat yang kamu lihat, melainkan tempat yang kamu lewati sampai paham seberapa besar benuanya.
Musim mana yang masuk akal buat kamu yang datang dari Indonesia
Musimnya terbalik dari Indonesia, dan itu justru bisa dipakai sebagai keuntungan. Musim panas di belahan selatan jatuh di sekitar liburan akhir tahun, saat hari terang lebih panjang dan jalur jalan kaki di dataran tinggi Tasmania paling mudah dilewati. Ini jendela yang paling ramah untuk pemula, dengan konsekuensi penginapan lebih mahal dan tempat populer lebih penuh.
Musim gugur dan musim semi sering jadi kompromi yang lebih menyenangkan: warna daun di kebun anggur, keramaian jauh berkurang, cuaca masih cukup stabil untuk menyetir jauh. Musim dingin hanya masuk akal kalau kamu memang ingin lanskap berkabut atau berburu cahaya selatan di langit malam Tasmania.
Kalau kamu sudah memegang rencana kunjungan pertama ke pantai timur dan hanya ingin menambah satu potongan baru, susun dulu kerangka besarnya lewat itinerary Australia Sydney dan Melbourne lalu tempelkan Tasmania atau Adelaide sebagai kaki tambahan di ujungnya.
Menyambung penerbangan domestik dari Sydney atau Melbourne
Hampir semua penerbangan dari Indonesia mendarat di pintu masuk utama, dan dari situ kamu menyambung dengan penerbangan domestik. Polanya sederhana kalau kamu tahu apa yang perlu dicek.
- Tentukan pintu masuknya. Melbourne paling logis untuk Tasmania maupun Adelaide karena posisinya di selatan, sementara Sydney tetap bisa dipakai.
- Pilih kota tujuan di Tasmania. Hobart cocok kalau fokusmu selatan dan tengah, Launceston kalau kamu mau mulai dari utara lalu turun perlahan.
- Putuskan apakah tiket domestiknya dibeli terpisah atau dalam satu rangkaian dengan tiket internasional. Satu rangkaian membuat bagasi tersambung dan melindungimu kalau leg pertama terlambat.
- Kalau dibeli terpisah, beri jarak longgar antara kedatangan internasional dan keberangkatan domestik, karena kamu harus mengambil bagasi, melewati pemeriksaan kedatangan, lalu check in ulang.
- Cek terminal domestiknya, karena pindah terminal bisa berarti berjalan jauh atau naik bus penghubung.
Satu hal yang sering luput: Australia punya pemeriksaan karantina yang ketat, termasuk untuk perpindahan antar negara bagian. Buah, sayur, madu, dan tanaman bisa ditahan saat kamu masuk Tasmania atau Australia Selatan. Habiskan atau buang sebelum antre, jangan berdebat di konter.
Kenapa dua negara bagian ini menuntut sewa mobil
Di Sydney dan Melbourne kamu bisa bertahan dengan kereta, trem, dan bus tanpa merasa kehilangan apa pun. Di Tasmania dan Australia Selatan, transportasi umum menghubungkan kota besar ke kota besar lalu berhenti di situ. Yang kamu datangi justru ada di antaranya: kepala tanjung, air terjun di tengah hutan, kebun anggur di lembah, pantai tanpa nama yang hanya ditandai papan kecil.
Tur harian memang ada, tapi kamu berangkat dan pulang sesuai jadwal orang lain, dan kehilangan bagian terbaiknya: berhenti sesuka hati saat lanskapnya berubah. Menyetir sendiri di sini relatif ramah pemula karena jalannya lebar, rambunya jelas, dan lalu lintasnya lengang di luar kota. Jalur kiri dan setir di kanan pun kebetulan sama dengan Indonesia.
Karena menyetir jadi tulang punggung rute ini, urus dokumen mengemudinya jauh hari lewat panduan SIM internasional untuk menyetir di luar negeri supaya kamu tidak tertahan di konter penyewaan pada hari kedatangan.
- Isi bahan bakar setiap melewati kota, jangan menunggu jarum turun, karena pompa bensin berjauhan
- Unduh peta luring sebelum keluar kota, sinyal seluler hilang di banyak ruas
- Hindari menyetir menjelang senja di area pedesaan karena satwa liar sering menyeberang
- Periksa kebijakan penyewaan soal jalan tanah, banyak kontrak melarangnya dan itu membatalkan perlindunganmu
Makan dan menginap di kota yang kecil
Kota kecil berarti pilihan makan yang sedikit dan tutup lebih awal. Dapur restoran kerap berhenti melayani jauh sebelum malam larut, dan di hari tertentu banyak yang libur, sehingga kebiasaan kota besar mencari makan setelah selesai jalan-jalan tidak berlaku. Belanja bahan di supermarket kota terakhir sebelum masuk area sepi menyelamatkan banyak malam.
Pilihan makanan bersertifikat juga jauh lebih terbatas dibanding Sydney atau Melbourne, jadi siapkan strategi dari awal lewat cara mencari makanan halal saat liburan ke luar negeri dan pertimbangkan menginap di tempat yang menyediakan dapur kecil.
Soal menginap, pola paling nyaman di sini adalah memilih beberapa kota pangkalan lalu menjelajah memutar dari sana. Membongkar koper setiap malam di rute yang banyak menyetir cepat melelahkan.
Menyusun rutenya tanpa memaksakan dua-duanya
Godaan terbesar adalah menggabungkan Tasmania dan Australia Selatan sekaligus. Di peta keduanya terlihat berdekatan, tapi ritmenya berbeda dan sama-sama butuh waktu menyetir, sehingga kamu berakhir terburu-buru tanpa sempat merasakan keduanya.
- Waktu terbatas: pilih satu saja, sambungkan ke Melbourne sebagai kota awal dan akhir
- Waktu lebih panjang: Tasmania sebagai lingkaran penuh dari Hobart ke pantai timur, kembali lewat dataran tinggi
- Ingin kontras ekstrem: Adelaide sebagai pangkalan, satu kaki ke lembah anggur dan pulau satwa, satu kaki ke pedalaman
- Sudah pernah ke Sydney: lewati pantai timur dan jadikan salah satu negara bagian ini fokus tunggal
Australia tidak habis di pantai timur. Begitu kamu menggeser rute ke selatan, negara ini berhenti terasa seperti tujuan liburan yang sudah kamu lihat ribuan kali di layar orang lain, dan mulai terasa seperti tempat yang kamu temukan sendiri.