Asia

Itinerary Dubai dan Abu Dhabi: Rute Gurun, Kota Lama, dan Dua Emirat

Perjalanan ke dua emirat sering habis di dalam mal padahal ada gurun, kanal tua, dan pasar rempah di sekitarnya. Ini cara membagi hari antara Dubai dan Abu Dhabi sekaligus memilih bulan supaya kamu tidak terjebak puncak panas.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Itinerary Dubai dan Abu Dhabi: Rute Gurun, Kota Lama, dan Dua Emirat

Foto oleh Ahmed Galal di Unsplash

Dubai dan Abu Dhabi menyimpan lebih banyak hal daripada yang muat di dalam mal. Banyak rencana perjalanan ke dua emirat ini berakhir jadi daftar pusat perbelanjaan, dek observasi, dan akuarium dalam ruangan, lalu pulang dengan kesan bahwa semuanya serba dingin dan serba baru. Padahal di antara dua kota itu ada gurun, kanal tua yang masih dilintasi perahu penyeberangan, pasar rempah, dan permukiman lama yang enak dijalani kaki. Masalahnya bukan kurang pilihan, melainkan cara membagi hari dan memilih bulan keberangkatan.

Kenapa rute dua emirat mudah habis di dalam ruangan

Ada beberapa alasan yang berulang, dan semuanya masuk akal kalau kamu sedang berdiri di trotoar pada siang hari. Panas mendorong siapa pun mencari ruang berpendingin, dan atraksi berbayar yang paling gencar dipromosikan memang berkumpul di kompleks yang sama. Paket tur yang dijual dari Indonesia pun sering menyusun hari dengan pola serupa karena paling aman dari sisi logistik.

  • Atraksi ikonik berdiri berdekatan, sehingga satu hari terasa sudah cukup padahal baru menyentuh satu sisi kota
  • Jarak antar titik menarik terlalu jauh untuk dijalani kaki di tengah hari, jadi orang memilih berpindah dari mal ke mal
  • Kota lama tidak dipromosikan sekeras kawasan baru, padahal justru di sana wajah lokalnya terlihat
  • Abu Dhabi sering hanya dijadikan tur sehari pulang pergi, sehingga kota keduanya tidak pernah benar-benar dijelajahi

Soal izin masuknya sendiri, jalur pengajuan dan daftar berkasnya sudah dibahas terpisah di panduan visa turis Dubai dan Uni Emirat Arab untuk WNI jadi bagian ini fokus pada rutenya saja.

Memilih bulan supaya tidak terjebak puncak panas

Perbedaan terbesar antara perjalanan yang menyenangkan dan perjalanan yang melelahkan di kawasan ini bukan hotel atau maskapai, melainkan bulan. Kamu datang dari iklim tropis yang lembap, dan panas gurun terasa berbeda: lebih kering, lebih menyengat di kulit, dan jauh lebih cepat menguras tenaga. Pertengahan tahun adalah puncak panasnya, dan pada periode itu hampir semua kegiatan luar ruang praktis pindah ke malam hari.

Rentang paling nyaman jatuh di sekitar akhir tahun sampai awal tahun berikutnya, ketika udara siang masih bisa dinikmati dan malam di gurun terasa sejuk. Konsekuensinya, itu juga periode paling ramai dan paling mahal. Bahu musim di kedua sisi rentang itu biasanya jadi kompromi yang masuk akal.

  • Kalau prioritasmu gurun, kota lama, dan jalan kaki, arahkan tanggal ke paruh yang lebih sejuk dalam setahun
  • Kalau tanggalmu terkunci di pertengahan tahun, susun harinya terbalik: istirahat siang, aktif sejak sore sampai malam
  • Cek kalender Ramadan sebelum memesan karena tanggalnya bergeser setiap tahun dan jam buka banyak tempat ikut menyesuaikan
  • Hindari menumpuk agenda luar ruang di hari pertama setelah penerbangan malam, tubuhmu belum menyesuaikan diri

Membagi hari antara Dubai dan Abu Dhabi

Kesalahan paling umum adalah menjadikan Abu Dhabi sebagai tur sehari dari Dubai. Secara jarak memang bisa, tetapi kamu menghabiskan sebagian besar hari itu di jalan dan hanya sempat menyentuh satu atau dua titik utama. Untuk perjalanan lima sampai enam hari, membelah menginap di dua kota jauh lebih memuaskan dan tidak menambah ongkos transportasi secara berarti.

  1. Buka perjalanan di Dubai dengan satu hari ringan: kawasan kanal, pasar lama, dan makan malam di luar kompleks turis
  2. Isi hari kedua dengan kawasan modern yang memang ingin kamu lihat, tetapi batasi jumlah tiketnya
  3. Ambil malam di gurun sebagai jeda, menginap di kemah atau pulang larut ke kota
  4. Pindah ke Abu Dhabi dan menginap di sana, bukan sekadar singgah
  5. Gunakan hari di Abu Dhabi untuk museum, kawasan benteng lama, dan tepi laut yang lapang
  6. Sisakan satu hari lentur untuk oasis di pedalaman atau kembali ke tempat favoritmu tanpa terburu-buru

Sebagian orang memilih menyetir sendiri antar emirat karena jalannya lebar dan penunjuk arahnya jelas, dan kalau itu rencanamu, pelajari dulu soal deposit serta asuransi lewat panduan menyewa mobil di luar negeri sebelum memesan unitnya.

Kota lama yang sering terlewat

Bagian paling tua Dubai berdiri di sepanjang kanal yang membelah kota. Di sisi satu ada permukiman berdinding pasir dengan menara angin, gang sempit, dan bekas rumah pedagang yang kini jadi galeri serta kedai kopi. Di sisi seberang ada deretan pasar yang menjual emas, kain, dan rempah, lengkap dengan tawar-menawar yang belum hilang. Penyeberangan memakai perahu kayu kecil antara dua sisi itu adalah salah satu pengalaman paling murah sekaligus paling berkesan di kota ini.

Abu Dhabi punya lapisan lamanya sendiri berupa benteng tanah liat di tengah kota yang kini berfungsi sebagai museum, plus kawasan warisan di tepi air. Di pedalaman emirat ada kota oasis dengan kebun kurma bersistem pengairan kuno dan bukit batu yang bisa didaki dengan kendaraan. Dua hal ini jarang masuk paket standar, padahal justru di sana kamu mendapat gambaran bagaimana kawasan ini hidup sebelum menara kaca berdiri.

Kalau seluruh foto perjalananmu diambil di dalam ruangan berpendingin, sebenarnya kamu belum pernah keluar dari bandara.

Gurun yang tidak seragam

Bukit pasir di sekitar Dubai berwarna lebih terang dan aksesnya paling dekat dari kota, sehingga paling banyak dijual sebagai tur sore. Semakin ke dalam menuju perbatasan emirat lain, warnanya berubah lebih kemerahan dan lanskapnya lebih sepi. Perbedaan itu nyata dan layak dipertimbangkan saat memilih operator, bukan sekadar membandingkan harga paketnya.

  • Tur sore singkat cocok kalau waktumu mepet, tapi kamu akan berbagi lokasi dengan banyak rombongan lain
  • Menginap semalam di kemah gurun memberi langit malam dan pagi yang sunyi, dua hal yang tidak didapat dari tur sore
  • Kegiatan berkendara di atas bukit pasir tidak cocok untuk semua orang, tanyakan versi yang lebih tenang kalau kamu membawa orang tua atau anak kecil
  • Bawa lapisan pakaian tambahan karena malam gurun terasa jauh lebih dingin daripada dugaan orang yang terbiasa hidup di daerah tropis

Mengatur tiket masuk dan anggaran

Pengeluaran di dua emirat ini gampang melar karena hampir setiap atraksi menjual tiketnya sendiri, sering dengan beberapa tingkatan harga untuk pengalaman yang mirip. Cara paling sederhana menahannya adalah memilih maksimal satu atraksi berbayar besar per hari, lalu mengisi sisanya dengan kawasan yang gratis dimasuki seperti pasar lama, tepi laut, dan kawasan warisan. Makanan pun tidak harus mahal karena kedai kecil di kawasan permukiman pekerja justru menyajikan masakan paling menarik. Soal halal kamu relatif tenang di sini, yang lebih perlu dijaga justru kebiasaan minum air sepanjang hari.

Kalau daftar atraksimu memang panjang, hitung dulu apakah pas terusan kota lebih hemat daripada membeli satuan dengan membaca pertimbangan memakai kartu wisata kota supaya kamu tidak membayar akses yang tidak terpakai.

Menyiapkan keberangkatan dari Indonesia

Penerbangan dari Jakarta, Bali, dan Surabaya ke kawasan Teluk umumnya berangkat malam dan mendarat pagi, jadi hari pertamamu sebenarnya dimulai dalam keadaan kurang tidur. Susun agenda hari itu seringan mungkin dan jangan memesan tur gurun di hari kedatangan. Pastikan juga paspormu masih berlaku setidaknya enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat, karena titik itu yang paling sering salah dihitung orang.

Pilihan bandara keberangkatan dan hub transit ikut menentukan panjang perjalananmu, dan pertimbangannya dibahas di panduan memilih bandara keberangkatan dan hub transit yang bisa kamu pakai sebelum mengunci tiket.

Menyusun ulang rutemu sebelum memesan

Baca kembali rencana perjalananmu dan tandai berapa banyak agenda yang berada di dalam ruangan berpendingin. Kalau jumlahnya mendominasi, kamu belum menyusun perjalanan ke dua emirat, kamu baru menyusun daftar belanja. Geser satu atau dua agenda ke kota lama, sisipkan satu malam gurun, dan beri Abu Dhabi kesempatan menginap alih-alih sekadar dilewati.