Turki Timur dan Kereta ke Kars: Rute Lanjutan Setelah Istanbul
Setelah Istanbul dan Cappadocia, sisi timur Turki menawarkan dataran tinggi luas dan satu jalur kereta panjang yang berakhir di Kars. Ini panduan menyusun perjalanan yang sengaja melambat, dari tiket kereta sampai pilihan musim.

Foto oleh Zhu Yunxiao di Unsplash
Turki tidak berhenti di Istanbul dan Cappadocia. Ada bagian timur negara itu yang jarang masuk paket wisata, dataran tinggi yang luas, kota-kota berangin, dan satu jalur kereta panjang yang membawa penumpang dari tengah Anatolia sampai ke Kars di sudut timur laut. Buat kamu yang sudah pernah melihat Bosphorus dan balon udara, wilayah ini menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu perjalanan yang sengaja melambat.
Wilayah timur dimasuki dengan izin kunjungan turis yang sama seperti ketika kamu mendarat di Istanbul, jadi yang berubah bukan jenis izinnya melainkan cara kamu menyusun hari. Panduan ini berfokus pada jalur darat dan rel, dan pada keputusan yang harus diambil jauh sebelum tanggal keberangkatan.
Kenapa Turki timur pantas jadi kunjungan kedua
Kunjungan pertama ke Turki hampir selalu padat. Kamu mengejar situs besar, berpindah kota dengan cepat, lalu pulang dengan perasaan belum sempat duduk lama di mana pun. Turki timur bekerja dengan logika sebaliknya. Kotanya lebih kecil, jarak antar tempat menariknya lebih jauh, dan transportasinya tidak sesering di barat. Itu memaksa ritme yang lebih pelan, dan justru di situ daya tariknya.
Kalau kamu belum pernah sama sekali ke Turki, susun dulu rute klasiknya lewat panduan membagi hari Istanbul dan Cappadocia, lalu simpan wilayah timur untuk perjalanan berikutnya ketika kamu sudah punya gambaran soal jarak di Turki.
- Keramaian jauh berkurang dibanding koridor wisata utama, bahkan pada musim ramai
- Biaya penginapan dan makan umumnya lebih bersahabat untuk anggaran rupiah
- Lanskapnya berupa dataran tinggi terbuka, bukan kota tua yang padat
- Makanan halal bukan persoalan karena mayoritas penduduknya Muslim
Jalur kereta yang menjadi inti perjalanan
Tulang punggung rute ini adalah kereta lintas Anatolia yang berjalan dari Ankara ke arah timur sampai Kars. Perjalanannya berlangsung lebih dari semalam, melewati ngarai, sungai yang membeku saat musim dingin, dan stasiun kecil yang namanya tidak pernah kamu dengar. Ini bukan kereta cepat, dan justru itu alasan orang menaikinya.
Dua versi kereta yang sering tertukar
Ada versi reguler yang dipakai penduduk setempat sehari-hari, dan ada versi turistik yang berhenti lebih lama di beberapa kota supaya penumpang sempat turun dan melihat-lihat. Versi turistik umumnya hanya berjalan pada musim tertentu dan tiketnya lebih cepat habis. Versi reguler berjalan sepanjang tahun dan lebih fleksibel, tapi kamu harus mengatur sendiri kapan turun dan di mana menginap.
- Tentukan lebih dulu kamu ingin naik versi reguler atau versi turistik, karena cara memesannya berbeda
- Cek jadwal pembukaan penjualan tiket di situs resmi operator kereta nasional Turki jauh sebelum berangkat
- Siapkan akun dan metode pembayaran yang sudah teruji, karena kabin tidur habis sangat cepat begitu penjualan dibuka
- Susun rencana cadangan berupa penerbangan domestik ke Erzurum atau Kars lalu naik kereta di segmen yang lebih pendek
Kabin tidur adalah bagian yang paling diburu dan biasanya yang pertama habis. Kalau kamu tidak kebagian, kursi duduk tetap memungkinkan, hanya saja bermalam di kursi bukan pengalaman yang cocok untuk semua orang. Pertimbangkan kondisi badanmu sendiri sebelum memaksakan.
Kereta ini tidak dinilai dari seberapa cepat kamu sampai, melainkan dari seberapa lama kamu betah memandang ke luar jendela.
Kota yang layak dijadikan jeda
Rute ini paling nyaman kalau tidak kamu habiskan dalam satu tarikan napas. Turun di satu atau dua kota di tengah jalan mengubah perjalanan dari sekadar naik kereta menjadi rangkaian yang punya isi.
- Ankara sebagai titik awal, kota administratif yang jarang dilirik turis tapi punya museum besar tentang peradaban Anatolia
- Erzurum di dataran tinggi, kota dengan bangunan batu tua dan akses ke kawasan pegunungan Palandoken yang ramai saat musim dingin
- Kars sebagai ujung jalur, kota kecil dengan jejak arsitektur yang terasa berbeda dari kota Turki lain
- Reruntuhan Ani di dekat Kars, bekas kota besar yang kini berdiri sepi di tepi lembah perbatasan
Ani biasanya dicapai dengan kendaraan sewa dari Kars karena angkutan umum ke sana tidak sering. Aturlah lewat penginapan, dan sepakati waktu jemput sebelum berangkat supaya kamu tidak terjebak di lokasi yang sepi menjelang sore.
Musim menentukan hampir seluruh pengalaman
Dataran tinggi Anatolia timur punya musim dingin yang jauh lebih keras daripada Istanbul. Salju bisa bertahan lama, dan sebagian besar daya tarik jalur ini justru muncul ketika lanskapnya tertutup putih. Sebaliknya, musim panas membuat logistik lebih mudah tapi menghilangkan pemandangan yang paling banyak dicari orang.
Buat kamu yang datang dari iklim tropis dan belum pernah menghadapi udara sedingin itu, siapkan lapisan pakaian dan perlengkapan dengan benar lewat panduan liburan musim dingin untuk pertama kali, karena salah berpakaian di wilayah ini terasa jauh lebih cepat daripada di kota besar.
Ingat juga bahwa cuaca ekstrem bisa mengacak jadwal. Kereta terlambat, penerbangan domestik dibatalkan, dan jalan menuju situs di luar kota kadang tertutup. Jangan menaruh penerbangan pulang ke Indonesia tepat sehari setelah segmen perjalanan yang panjang.
Dokumen dan paspor sebelum berangkat
Sebagai pemegang paspor Indonesia, kamu tetap harus memastikan izin masuk sebelum terbang. Aturan masa berlaku paspor dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan tanggal berangkat, jadi paspormu harus masih berlaku minimal enam bulan terhitung sejak hari kamu meninggalkan Turki. Berkunjung ke wilayah timur tidak mengubah jenis izin yang kamu butuhkan, tapi salah menghitung masa berlaku paspor tetap bisa menghentikanmu di konter keberangkatan.
Periksa jalur dan syaratnya lebih dulu lewat penjelasan e-visa Turki untuk WNI supaya kamu tahu sejak awal apakah profilmu bisa lewat jalur daring atau harus mengurusnya lewat kedutaan.
- Simpan salinan digital sekaligus cetakan izin masuk, karena sinyal di wilayah timur tidak selalu stabil
- Bawa bukti pemesanan penginapan dan tiket keluar Turki dalam satu berkas yang mudah dibuka
- Catat kontak darurat perwakilan Indonesia sebelum berangkat, bukan ketika sudah membutuhkannya
Hal praktis yang berbeda dari kota besar Turki
Di Istanbul, hampir semua urusan bisa diselesaikan dengan bahasa Inggris dan kartu. Di timur, asumsi itu melemah. Bahasa Inggris lebih jarang dipakai di luar penginapan, dan banyak tempat makan kecil lebih nyaman menerima tunai. Siapkan aplikasi penerjemah yang tetap bekerja tanpa jaringan, dan pegang uang tunai secukupnya sebelum meninggalkan kota besar.
Jam buka tempat wisata di kota kecil juga lebih pendek, apalagi pada musim dingin ketika hari gelap lebih awal. Letakkan kunjungan ke situs luar ruang pada paruh pertama hari, dan sisakan sore untuk hal-hal yang berada di dalam kota.
Kalau kamu ingin melanjutkan ke arah perbatasan
Kars berada tidak jauh dari sudut timur laut Turki, dan sebagian traveler memakainya sebagai batu loncatan untuk menyambung perjalanan ke negara tetangga di Kaukasus. Rencana seperti ini menambah satu lapisan karena kamu berpindah dari satu wilayah izin masuk ke wilayah izin masuk lain, lengkap dengan pemeriksaan darat yang ritmenya berbeda dari bandara.
Kalau arah itu menarik buatmu, pelajari dulu ketentuannya lewat panduan visa turis Georgia untuk WNI sebelum mengunci tiket pulang dari kota yang berbeda dengan kota kedatanganmu.
Kalau tidak, rute pulang paling sederhana adalah terbang domestik dari Kars atau Erzurum kembali ke Istanbul, lalu menyambung penerbangan panjang ke Jakarta, Surabaya, atau Denpasar. Beri jeda semalam di Istanbul bila jadwalnya memungkinkan, supaya kamu tidak bergantung pada koneksi yang terlalu mepet.
Menyusun perjalanan yang memang ingin melambat
Kunci wilayah ini adalah menahan diri. Godaan terbesarnya adalah menumpuk banyak kota dalam waktu singkat, padahal jarak dan frekuensi transportasi di timur tidak mendukung gaya seperti itu. Lebih baik memilih dua titik utama dan menginap lebih lama di masing-masing daripada memaksakan empat titik lalu menghabiskan sebagian besar waktu di jalan.
- Kunci dulu tanggal kereta karena bagian itu yang paling kaku dari seluruh rencanamu
- Bangun jadwal penginapan dan penerbangan domestik mengikuti tanggal kereta, bukan sebaliknya
- Sisipkan satu hari kosong sebagai penyangga untuk cuaca atau keterlambatan
- Pesan penerbangan internasional pulang setelah seluruh rangkaian darat terkunci
Turki timur bukan tujuan untuk semua orang. Tapi kalau kunjungan pertamamu ke Turki meninggalkan rasa tergesa, jalur kereta menuju Kars adalah cara paling jelas untuk memperbaikinya. Kamu pulang dengan lebih sedikit foto tempat terkenal, dan lebih banyak ingatan tentang jendela, salju, dan waktu yang tidak diburu.