Asia

Itinerary Taiwan 6 Hari: Taipei ke Kaohsiung dalam Satu Jalur Kereta

Taiwan berbaris rapi dari utara ke selatan, dan kereta cepatnya mengikuti garis itu. Susun rutenya searah, dan enam hari terasa jauh lebih panjang daripada yang kamu kira.

Tim Visa Expert GoVisablog.govisa.id
Itinerary Taiwan 6 Hari: Taipei ke Kaohsiung dalam Satu Jalur Kereta

Foto oleh Jonathan Ikemura di Unsplash

Taiwan itu panjang dan tipis, dan hampir seluruh kota besarnya berbaris di sisi barat. Artinya kamu punya kemewahan yang jarang ada di destinasi lain: satu jalur kereta cepat yang menghubungkan hampir semua tempat yang ingin kamu datangi, dari Taipei di utara sampai Kaohsiung di selatan. Kalau rutenya disusun searah, enam hari terasa lapang. Kalau kamu bolak-balik dengan Taipei sebagai basis, hari perpindahanmu sebagian besar habis di kursi kereta dan malam di kota tujuan hilang sama sekali.

Artikel ini menyusun rutenya sebagai satu garis lurus ke selatan, bukan bintang dengan Taipei di tengah. Setiap kota dilewati sekali, koper berpindah dua kali saja, dan tidak ada hari yang isinya cuma balik arah.

Kenapa arah utara ke selatan mengubah cara harimu terpakai

Kesalahan paling umum di itinerary Taiwan adalah memesan hotel di Taipei untuk seluruh perjalanan lalu memperlakukan Taichung dan Kaohsiung sebagai trip sehari. Secara teknis bisa, karena kereta cepatnya memang kencang. Tapi kamu jadi terikat jadwal kereta terakhir, tidak bisa menikmati kota tujuan setelah gelap, dan setiap hari dimulai dengan perjalanan ke stasiun yang sama.

Menyusun searah menyelesaikan itu sekaligus. Kamu menginap di kota yang sedang kamu jelajahi, malamnya bebas, dan besoknya lanjut ke selatan tanpa kembali ke titik semula. Bonusnya, hari terakhir tidak habis untuk mengejar kereta ke utara kalau penerbangan pulangmu ternyata bisa diatur dari selatan.

  • Koper hanya berpindah dua kali sepanjang perjalanan, bukan bolak-balik tiap hari
  • Malam di setiap kota tetap utuh untuk pasar malam atau jalan santai
  • Waktu tempuh antar kota terpakai untuk maju, bukan untuk pulang pergi
  • Hotel bisa dipilih dekat stasiun tanpa mengorbankan lokasi wisata

Yang perlu beres sebelum kamu mengunci tanggal

Sebelum menyusun hari per hari, pastikan sisi dokumennya aman. Cek dulu masa berlaku paspor: patokan yang dipakai banyak negara adalah paspor masih berlaku minimal enam bulan, dan dihitung dari tanggal rencana pulangmu, bukan tanggal berangkat.

Untuk izin masuknya sendiri, WNI punya beberapa jalur dan syaratnya berbeda tergantung riwayat visamu. panduan jalur Travel Authorization Certificate dan e-visa Taiwan membahasnya lebih rinci, dan sebaiknya kamu tuntaskan itu sebelum lanjut ke bagian rutenya.

Soal musim, ingat bahwa Taiwan punya empat musim yang tidak kamu kenal di Indonesia. Musim dingin di utara cenderung basah dan berangin, sementara selatan biasanya lebih hangat dan kering. Ini justru salah satu alasan rute utara ke selatan terasa enak: cuacanya cenderung membaik seiring kamu bergerak turun.

Hari 1 dan 2: mendarat pagi lalu Taipei tanpa kehilangan hari

Penerbangan dari Jakarta ke Taipei banyak yang berangkat larut malam dan mendarat saat pagi masih awal. Ini keuntungan besar kalau kamu manfaatkan: kamu tiba dengan satu hari penuh masih di tangan, bukan setengah sore yang tersisa.

Tapi jadwal seperti ini hanya menguntungkan kalau badanmu siap, dan itu soal persiapan sebelum terbang. Pertimbangan memilih penerbangan malam atau penerbangan siang layak kamu baca sebelum memesan, apalagi kalau kamu tipe yang susah tidur di pesawat.

Dari bandara, masuk kota lewat jalur kereta bandara. Titipkan koper di hotel atau loker stasiun kalau kamar belum siap. Hari pertama sebaiknya diisi hal-hal yang tidak menuntut konsentrasi tinggi.

  1. Sarapan di kedai sekitar penginapan sambil menunggu kota bangun
  2. Berkeliling satu kawasan kota lama dengan jalan kaki, tanpa target ketat
  3. Naik ke menara pengamatan menjelang sore untuk membaca bentuk kotanya dari atas
  4. Tutup hari di pasar malam yang paling dekat dari penginapanmu

Hari kedua baru dipakai untuk yang butuh energi penuh, misalnya naik ke daerah perbukitan di pinggiran Taipei atau museum besar yang menghabiskan setengah hari. Sisakan sore untuk urusan yang berat dibawa, karena besok kopermu berpindah.

Hari 3: Taichung sebagai perhentian di tengah jalur

Check out pagi, naik kereta cepat ke Taichung. Karena kotanya ada persis di tengah jalur, hari ketiga tidak terasa seperti hari perpindahan. Kamu sampai sebelum tengah hari dan masih punya hampir seluruh hari untuk kota ini.

Taichung cocok jadi jeda tempo. Kotanya lebih longgar dari Taipei, tempat wisatanya tersebar tapi tidak menuntut, dan malamnya punya pasar malam berskala besar. Kalau kamu tertarik ke danau atau daerah pegunungan di pedalaman, Taichung adalah titik berangkat yang paling masuk akal, walaupun perlu satu hari tambahan supaya tidak terburu-buru.

Kota di tengah rute bukan tempat singgah seadanya, tapi jeda yang membuat dua kota besar di ujungnya tetap terasa menyenangkan.

Soal makan, pasar malam adalah tempat kamu paling perlu waspada karena kuah, minyak, dan kaldunya tidak selalu jelas asalnya. Cara membaca menu dan mencari pilihan aman ada di panduan mencari makanan halal saat liburan ke luar negeri yang bisa kamu terapkan di ketiga kota dalam rute ini.

Hari 4 dan 5: Kaohsiung dan ujung selatan

Pagi hari keempat, lanjut ke selatan menuju Kaohsiung. Kereta cepatnya berhenti di stasiun yang tersambung ke jaringan kereta kota, jadi kamu tidak perlu memindahkan koper dengan taksi kalau hotelmu dekat jalur itu.

Kaohsiung terasa berbeda dari dua kota sebelumnya: kota pelabuhan yang lebih hangat, lebih santai, dan lebih lapang. Dua hari di sini cukup untuk mencicipi dua sisi yang berbeda.

  • Sisi pelabuhan dan kawasan gudang lama yang kini jadi area seni dan kafe
  • Kompleks kuil dan danau di utara kota, paling nyaman didatangi pagi hari
  • Perjalanan sehari ke kota kecil di pesisir atau ke wilayah yang lebih selatan dengan kereta biasa
  • Malam di tepi air, suasana yang tidak akan kamu dapat di Taipei

Hari kelima juga waktu paling tepat untuk membeli oleh-oleh berat, karena setelah ini kamu tidak berpindah hotel lagi.

Hari 6: pulang tanpa balik arah

Di sinilah rute searah membuktikan gunanya. Cek dulu apakah ada penerbangan pulang dari bandara di Kaohsiung ke Indonesia pada tanggalmu. Kalau ada dan harganya masuk akal, hari keenam tinggal kamu isi santai sampai jam keberangkatan, tanpa memikirkan perjalanan balik ke utara.

Kalau tidak ada, jangan langsung membatalkan rencananya. Kereta cepat punya stasiun yang tersambung ke bandara di utara, jadi kamu bisa naik dari Kaohsiung langsung ke area bandara tanpa masuk pusat Taipei sama sekali. Berbeda dengan memaksa menginap semalam lagi di Taipei, cara ini hanya memakan sebagian hari terakhir, bukan seluruhnya.

  1. Pastikan jam keberangkatan pesawat, lalu hitung mundur waktu tempuh keretanya dengan jeda yang longgar
  2. Beli tiket keretanya sehari sebelumnya, apalagi kalau kamu bepergian saat musim libur setempat
  3. Pilih gerbong yang menyediakan rak koper besar supaya tidak repot di lorong
  4. Sisakan waktu di bandara untuk pengembalian pajak belanja kalau kamu memang berhak mendapatkannya

Detail kecil yang menentukan rute ini terasa enak atau tidak

Satu kartu transportasi isi ulang akan menemanimu di ketiga kota, dipakai di kereta kota, bus, sampai minimarket. Logika umumnya dibahas di panduan transportasi umum dan kartu transit kalau kamu belum pernah memakai kartu semacam ini.

Beberapa hal lain yang membuat perjalanan searah ini terasa jauh lebih ringan:

  • Pesan tiket kereta cepat lebih awal untuk hari perpindahan, karena kursi bisa habis di jam populer
  • Bawa koper yang bisa kamu angkat sendiri, bukan yang bergantung pada lift dan porter
  • Pisahkan tas kecil berisi paspor dan dokumen penting, jangan disatukan dengan koper besar
  • Simpan bukti pemesanan hotel dan tiket pulang dalam bentuk yang bisa dibuka tanpa internet
  • Sesuaikan isi koper dengan arah rute, karena selatan biasanya terasa lebih hangat daripada utara

Rute enam hari ini bukan satu-satunya cara menikmati Taiwan, tapi ini cara yang paling jujur soal waktu. Kamu tidak menghabiskan sisa liburan di kursi kereta untuk kembali ke tempat yang sudah kamu tinggalkan, dan setiap malam kamu berada di kota yang baru saja kamu jelajahi seharian.